Rindu Gunung atau Rindu Kamu?

Waktu tak dapat diputar
Waktu tak dapat diulur
Berjalan tanpa rencana
Menjelma bagai gembala

Wahai Gunung, kau terpampang bagai kidung
Menyapa lembut disetiap sudut
Kicauan burung, deru serangga hutan berdendang
Aroma tanah, desiran angin membelah

Ingin ku kunci waktu saat ini
Biarlah aku menikmatinya hingga membeku
Ingin ku ulang setiap langkah
Biarlah aku merasakan segar air dari hulu

Penat yang memekat hilang bersama kabut
Gelisah yang membuncah menguap
Dan kau pun datang mengulur rasa yang tak terukur
Kau buat hati ini menderu sedan

Wahai Gunung, kau penghilang dahaga hati yang gersang
Kau biarkan dia menyemaikan rindu
Kau ajarkan dia menanam perhatian
Kau buat dia mengukir cerita bersamaku

Pada akhirnya, kini rindu yang menyisa
Hanya rindu yang terus menderu
Tanpa ada muara yang menjadi persinggahan
Apakah aku rindu gunung atau rindu kamu?

 

Madiun, 4 April 2018. Pukul 13.39

Serunya Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan Banjar

Belanja di atas perahu kayu? Kamu bisa mencobanya di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjar Kalimantan Selatan. Berbelanja di atas sungai Martapura yang tenang dan lebar. Wah, sensasi mengayun-ayun itu yang bikin kangen.

Akhirnya dikasih kesempatan buat balik lagi ke Kalimantan Selatan karena terakhir ke Banjarmasin sekitar dua tahun lalu. Banyak yang berubah, tapi tata letak dan tempat Pasar Terapung Lok Baintan tetap sama, walaupun acil-acil (panggilan ibu di Banjar) nggak semeriah dulu. Menariknya, kita bisa belanja bahan makanan sambil mendayung dan mengayun-ayun di atas perahu kayu.

Letak Pasar Terapung Lok Baintan

Dermaga Pintu Masuk Pasar Terapung Lok Baintan

Hal yang utama adalah kamu harus tau posisi Pasar Terapung Lok Baintan itu dimana, karena banyak orang mengira lokasinya di Banjarmasin yang berlokasi di Muara Kuin atau Sungai Barito. Padahal posisinya adai di Desa Lok Baintan yang masuk Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Jadi kita agak melipir dari perkotaan dan memasuki desa yang masih asri dimana kanan kirinya rumah panggung di atas Sungai Martapura. Bahkan kamar mandinya masih di pinggir sungai lho. Kegiatan mereka mencuci dan mandi juga langsung di pinggir sungai.

Subuh Adalah Waktu yang Pas Untuk Belanja

Menyewa Perahu untuk Berbelanja

Siapkan diri kalian untuk bangun subuh-subuh. Karena pasar terapung mulai beroperasi sekitar pukul 6 pagi (WITA ya, kalo kalian tinggal di WIB sekitar pukul 5 pagi). Nah, waktu itu untungnya aku dan Tungky dan Nanda bisa bangun pagi dan cuuus langsung ke Banjar. Tapi sayangnya, cuaca lagi nggak bersahabat, karena musim penghujan jadi agak mendung-mendung syahdu. Jam operasional acil berjualan hingga pukul 8 pagi, abis itu udah deh berpencar ada yang pulang ke rumah ada yang berpindah tempat. Jadi jangan sampai kesiangan ya!

Sensasi Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan

Akhirnya kesampaian juga belanja di atas perahu kayu mengarungi Sungai Martapura, Banjar. Bertemu para acil yang menjajakan makanan, mulai dari buah-buahan, camilan atau jajanan pasar, kerajinan tangan seperti mainan dari kayu atau topi khas Banjar yang aku pakai ini, hingga ikan asin. Tapi kebanyakan mereka jual hasil kebun dan ikan asin.

Menariknya lagi, aku jadi tau tradisi yang ada di Pasar Terapung Lok Baintan, yaitu kegiatan transaksi jual beli. Ketika aku memberikan uang, acil akan mengatakan “Dijual ya”, dan aku pun menjawab “Dibeli ya”. Seru banget deh, aku sampai menghafal dan mempraktekkan ketika membeli yang lainnya.

