Tahun 2018 Penuh Rasa Syukur

Hidup akan terasa lebih ringan ketika kita selalu mengutamakan rasa syukur dalam kondisi apapun. Melihat sesuatu dengan hati tenang dan pikiran positif.

Sebulan lalu vacuum belum sempat (lebih tepatnya lupa mulu mau upload) tulisan di blog, padahal travelling jalan terus dan menemukan cerita seru yang bisa dibagikan di sini. Kali ini cuman ingin cerita tentang hal-hal yang berhubungan tentang kehidupan. Bahwa hidup itu penuh misteri, kita nggak tau setelah ini apa yang akan terjadi selanjutnya atau apa yang kita pikirkan jauh-jauh di masa lampau ternyata terjadi saat ini.

Tak hentinya aku berterima kasih pada Allah, karena Dia nggak pernah melupakan makhluk kecil seperti ini yang nggak ada apa-apa (bahkan aku yang mungkin yang selalu melupakan Dia, astagfirullahaladzim). Dia nggak ingin aku terlalu jauh dari-Nya sehingga banyak sekali kejadian indah yang aku lewati beberapa bulan ini. Awal-nya mungkin agak nggak terima, kenapa harus seperti ini? Aku lagi mencintai dunia-ku, tapi ternyata aku melupakan dunia-Nya. Bisa jadi Allah cemburu, karena aku terlalu sibuk dengan hal-hal yang fana ini.

Setiap orang memiliki fase ter-rendah dalam hidupnya, fase di mana dia merasa kenapa Allah harus memberikan ujian seperti itu? aku sudah berjuang mati-matian, kenapa hasilnya nggak sesuai yang aku bayangkan? kenapa aku harus mengalami kegagalan? kenapa? kenapa? dan kenapa?

Setiap orang punya masalahnya masing-masing. Allah Maha Adil, kenapa? Setiap orang nggak diberikan masalah yang sama, karena Allah tahu kapasitas masing-masing hamba-Nya dalam menyelesaikan ‘ujian kenaikan kelas’. Jadi jangan berkecil hati dan berpikiran “Kenapa masalah-ku lebih besar dari dia? Kenapa dia lebih beruntung dariku?”. Ingat! Ketika masalahmu dibebankan pada orang lain, bisa saja orang lain itu nggak kuat dan apa yang terjadi?. Nah, Allah itu sayang sama kamu, makanya Dia yakin kamu bisa menyelesaikannya dengan baik dan rapi.

Lalu apa sih yang harus kamu lakukan? Kembali-lah kepada-Nya. Dia-lah yang menciptakan kamu, dialah yang meniupkan ruh pada jasad-mu saat ini. Dia rindu! Iya, Dia rindu, kamu berdoa di sepertiga malam. Dia rindu, kamu membaca sholawat dan istigfar setiap waktu. Dia rindu, kamu menangis dan curhat kepada-Nya. Obatnya? Sholat dan Baca Al-Quran. Selain kamu banyak dzikir, puasa, atau sedekah, dan yang lain-lainnya.

Tahun 2018 ini adalah tahun penuh rasa syukur. Aku pun banyak belajar untuk menerima setiap keadaan dan memasrahkan semuanya ketika aku sudah berjuang atau berusaha kepada-Nya. Tahun ini saatnya membuat diri menjadi bahagia dengan cara kita sendiri.

Quote-quote yang membangkitkan jiwa-ku agar selalu bersyukur :

Jiwa yang rapuh saat mengalami kegagalan lebih baik daripada jiwa kosong tanpa pernah mencoba.

Di belakang orang sukses terdapat sejumlah tahun yang dipenuhi kegagalan

Try not to become a person of success, but rather try to become a peson of value -Albert Einstein

Orang-orang sukses melakukan apa yang orang gagal tidak bersedia lakukan. Jangan berharap hal itu lebih mudah, berharap kamu melakukan hal baik -Jim Rohn

Tidak peduli seberapa lambat kamu pergi, asalkan kamu tidak berhenti -Konfusius

Saya menemukan bahwa semakin keras saya bekerja, semakin banyak tampaknya keberuntungan yang saya miliki -Thomas Jefferson

Sukses berjalan dari kegagalan ke kegagagalan tanpa kehilangan antusiasme – WInston Churchill

Tegakkan kepala ke atas, kamu akan termotivasi. Tundukkan kepala ke bawah, supaya kamu selalu bersyukur

Limitations live only in our minds. But if we use our imaginations, our possibilities become limitless -Jamie Paolinetti

Happiness is a butterfly, which when pursued, is always beyond your grasp, but which, if you will sit down quietly, may alight upon you – Nathaniel Hawthorne

Lihatlah kelebihanmu dan jangan acuhkan dirimu

***

Jadi apapun yang terjadi dalam hidupmu, janganlah berkecil hati, janganlah bersedih hati. Karena hidupmu sungguh berhaga bagi keluargamu dan orang-orang yang menyayangi dan peduli padamu. Janganlah kamu memandingkan dengan orang lain, karena Allah telah memberikan ujian yang berbeda tiap orang sesuai kadarnya. Kuncinya adalah bersyukur dan bersabar.

