Ini Penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan

Ternyata beginilah penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan. Berdiri di atas tanah merah, kokoh tapi tetap sendiri.

Kalo dengar kata ‘Rumah Jomblo’ apa sih yang kamu pikirkan? Hehehe. Karena sering digaungkan oleh warganet di instagram, akhirnya aku penasaran juga. Liburan kali ini mencoba menjejakkan kaki kembali ke Pulau Kalimantan. Tapi tetep nggak bisa move on, larinya tetap ke Banjarmasin seperti 2 tahun lalu, ketika mendaki ke Bukti Lintang, Plaihari.

Tujuan utama adalah menyinggahi Rumah Jomblo ini, ya siapa tau pas ke sana rumah itu udah menemukan jodohnya. Tapi ternyata takdir berkata lain, masih tetap menjomblo. Oke, ada apa aja di Rumah Jomblo?

Lokasi Rumah Jomblo di Belakang Komplek Perumahan

Posisinya Ada di Balik Perumahan Graha Praja Idaman

Sebenarnya posisi Rumah Jomblo ini ada di kawasan Gunung Kupang. Awalnya aku dan temanku, Tungky, sempat nyasar. Harusnya kami belok ke perumahan tapi lurus-lurus aja dan menemukan penambangan pasir. Jadi, Rumah Jomblo ini letakkan kurang strategis bagi orang awan karena kita harus masuk ke Perumahan Graha Praja Idaman, Banjarbaru.

Spot Kece Untuk Merenung atau Mencari Ide

Kamu bisa merenung atau mencari ide di sini

Sambil memandang Rumah Jomblo dari kejauhan, ditemani sebuah pohon rapuh yang kering dengan tanah yang gersang menambah semarak suasana sendu siang itu. Kamu bisa mencari ide atau merenung tentang kehidupan ini. Selain itu spot ini juga bisa dijadikan buat foto feed instagram kamu juga, lho.

Penampakan Rumah Jomblo yang Sesungguhnya

Penampakan Rumah Jomblo yang Berdiri Kokoh
Di atas sini anginnya lumana kenceng

Rumah yang dibangun dari kayu usang dan lapuk dengan pintu dan jendela yang terbuka. Posisinya berada di atas gundukan tanah merah dengan tangga kayu di kanan kirinya sebagai spot untuk berfoto bagi para wisatawan lokal atau luar yang datang kemarin. Kanan kirinya juga ditumbuhi tanaman liar nemambah semarak keteduhan.

Asal Muasal Nama Rumah Jomblo

Dari mana sih asal usul nama rumah jomblo?
Datanglah hari biasa biar nggak terlalu ramai

Awalnya rumah ini nggak punya nama. Karena banyak remaja-remaja Banjarbaru yang mengetahui spot kece ini untuk sebuah ke-eksis-an, akhirnya mereka menamai dengan sebutan Rumah Jomblo. Apalagi posisinya yang menjulang tinggi dan sendiri menjadi daya tarik orang-orang untuk berkunjung ke Banjarbaru, termasuk aku yang jauh-jauh datang dari Jakarta, hehehe.

Siapa yang Menciptakan Rumah Jomblo ini?

Aku ditemani Tungky keliling Rumah Jomblo

Trus siapa sih yang bikin Rumah Jomblo ini? Kreatif banget deh! Jadi awalnya, kawasan ini adalah perbukitan dan akhirnya dijadikan lahan perumahan. Lalu para pekerja membuat pondok untuk istirahat yang sederhana di perbukitan, dan mengeruk tanahnya lebih rendah untuk dijadikan kawasan perumahan. Sehingga yang tertinggal adalah Rumah Jomblo ini.

Kamu bisa cobain ke sini saat sunset atau siang hari, karena gambarnya bakal bagus banget. Trus bisa juga nyobain bikin foto prewedding di sini, hehehe. Gimana, tertarik buat berkunjung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan?