Mengarungi Sungai Martapura Naik Klotok

Ekspresi Girang Ketika Bisa Naik Klotok
Tungky dan Nanda yang setia menemani keliling Banjar

Biar makin menikmati budaya masyarakat Banjar, kamu harus cobain naik klotok atau perahu kayu. Nah, kemarin aku dan teman-teman sewa klotok sekitar Rp 100.000 dan bisa sepuasnya buat jalan-jalan keliling sungai Martapura. Tapi saat itu kami hanya menggunakan jasa paman-nya untuk berbelanja di atas perahu dan berkeliling sebentar karena harus mengejar destinasi wisata lainnya. Serunya adalah sungai Martapura ini kan luas ya, tapi ombaknya nggak terlalu tinggi, malah lebih tenang arusnya. Sesekali berombak jika ada perahu lewat saja.

Penampakan Jembatan Gantung Lok Baintan

Eksis dulu di Bibir Jembatan Lok Baintan Banjar
Berdiri di tengah jembatan gantung lumayan ngeri

Wow! Jembatan gantung ini nggak berubah sama sekali ketika dua tahun lalu menginjakkan kaki di sini. Makin kokoh dan banyak menyimpan kenangan tentunya. Selain itu kayu yang terkenal di Banjar adalah kayu ulin yang sangat kuat manfaatnya. Kayu ini juga sebagai pondasi untuk membuat rumah panggung di atas sungai Martapura. Kekuatan kayu ini nggak rapuh walau diterjang ombak sungai. Bahkan dibikin jembatan juga tetap kokoh.

Bedanya Pasar Terapung Lok Baintan dengan Siring Tendean Banjarmasin

Penampakan Pasar Terapung di Siring Tendean Banjarmasin
Para Acil Menjajakan Makanan dan Sayur Mayur

Nah, inilah alasan kenapa Pasar Terapung Lok Baintan itu nggak seramai dua tahun lalu, karena adanya peraturan baru dari pemerintah daerah yaitu pengalihan lokasi jualan yang diarahkan ke kota, yaitu Pasar Terapung di Siring Tendean, Banjarmasin. Menurutku esensi belanja di atas klotok jadi bergeser, karena di sini acil-acil jualannya dipinggir sungai nggak di atas klotok masing-masing.

Tapi memang harus realistis, ketika acil-acil memilih berjualan di Siring Tendean, penghasilan mereka lebih tinggi dibandingkan di Lok Baintan. Jadi kita sebagai wisatawan bisa memilih, apakah kamu ingin melihat budaya dari masyarakat Banjar? Maka datanglah ke Pasar Terapung Lok Baintan. Tetapi jika kamu ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa mampir ke Pasar Terapung Siring Tendean.

Pengalaman tak terlupakan nih bisa belanja di atas klotok dan bercengkrama dengan penduduk asli Banjar, apalagi diajarin budaya bertransaksi yang merupakan hal baru bagiku. Ayooo teman-teman mampir ke Banjarmasin dan explore alam maupun budaya di sini. Dijamin bikin kangen!

 

Salam Ceria,

 

 

Blackbird Hotel Instagramable dan Hits di Bandung

Munculnya Blackbird Hotel membuat wisatawan penasaran untuk mencoba menginap di sini ketika berlibur di Bandung. Apa sih yang menarik di hotel ini?

Selamat pagi, Bandung! Sebelum ke Bandung sempat review beberapa hotel yang nyaman dan kece buat disinggahi dan pilihan itu jatuh pada Blackbird Hotel. Hotel ini termasuk baru, sekitar 8 bulan lalu dibangun. Tapi seperti magnet bisa menghipnotis wisatawan untuk singgah dan menginap di sini. Ada apa aja di Blackbird Hotel?

Lokasinya Strategis di Pinggir Jalan Sersan Bajuri

Hotel Instagramable di Bandung

Blackbird Hotel ini termasuk hotel yang mudah diakses, karena lokasinya ada di pinggir Jl. Sersan Bajuri No. 9 Cihideung, Parongpong, Bandung. Jadi kamu nggak perlu masuk gang atau nyari-nyari lagi. Dan dia sederatan jalurnya sama Maja House (karena Blackbird Hotel ini masih tergabung dalam grup yang sama).

