Rindu Gunung atau Rindu Kamu?

Waktu tak dapat diputar
Waktu tak dapat diulur
Berjalan tanpa rencana
Menjelma bagai gembala

Wahai Gunung, kau terpampang bagai kidung
Menyapa lembut disetiap sudut
Kicauan burung, deru serangga hutan berdendang
Aroma tanah, desiran angin membelah

Ingin ku kunci waktu saat ini
Biarlah aku menikmatinya hingga membeku
Ingin ku ulang setiap langkah
Biarlah aku merasakan segar air dari hulu

Penat yang memekat hilang bersama kabut
Gelisah yang membuncah menguap
Dan kau pun datang mengulur rasa yang tak terukur
Kau buat hati ini menderu sedan

Wahai Gunung, kau penghilang dahaga hati yang gersang
Kau biarkan dia menyemaikan rindu
Kau ajarkan dia menanam perhatian
Kau buat dia mengukir cerita bersamaku

Pada akhirnya, kini rindu yang menyisa
Hanya rindu yang terus menderu
Tanpa ada muara yang menjadi persinggahan
Apakah aku rindu gunung atau rindu kamu?

 

Madiun, 4 April 2018. Pukul 13.39