 

Salam Ceria,

Mendaki Medan Ekstrim di Gunung Batu Jonggol

Bulan Oktober adalah bulannya musim penghujan.
Sehari pasti kita merasakan guyuran hujan dan buat yang ingin mendaki harus selalu waspada. Gunung Batu, Sukamakmur Jonggol, Bogor adalah tujuan utamaku, karena udah lama pengen banget kesana. Terakhir naik bukit itu tahun lalu saat singgah ke Plaihari, Kalsel. Tadinya berpikir Gunung Batu nggak se-ekstrim ini, ya medan landai dan cuman menanjak aja. Tapi? Tapi? Hahaha… unpredictable, walopun udah nonton video-vide referensi.

Tonton bareng bagian mana sih yang paling ekstrim di Gunung Batu Jonggol. Check this out!

Nah ditanjakan dimana bebatuan tinggi sebagai pijakan dan seutas tali tambang. Karena kemiringannya hampir 90 derajat, itu sempat menurunkan nyali buat melanjutkan 2 tanjakan di atas. Saking terjalnya, kanan kiri cuman dibatasi oleh ilalang saja, itu tuh yang bikin deg-degan. Untuk mencapai puncak dibutuhkan waktu setengah sampai satu jam. Kalau aku kemarin hampir 2 jam karena menyakinkan diri terlebih dahulu, huehehehe πŸ˜€

l1090285

Yeay! akhirnya sampai puncak! Haha, untungnya kemarin ditolongin sama power ranger, mas-mas pecinta alam yang ngelihat anak bawang ini ketakutan tapi pengen tetep sampai puncak \^_^/ Oia, buat yang parkir dipintu masuk, untuk motor dikenakan biaya Rp 15,000 lalu saat melewati track ke gunung bayar biaya kebersihan Rp 5,000. Continue reading

Wahana Menantang di Suroboyo Carnival

Surabaya oh Surabaya….
Terakhir ke sana saat acara sekolah, karena diundang baca puisi acara ESQ. Kesan pertama adalah gerah a.k.a abis mandi bukannya seger malah keringetan. Hehehe. Dan diberi kesempatan mampir ke kota ini tahun ini karena kerjaan dan menyempatkan silaturahmi ke rumah sahabat sekolah.

Penasaran sama Suroboyo Carnival Night Market atau sering disebut Suroboyo Carnival itu mirip kayak Dufan kalo di Jakarta, tapi ini tergolong murah tiket masuknya. Untuk hari biasa Rp 60,000 dan untuk akhir pekan Rp 80,000 dan lansia biayanya hanya Rp 20,000. Di dalamnya banyak banget wahananya dan lumayan lengkap.

Mau tau keseruanku nyobain wahana di Suroboyo Carnival? Cek yuk vlog-ku di bawah ini :

Gimana, seru kan? Kalau berkunjung ke Surabaya, jangan lupa menjelajah Suroboyo Carnival ya. Kalau pengen sepi, kamu bisa cobain dihari kerja, hehehe, kayak aku kemarin. Trus bisa nyobain semua wahana sepuasnya. Tapi didalam ada wahana yang harus bayar lagi seperti Gokart, Tembakan Laser, dll. Β Kamu paling suka wahana yang mana nih? Share yuk dikolom komentar di bawah ini πŸ™‚

Wisata Kuliner : SNCTRY dan Cut The Crab

Sebelum mencintai orang lain, cintailah dirimu sendiri.
Ketika kamu masih sendiri, saatnya kamu memanjakan dirimu sebanyak-banyaknya. Kayak jalan-jalan, makan enak, nonton film, nongkrong bareng temen, dan yang paling penting manjain keluarga kamu.

Kali ini aku mau ngebahas tentang wisata kuliner yang bikin lidah bergoyang dan kantong menipis. Kenapa? Karena makanan sehat itu harganya nggak murah kalo di ibu kota lho. Semua serba organik dibuat dari buah dan sayur. Tempat nongkrong gaul yang sehat, di mana tuh? Kamu bisa merapat ke SNCTRY Healthy Bar. Lokasinya di Dharmawangsa, Jaksel (posisinya di samping Plataran persis, tapi tempatnya nyempil gitu 1 komplek sama cafe lain).