Furniture dan Interior Kamar yang Homie Banget

Tampilan Kamar yang Homie Banget

Tampilan kamarnya keliatan simple, tapi ini nyaman banget! Nah, kesan homie ini yang menarik perhatianku untuk mampir menginap di sini. Interior dan furniture yang dipilih oleh Blackbird Hotel mampu menghipnotisku seperti kembali ke rumah. Dominasi furniture kayu di sini dengan aksesoris yang simple tapi multifungsi. Mulai dari bantalnya yang 2 itu sangat membantu aku karena kalo tidur harus pakai guling, hehehe. Bahan seprainya juga halus. Yang bikin seneng, ketika masuk kamar, aroma ruangannya wangi dan bikin rileks. Selain itu kebersihannya dijaga banget.

Mengusung Green House Bikin Nyaman dan Rileks

Halaman Blackbird Hotel yang Sejuk
Banyak taman yang bisa dijadikan buat bersantai

Nggak cuman interior dan furniture kamar yang bikin nyaman, halamannya pun dibikin rindang dan pemandangan hijau bertebaran di mana-mana. Ketika buka kamar, kita bisa melihat halaman rerumputan, kolam renang, dan cafe yang baru jadi (hiks, sayangnya waktu ke sana, cafenya lagi direnovasi). Hmmm… ini artinya wajib ke sini lagi nih, hehehe.

Pengalaman Seru Menginap di Blackbird Hotel

Seperti apa sih detil kamarnya dan fasilitas apa aja yang diberikan? Kamu bisa tonton video review-ku di atas ini ya. Oia yang membedakan Blackbird Hotel dengan hotel lainnya adalah kamu akan merasakan kesan seperti back to home dan bisa request untuk piyama lho. Jadi nggak perlu bawa baju banyak-banyak kalo mau nginep di sini.

Blackbird yang termasuk hotel baru ini punya 3 jenis kamar, yaitu small, medium, dan large. Interiornya dominan dengan sentuhan astetik, minimalis, dan modern. Hal ini yang membuat Blackbird hotel banyak diminati karena instagram-able banget. Harganya mulai dari Rp 600.000 per malam.

Asal Usul Nama BlackBird Dari Mana Sih?

BlackBird Terinspirasi Dari Judul Lagu The Beatles

Nah, aku penasaran nih, emang nama BlackBird Hotel itu terinspirasi dari mana sih? Ternyata, pemiliknya penyuka The Beatles dan mengambil nama hotel ini dari judul lagu band legendaris sepanjang masa ini. Keren juga ya!

Sandal dan Piyama Blackbird Hotel

Trus toiletries-nya juga lengkap, mulai dari sandal hotel yang nyaman karena terbuat dari bulu halus berwarna hitam, lalu seperangkat alat mandi dengan pouch nuansa kain daur ulang berwarna putih. Pokoknya dari sisi branding, Balckbird menang deh. Mereka bisa mengemas dengan apik dan unik.

Spot Yang Cocok Untuk Foto Instagram

Foto Ala Model di Tangga Kayu
Blackbird Pakai Typografi yang Unik untuk Arah Kamar

Sebelum pulang jangan lupa foto-foto dulu disekitar hotel ya. Karena banyak spot kece di sini. Mulai dari halaman depan, di cafe yang baru jadi bernama Sea Cosmo (next mau nyobain menu makanan di sini). Atau foto-foto lucu di depan kolam renang juga kece, tuh 😀

So…. dari semua pengalaman yang aku rasakan saat menginap di Blackbird Hotel, skor yang cocok buat hotel minimalis ini adalah 9.0 dari 10. Yeaaaay!

Nah, buat kalian yang udah pernah mampir atau penasaran, silakan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya.

Blackbird Hotel
Jl. Terusan Sersan Bajuri No. 9 Cihideung, Parongpong, Bandung
Whatsapp : +62 895 3338 40622 | Email : fo@blackbird-hotel.com

 

Salam Ceria,

Pendakian Dadakan ke Anak Gunung Krakatau

Rindu gunung akhirnya terobati ketika bisa menginjakkan kaki ke Anak Gunung Krakatau. Lampung menyimpan banyak wisata untuk dijelajahi. Sudah siap kah?