Lakukan hal yang kamu senangi, berkumpul-lah dengan orang-orang baik yang memberikan pengaruh positif, dan dekatkan dirimu dengan Allah. Aku pernah diposisimu, mengalami hal-hal yang tidak nyaman, tapi aku mau bangkit. Yuk, kamu juga bisa bangkit!

 

Salam Ceria,

BERJILBAB SAMA DENGAN BERSYUKUR ATAS KEBAHAGIAAN DAN KESEDIHAN

Bagaimana perasaan Anda bisa berkesempatan pulang ke kampung halaman?

Ya iyalah seneng banget gitu lho. Gimana enggak bisa ketemu nyak babe, irit ongkos buat makan dikosan, trus perbaikan gizi (bisa makan enak), trus waktunya malas-malasan di rumah (makan-tidur-nonton tipi), ya paling nggak bantu-bantu ortu jaga rumah, bersih-bersih rumah deh.

Hahaha… ya sekilas jawaban itu mirip dengan kata hatiku 😀 Seneng banget bisa pulang ke rumah (comfort zone). Ya sejak akhir tahun 2010 pulang ke sini (tempat kelahiranku, kota Madiun yang terkenal sambel pecel dan brem-nya itu lho) dan baru saat ini pertengahan Juni 2011 bisa mangkir di sini. Sebenernya baru bisa pulang nanti pas lebaran, karena setelah menyelesaikan semester 6 dengan tetes darah penghabisan (alhamdulilah IP naik :D) libur 3 bulan terlaksana juga, tapi ternyata hanyalah angan-angan belaka, karna 3 bulan itu juga aku harus bekerja di perusahaan swasta Jakarta. Seneng! Ya seneng dong, bisa dapet duit hasil jerih payah sendiri sebelum LULUS KULIAH! Trus hasilnya sebagian ditabung (buat mengerjakan TKA atau Skripsi, syarat buat mendapatkan gelar S.Sos) Amin \^_^/ Dan tambah seneng lagi lolos beasiswa prestasi PPA, wah… bisa meringankan beban ortu banget nih! Semester terakhir dapet beasiswa, duitnya bisa buat bayar semesteran dan bantuin pengerjaan TKA! Orang tua tinggal kasih doa restu buat anak tercintanya ini.

Ya, Allah sungguh Maha Adil! Aku percaya itu. Dia juga menciptakan segala sesuatu dengan balance! Kenapa balance? Di mana ada kesedihan, di situ pula kegembiraan akan muncul, begitu pula sebaliknya. Allah nggak akan menciptakan keadaan di mana kita terpuruk terus menerus, aku yakin pasti ada saatnya keberuntungan muncul mengganti kemalangan itu. Tinggal kitanya sendiri mau bersabar dan mengikhlaskannya.  

Tahun 2011 ini aku banyak sekali mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran hidup J Pertama adalah aku harus menentukan pilihan untuk mengambil 24 SKS agar bisa lulus 3,5 tahun (kenapa sih lulus cepet-cepet? Sebenarnya karena nggak pengen dibilang sok gimana gitu pengen lulus cepet, tapi karna aku melihat ayahku akan pensiun pada pertengahan 2012 dan orang tuaku harus memikirkan adikku yang masih harus kuliah, jadi kalau aku bisa lulus akhir tahun 2011 kenapa tidak? Ya… setidaknya bisa menghemat uang satu semester itu untuk adikku yang kuliah, jadi nggak salah kan kalau aku pengen lulus 3,5 tahun untuk mendapatkan gelar S.Sos). Alhasil aku ambil 24 SKS di mana itu padat sekali (rasanya pengen mampus deh, gimana nggak, dosen meminta lebih pada kita dengan tugas-tugas bagai air bah tapi waktu kita terbatas, hanya 4 bulan kuliah! Jadi selama semester 6 ini tidur selalu di atas jam 1 malam, belum harus bangun pagi kuliah jam 8 pagi, belum lagi membagi waktu untuk kerja kelompok. Gilanya semua mata kuliah hampir berkelompok mengerjakan tugasnya. Dan belum lagi aku harus freelance mencari uang. Alhamdulilah, Allah memberikan kepercayaan untuk bisa membagi waktu 😀 Terima kasih Allah!). Kedua adalah pencerahan dari Allah, hidayah atau bukan, atau Allah telah menyadarkanku sebagai seorang wanita muslim! Alhamdulilah aku memutuskan untuk berjilbab! 

Continue reading