L1070476

L1070442

Di sini kamu bisa pilih sarapan sesukamu, tapi pastikan sesuai sama dompet kamu ya, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Karena aku suka buah naga, aku pilih Coconut Breeze yang harganya Rp 50,000. Selain itu tempatnya juga kece buat selfie atau nambah koleksi fotomu di instagram. Continue reading

Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok

Assalamualaikum! Apa kabar kawan Pelangi?
Ah, tak terasa sudah masuk di awal April 2016, udah sebulan nggak ngeblog. Maklum lagi sibuk bikin campaign ini itu, nge-create content yang nggak ada kata “sudah”, karena kita hidup harus “terus berjalan” kecuali kalau akhirnya kita berhenti disuatu tempat.

Biar nggak lama-lama lagi, aku mau cerita pengalamanku jalan-jalan ke Lembang! Uwoooo, pertama kali nih, entah kenapa selalu suka sama Bandung dan sekitarnya. Kenapa? Karena di sana udaranya sejuk! Ya, nggak perlu mandi, karena jarang keringetan, haha :p Trus tempat-tempatnya menarik, banyak wisata alam yang cocok buat melepas dahaga memotret. Trus bisa dilaju pulang pergi Depok, ya memang bikin pantat tepos langsung (hahaha, agak lebai sih).

Saranku, kalo musim penghujan, jangan keseringan jalan-jalan. Terutama buat yang hobi motret karena suka hujan tiba-tiba atau mendung yang tak berkesudahan. Kemarin untungnya hujannya malem pas perjalanan pulang, jadi nggak mengganggu acara memotret, tapi ya begitulah cahaya kurang menarik euy 😦

L1030144

Sesampainya di sana, langsung cari tempat makan. Laper, perjalanan jauh. Maklum musafir dari negeri Depok. Hihihi. Maka mampirlah ke sebuah resto bernama “Backyard Kitchen”. Tempatnya klasik, hmmm… sepertinya semua sudut Farmhouse selalu diselimuti bangunan klasik Eropa, jadi seakan-akan kita berada pada ribuan tahun yang lalu. Suasana di resto ini juga menarik, banyak spot yang bisa buat motret, makanannya juga menarik. Karena kalap aku pesan Spaghetti dan Salad Buah.

L1030110

L1030111

L1030106

L1030107

Paling suka sama Salad Buah-nya Backyard Kitchen, soalnya buah yang disajikan seger banget dan ada kismisnya. Love! Harganya sendiri kebanyakan di atas Rp 40.000. Tapi sesuai-lah harga dengan rasa, Setelah kenyang, maka kita lanjutkan jalan-jalan keliling Farmhouse. Tapi sebenernya di luar udah mendung tuh, agak was-was kalau hujan gede tapi belum sempat foto (aduh, generasi instagram lebih mentingin foto ya daripada kehujanan).

L1030114

L1030116

L1030121

L1030127

L1030128

L1030126 Continue reading

6 Foto Wajib Saat Berkunjung ke Tepi Pantai

Assalamualaikum πŸ™‚

Salah satu slogan tahun 2016 favoritku adalah “Work Smart, Play Every Weekend”. Ya, kerja boleh menggebu-gebu, idealis, tapi hidup cuman sekali, jadi nggak ada salahnya buat memanjakan pengalaman hidupmu. Awal tahun ini, mencoba traveling naik vespa (lebih tepatnya dibonceng, soalnya belum berani naik vespa sendirian di jalan pegunungan yang berkelok-kelok) menuju Sukabumi, Jawa Barat!

Perjalanan ditempuh sekitar 5 jam dari Depok ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Hal yang menyenangkan adalah ketika melewati tempat-tempat baru yang sejuk dan syarat keindahan di kanan kiri jalan. Kita mencoba jalan alternatif yang melewati kebun kelapa sawit dan hutan jati, nggak cuman itu jalan berkelok, naik turun, seru banget!