Welcome to Lampung! Nggak kepikiran bisa menginjakkan kaki ke kota ini. Beberapa bulan yang lalu sempat diajakin mendaki ke Anak Gunung Krakatau tapi aku-nya malah mendaki ke Gunung Prau. Ya udah, kalo jodoh nggak bakal kemana, dan akhirnya jodoh-pun datang. Tiba-tiba temanku menawariku buat ikutan open trip ke Lampung, salah satu jadwalnya ada pendakian ke Anak Gunung Krakatau dan jalan malam itu juga. Wow!

Siap Menjelajah Lautan di Lampung

Penjelajahan Dimulai dari Dermaga Canti

Sesampainya dari Pelabuhan, kami menuju Dermaga Canti untuk beristirahat di Pulau Sebesi, sebelum besok subuh menuju ke Pulau Anak Gunung Krakatau. Siap-siap mabuk laut nih, hehehe. Tapi entah kenapa aku selama ini kalo naik kapal apapun nggak pernah jekpot, paling mentok mual dan pusing kalo ombaknya nggak santai. Mungkin karena mensugestikan ke diri sendiri, “Plis Bet, jangan muntah, malu-maluin, nanti kalo udah sampai daratan kita makan enak.” Tips biar nggak muntah, duduklah disebelah nahkoda atau di atas sekalian panas-panasan.

Mampir ke Pulau Sebuku Besar, Lautnya Hijau Banget

Ternyata lautan di sekitar Lampung itu indah banget, dikelilingi perbukitan, air lautnya masih jernih dan banyak terumbu karang. Ya, aku hanya bisa menyaksikan dari atas kapal udah seneng. Nggak suka basah-basahan (red. nggak bisa berenang).

Aku dan Helda, Teman yang Menawari Liburan Dadakan

Istirahat di Pulau Sebesi Sebelum Esoknya Mendaki

Dermaga Pulau Sebesi

Kita bisa melihat sunset di Pulau Sebesi, pantainya juga bagus. Sambil minum es kepala muda kita bisa jalan-jalan di tepi pantai. Seru kan! Nah, kami istirahat di penginapan pinggir pantai, jadi ketika pagi membuka mata, langsung dimanjakan oleh deburan ombak dan pasir pantai yang masih putih.

Anak Gunung Krakatau, Aku Datang Kepadamu!

Pemandangan Laut Menuju Pantai Anak Gunung Krakatau

Penjelajahan yang sebenarnya dimulai dari dermaga Pulau Sebeli menuju Pulau Anak Gunung Krakatau. Karena kita harus bangun pagi-pagi buta dan menempuh perjalanan lebih dari 3 jam. Tadinya mau naik di atas kapal, cuman disaranin sama temen mending di dalam karena masih gelap, takut kalo aku jatuh nggak ada yang tau. Oke, aku duduk di dalam, belum 5 menit, langsung pusing dan mual karena melihat teman-teman di dalam pada ‘jakpot’ semua.

Akhirnya aku pun berdiri dipinggir dengan setengah badan menghadap keluar. Subhanallah banget deh, ombaknya tinggi dan nggak santai banget, ini kapal bisa oleng, Kapten! Hehehe. Muka udah kecipratan air laut dan celana sebagian basah karena air masuk ke dalam kapal. Sejatinya, aku mual dan pusing karena maag kambuh, belum sarapan (dasar tukang makan! :p). Mau minta persediaan makanan tapi aku berpencar dengan temanku, dia ada di atas dan susah terjangkau.

Mengenal Anak Gunung Krakatau Lebih Dekat

Medan Anak Gunung Krakatau, Pasir dan Kerikir

Sesampainya di Pulau Anak Gunung Krakatau, kami serombongan sarapan dulu. Karena pulau ini adalah kawasan Cagar Alam yang dilindungi jadi nggak ada tuh namanya orang jualan atau warteg yang jualan makanan. Jadi kita harus bawa persediaan makanan dan sampahnya dibawa kembali.

Pulau Anak Gunung Krakatau ini luasnya sekitar 320 Ha dan tak berpenghuni. Paling isinya cuman penjaga pulau. Anak Krakatau ini merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif di Selat Sunda (ya, selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera). Waktu ideal buat mendaki adalah pagi hari supaya nggak melepuh kena sinar mentari siang.

