Serunya Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan Banjar

Belanja di atas perahu kayu? Kamu bisa mencobanya di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjar Kalimantan Selatan. Berbelanja di atas sungai Martapura yang tenang dan lebar. Wah, sensasi mengayun-ayun itu yang bikin kangen.

Akhirnya dikasih kesempatan buat balik lagi ke Kalimantan Selatan karena terakhir ke Banjarmasin sekitar dua tahun lalu. Banyak yang berubah, tapi tata letak dan tempat Pasar Terapung Lok Baintan tetap sama, walaupun acil-acil (panggilan ibu di Banjar) nggak semeriah dulu. Menariknya, kita bisa belanja bahan makanan sambil mendayung dan mengayun-ayun di atas perahu kayu.

Letak Pasar Terapung Lok Baintan

Dermaga Pintu Masuk Pasar Terapung Lok Baintan

Hal yang utama adalah kamu harus tau posisi Pasar Terapung Lok Baintan itu dimana, karena banyak orang mengira lokasinya di Banjarmasin yang berlokasi di Muara Kuin atau Sungai Barito. Padahal posisinya adai di Desa Lok Baintan yang masuk Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Jadi kita agak melipir dari perkotaan dan memasuki desa yang masih asri dimana kanan kirinya rumah panggung di atas Sungai Martapura. Bahkan kamar mandinya masih di pinggir sungai lho. Kegiatan mereka mencuci dan mandi juga langsung di pinggir sungai.

Subuh Adalah Waktu yang Pas Untuk Belanja

Menyewa Perahu untuk Berbelanja

Siapkan diri kalian untuk bangun subuh-subuh. Karena pasar terapung mulai beroperasi sekitar pukul 6 pagi (WITA ya, kalo kalian tinggal di WIB sekitar pukul 5 pagi). Nah, waktu itu untungnya aku dan Tungky dan Nanda bisa bangun pagi dan cuuus langsung ke Banjar. Tapi sayangnya, cuaca lagi nggak bersahabat, karena musim penghujan jadi agak mendung-mendung syahdu. Jam operasional acil berjualan hingga pukul 8 pagi, abis itu udah deh berpencar ada yang pulang ke rumah ada yang berpindah tempat. Jadi jangan sampai kesiangan ya!

Sensasi Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan

Akhirnya kesampaian juga belanja di atas perahu kayu mengarungi Sungai Martapura, Banjar. Bertemu para acil yang menjajakan makanan, mulai dari buah-buahan, camilan atau jajanan pasar, kerajinan tangan seperti mainan dari kayu atau topi khas Banjar yang aku pakai ini, hingga ikan asin. Tapi kebanyakan mereka jual hasil kebun dan ikan asin.

Menariknya lagi, aku jadi tau tradisi yang ada di Pasar Terapung Lok Baintan, yaitu kegiatan transaksi jual beli. Ketika aku memberikan uang, acil akan mengatakan “Dijual ya”, dan aku pun menjawab “Dibeli ya”. Seru banget deh, aku sampai menghafal dan mempraktekkan ketika membeli yang lainnya.

Mengarungi Sungai Martapura Naik Klotok

Ekspresi Girang Ketika Bisa Naik Klotok
Tungky dan Nanda yang setia menemani keliling Banjar

Biar makin menikmati budaya masyarakat Banjar, kamu harus cobain naik klotok atau perahu kayu. Nah, kemarin aku dan teman-teman sewa klotok sekitar Rp 100.000 dan bisa sepuasnya buat jalan-jalan keliling sungai Martapura. Tapi saat itu kami hanya menggunakan jasa paman-nya untuk berbelanja di atas perahu dan berkeliling sebentar karena harus mengejar destinasi wisata lainnya. Serunya adalah sungai Martapura ini kan luas ya, tapi ombaknya nggak terlalu tinggi, malah lebih tenang arusnya. Sesekali berombak jika ada perahu lewat saja.

Penampakan Jembatan Gantung Lok Baintan

Eksis dulu di Bibir Jembatan Lok Baintan Banjar
Berdiri di tengah jembatan gantung lumayan ngeri

Wow! Jembatan gantung ini nggak berubah sama sekali ketika dua tahun lalu menginjakkan kaki di sini. Makin kokoh dan banyak menyimpan kenangan tentunya. Selain itu kayu yang terkenal di Banjar adalah kayu ulin yang sangat kuat manfaatnya. Kayu ini juga sebagai pondasi untuk membuat rumah panggung di atas sungai Martapura. Kekuatan kayu ini nggak rapuh walau diterjang ombak sungai. Bahkan dibikin jembatan juga tetap kokoh.

Bedanya Pasar Terapung Lok Baintan dengan Siring Tendean Banjarmasin

Penampakan Pasar Terapung di Siring Tendean Banjarmasin
Para Acil Menjajakan Makanan dan Sayur Mayur

Nah, inilah alasan kenapa Pasar Terapung Lok Baintan itu nggak seramai dua tahun lalu, karena adanya peraturan baru dari pemerintah daerah yaitu pengalihan lokasi jualan yang diarahkan ke kota, yaitu Pasar Terapung di Siring Tendean, Banjarmasin. Menurutku esensi belanja di atas klotok jadi bergeser, karena di sini acil-acil jualannya dipinggir sungai nggak di atas klotok masing-masing.

Tapi memang harus realistis, ketika acil-acil memilih berjualan di Siring Tendean, penghasilan mereka lebih tinggi dibandingkan di Lok Baintan. Jadi kita sebagai wisatawan bisa memilih, apakah kamu ingin melihat budaya dari masyarakat Banjar? Maka datanglah ke Pasar Terapung Lok Baintan. Tetapi jika kamu ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa mampir ke Pasar Terapung Siring Tendean.

Pengalaman tak terlupakan nih bisa belanja di atas klotok dan bercengkrama dengan penduduk asli Banjar, apalagi diajarin budaya bertransaksi yang merupakan hal baru bagiku. Ayooo teman-teman mampir ke Banjarmasin dan explore alam maupun budaya di sini. Dijamin bikin kangen!

 

Salam Ceria,