L1000206

L1000219

L1000221

Tetapi kalau udah malem, jangan coba-coba lewat jalan ini apalagi saat hujan turun, licin dan rawan longsor. Kalau matahari masih terlihat monggo silakan lewat jalur alternatif ini, karena kamu akan tertakjub-takjub, rasanya ingin turun dari motor atau mobil dan jogging melewati track ini. Jalan alternatif ini melewati beberapa wisata air seperti Arus Liar. Sebelum ke pantai mau nyobain arung jeram, bisa mampir ke situ. Sebenernya banyak pilihan wisata air ini, tapi yang aku inget cuman itu :p Hehehe.

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi! Tepos, tepos deh pantat, duduk 5 jam di jok motor. Tapi rasa lelah terbayar karena bisa melihat laut, yang aku impikan semenjak pertengahan 2015 yang lalu dan kesampaian sekarang. Ternyata banyak banget tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan laut, kita tinggal pilih, dan bayar tiket masuk dan parkirnya.

Tujuan akhir jatuh pada “Rekreasi Wisata Karang Kobeng – Tanah Milik”. Karena sebelum menentukan pilihan, aku melihat lokasi-lokasi yang nggak biasa, artinya nggak banyak terjamah orang dan biasa aja. Karang Kobeng ini letaknya nggak banyak orang tau, karena gerbang-nya seperti rumah, jalan kecil. Dan kita cuman ditarik tarif parkir Rp 5.000 saja untuk kendaraan roda dua.

Nah, sesampai di tepi pantai, ada 5 hal wajib yang harus kamu lakukan untuk memenuhi hasrat kenarsisan-mu :p
1. Foto batok kelapa yang keseret ombak. Ya, karena pantai identik dengan pohon kelapa, biar terkesan dramatis, kamu bisa foto batok-nya dengan background desiran ombak yang mengayun (nah lho, gimana tuh cara capture-nya?)

L1000229

2. Jalan di tepi pantai ala FTV gitu. Kalau bisa jalan-nya jangan sendirian ya, aja temen atau pasanganmu. Kalo nggak ada, ya udah nggak papa, jalan sama bayanganmu aja :p

L1000249

3. Tulis nama-mu di pasir tepi pantai. Rasakan serunya ketika udah cape-cape nulis, baru mau motret hasilnya udah kesapu sama ombak. Kalau kamu bakal tulis nama siapa? Nama sendiri? Nama Pacar? Nama Gebetan? Nama Mantan? atau Nama Pacar Orang? :p

L1000270

4. Masih inget nggak, kalau kalo kita lagi nggambar di bangku SD, apalagi nggambar tentang pantai, pasti ada pohon kelapa tepi pantai. Kalau gitu jangan lupa difoto juga ya. Itung-itung nostalgia zaman kecil πŸ™‚

L1000334

5. Loncat kegirangan di atas pasir pantai. Sebenernya ini bukan kegirangan tapi kepanasan, karena aku sampai di sana pas siang hari di mana matahari ada diubun-ubun, dan seketika pasir menjadi mendidih >.<

L1000371

6. Berjalan di tengah batu karang memandang ke belakang dan biarkan siluet bayangan yang menjadi center utama fotomu dan pemandangan yang menjadi cerita,

L1000389

Trend foto 2016 bakal diprediksi tidak akan terlalu mengekspose muka, tetapi lebih ke story yang ada di dalam foto tersebut. Jadi, bikin cerita liburanmu lewat foto yang mengesankan.

Hal yang paling mengesankan melakukan perjalanan PP Depok-Sukabumi 10 jam adalah vespa sempat mogok, karena CDI listriknya ilang, jadi enggak bisa diengkol, dinyalain nggak bisa. Udah diutak atik spuyer-nya, mesin-nya, ternyata kabel-nya yang putus. Wasalam deh. Di daerah sana, banyak banget vespa anak muda seliweran, cuman ngeliatin, nggak mau bantuin. Tapi nggak papa, kita yakin pasti ada penolong. Ada beberapa sih yang singgah, nanya kenapa, ikut coba bantu, ikut ngeliatin tapi nggak bisa bantu. Menjelang magrib, ada mas-mas (sekitar 30-an) melipir dan nanya mogok kenapa. Trus dia coba bantu nyetep ke atas dan beli kabel di bengkel vespa. Ternyata nggak cuman kita, banyak vespa mogok yang dari mau ke Sawarna, karena jalanan nanjak banget.

Setelah beli kabel, vespa diutak atik lagi, butuh sekitar 1 jam lebih dan akhirnya nyala! Alhamdulilaaahh pulaaaanggg :’) Oia namanya mas Riki, dia juga seneng akhirnya bisa bantu. Pas, mau dikasih uang, karena udah bantuin banyak banget, mulai nganterin ke ATM, nyetep vespa yang super berat body-nya (PS150), nganterin ke bengkel, bantuin sampe kabel bener, padahal dia lagi disuruh istrinya ke ATM ambil duit dan diteleponin melulu. Sedihnya, Mas Riki nolak pemberian terima kasih kita, katanya dia ikhlas bantunya. Duh Mas, kamu baik hati banget, semoga Allah memberi rejeki lebih untukmu dan keluargamu. Amin!

Ya, perjalanan bukan sekedar foto-foto, buang sampah sembarangan, tapi resapi setiap pengalaman yang kamu alami ketika menjelajah hal yang baru. Hidup itu cuman dua jenis, senang atau sedih. Dan, untungnya kita di dunia nggak cuman disuguhkan kesenangan, tapi juga kesedihan (dalam artian, ada ujian, cobaaan, rintangan menghadang tak jadi beban pikiran, uhuii). Habis rintangan menghadang, terbitlah keriangan.

Memacu Andrenalin Menuju Tebing Keraton

Tebing Keraton, hmm… udah lama pengen ke sini, karena penasaran kayak apa sih tempatnya? Apakah medan yang terjal menuju tempat itu dan butuh keberanian ekstra? Dan ternyata benar! Bukan saat di Tebing Keraton, tetapi perjalanan menuju puncak-nya, di mana jalan masih bebatuan dan pasir, ketika naik motor udah kayak off road aja dan mau jatuh, terjal ke atas.

Rekomendasi kalo mau ke sana sebaiknya pagi-pagi sebelum matahari terbit. Pemandangannya pasti lebih bagus daripada siang pukul 12.00, karena pas sampe sana udah siang dan panas banget, ya… walopun nggak sepanas Jakarta :p

Untuk menuju Tebing Keraton, kita akan melewati kawasan Taman Hutan Raya Ir. H Juanda (Tahura), dari pintu gerbang Tahura masih lurus terus dan ketika melihat ada pertigaan maka ambilah jalan ke kanan, ya… jalan yang benar :p Nah, di sinilah andrenalin dipacu dengan dasyatnya. Karena kita memasuki kondisi jalan yang roman-romannya mau persiapan di aspal, kayak apa sih? Ya, masih berpasir dan batu-batu serta kerikil dimana-mana selain itu lubang-lubang di kanan kiri. Jadi harus pelan-pelan. Apalagi kalo jalannya datar sih nggak papa, tapi kalo menaik gimana dong? >.<

Jpeg

Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang, sampailah di kawasan parkir Tebing Keraton. Kalo diliat-liat sekilas pemandangan kanan kiri seperti Kiara Payung daerah Jatinangor. Tiket masuknya untuk wisatawan lokal Rp 11.000 sedangkan bule Rp 76.000. Ternyata nggak seperti ekspektasi yang dibayangkan sih, yang bakal mendaki atau melewati tanjakan yang susah. Karena setelah pintu masuk kita jalan bentar udah masuk dikawasan Tebing Keraton.

Jpeg

Ketika sampai di area Tebing Keraton, sebenernya agak kecewa sih, ekspektasi-ku mungkin terlalu imajinatif. Hahaha, tebing yang tinggi dan rumput tebal menghijau. Tapi cukup menarik buat foto-foto πŸ˜€ Saat ke sana Tebing Keraton udah direnovasi, ada pagar pembatas tapi agak sedikit berdebu dan tandus, walaupun kanan kirinya hutan belantara, hijau meneduhkan macam di film Twilight,

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Ya kurang lebih tepatnya segitu, dataran yang menjorok ke luar. Pemandangan indah dan menakjubkan. Cuman satu yang pengen dilakukan di sini, paralayang! Kalo ada bakal menambah daya tarik tempat wisata di sini. Untungnya pas ke sini nggak terlalu rame

Jpeg

Continue reading

Mendadak Jadi Tour Guide Keliling Monas dan Kota Tua

Biasanya temanku yang menjadi tour guide ketika aku mengunjungi tempat wisata di kota atau pulau lain. Kali ini, salah satu temanku FariecoΒ dari Solok, Sumatera Barat, bekerja di Pekanbaru, dan sedang training di Indramayu berkunjung ke Jakarta. Sebagai kawan yang baik, rajin menabung dan tidak sombong ini, dan kebetulan waktunya pas, aku menemaninya jalan-jalan ke Monas dan Kota Tua bersama 2 temannya yang lain.

Jpeg
Kiri : Aku, Uda Fari, Herdi, dan Ferdi
Menyusuri jalan setapak di depan Gedung Walikota
Menyusuri jalan setapak di depan Gedung Walikota

Sehabis solat Jumat, kami janjian bertemu di Depok lalu berlanjut ke Stasiun UI menuju Stasiun Gondangdia. Karena sekarang Commuterline nggak turun di Gambir, jadi kita turun di Gondangdia lalu berlanjut naik Bajaj. Kebetulan mereka juga belum pernah naik angkutan roda tiga ini πŸ˜€ Tapi sama abang bajaj-nya kita dikerjain, turun di pintu Monas yang nggak kebuka (dekat pintu masuk Stasiun Gambir). Ah, sial, dikibulin nih, batin-ku. Lalu nanya ke Satpam sekitar pintu masuk Monas ternyata di depan gedung Walikota.

Sedih, kenapa? Di awal udah gagal jadi tour guide nih, mau masuk monas aja kagak tau πŸ˜₯ Hahaha. Untung temen-temenku ini orang-nya asik-asik dan emang hobi jalan. Lalu kita masuk Monas, tapi harapan pupus ngajak mereka naik ke puncak Monas, karena udah jam 3 sore a.k.a Monumen-nya udah tutup. Dan yang kita lakukan saat itu adalah NARSIS SELFIE DI DEPAN MONAS!!!

Jpeg
Ini ceritanya lagi jelasin tentang Monas dan Jakarta, biar kayak tour guide gitu πŸ˜€
Aha! Monas-nya keliatan :D
Aha! Monas-nya keliatan πŸ˜€
4 cowok berfoto di depan Monas (-_-'') Beginilah kalo tomboy.
4 cowok berfoto di depan Monas (-_-”) Beginilah kalo tomboy.
Dari semua foto, ini foto paling KEREN! Kenapa? Karena ada penampakan tangan-ku :p
Dari semua foto, ini foto paling KEREN! Kenapa? Karena ada penampakan tangan-ku :p

Continue reading

Kegagahan Jembatan Barito di Kalimantan Selatan

Jembatan Barito, jembatan terpanjang se-Kalimantan. Jembatan ini juga menghubungkan 2 provinsi lho, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kalo belum ke Jembatan Barito, belum ke Kalsel namanya πŸ˜€

Akhirnya aku dan Septiana Pratiwi, menyempatkan kemari, dua cewek petualang di siang hari menambah gas laju motor supaya cepat sampai di Jembatan Barito. Jembatan ini punya panjang 1.082 meter melintasi sungai barito dan pulau bakut.

IMG_20150515_095720

IMG_20150515_100157

Kokoh menjulang tinggi dengan warna khas kuning-nya, biasanya jembatan ini ramai kalo akhir pekan, untungnya aku datang pas nggak begitu rame, jadi puas deh foto-fotonya πŸ˜€

BeautyPlus_20150515104444_save

BeautyPlus_20150515104319_save Continue reading