Saat Menanjak Lihatlah Kebelakang, Hamparan Laut Menjelma Nyata

Pemandangan di sini juga indah, kita akan masuk ke dalam hutan pinus dan semakin mendekati Anak Gunung Krakatau menjadi pemandangan pasir berwarna hitam dan kerikil. Saat menanjak, kamu akan terpukau ketika membalikkan badan, terlihat jelas, kita ada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan luas.

Abadikan Momen Serumu di Anak Gunung Krakatau

Ketemu Anak Gunung dan Foto Bareng Deh

Taukah kamu, ternyata kemiringan pasir vulkanik saat kita mendaki sekitar 45 derajat dan waktu yang ditempuh sekitar 30-45 menit. Tergantung kita mendaki sambil lari atau menikmati pemandangan seperti aku, hehehe. Sesampainya di atas, kita bisa menyaksikan pulau-pulau lain yang mengelilingi Pulau Anak Kratau, seperti Pulau rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. 1000 tahun lalu, ketiga pulau itu bersatu padu menjadi gunung besar bernama Gunung Krakatau Purba. Tahun 400-an Masehi, Gunung Krakatau Purba meleturs dan menyisakan kaldera besar di Selat Sunda.

Akhirnya Foto Komplit Bareng Peserta Open Trip

Nah, kita cuman sampai puncak ini, nggak bisa ke puncak yang lebih atas lagi, karena gunungnya masih aktif. Jadi kalau mau foto-foto bisa di sekitar sini. Tapi tetep keren, dong! Bahkan ada teman dalam open trip kami yang niat banget bawa tenda kuning ini, mungkin buat properti foto mereka 😀 Dan di sini aku juga ketemu banyak teman baru dari berbagai profesi dan latar belakang. Inilah yang paling aku sukai dari travelling, bisa mengenal banyak orang dan bertukar cerita.

Mamah! Akhirnya Aku Sampai Anak Krakatau

Tonton juga keseruanku dan teman-teman open trip mendaki ke Anak Gunung Krakatau di sini 🙂

Pulangnya Mampir ke Lagoon Cabe

Lagoon Cabe, Surga Snorkeling di dekat Pulau Anak Krakatau
Apalah Daya Nggak Bisa Berenang, Foto di Atas Kapal Aja

Sebelum pulang, kami mampir ke Lagoon Cabe, letaknnya nggak jauh dari kawasan Gunung Rakata (Kratau Induk yang meletus tahun 1883). Inilah spot terkece untuk snorkeling. Airnya jernih dan kita bisa melihat terumbu karang hingga dasar laut. Oia kalo lagi snorkeling, jangan sampai merusak terumbu karangnya ya.

 

Salam Ceria,

 

Ini Penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan

Ternyata beginilah penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan. Berdiri di atas tanah merah, kokoh tapi tetap sendiri.

Kalo dengar kata ‘Rumah Jomblo’ apa sih yang kamu pikirkan? Hehehe. Karena sering digaungkan oleh warganet di instagram, akhirnya aku penasaran juga. Liburan kali ini mencoba menjejakkan kaki kembali ke Pulau Kalimantan. Tapi tetep nggak bisa move on, larinya tetap ke Banjarmasin seperti 2 tahun lalu, ketika mendaki ke Bukti Lintang, Plaihari.

Tujuan utama adalah menyinggahi Rumah Jomblo ini, ya siapa tau pas ke sana rumah itu udah menemukan jodohnya. Tapi ternyata takdir berkata lain, masih tetap menjomblo. Oke, ada apa aja di Rumah Jomblo?

Lokasi Rumah Jomblo di Belakang Komplek Perumahan

Posisinya Ada di Balik Perumahan Graha Praja Idaman

Sebenarnya posisi Rumah Jomblo ini ada di kawasan Gunung Kupang. Awalnya aku dan temanku, Tungky, sempat nyasar. Harusnya kami belok ke perumahan tapi lurus-lurus aja dan menemukan penambangan pasir. Jadi, Rumah Jomblo ini letakkan kurang strategis bagi orang awan karena kita harus masuk ke Perumahan Graha Praja Idaman, Banjarbaru.

Spot Kece Untuk Merenung atau Mencari Ide

Kamu bisa merenung atau mencari ide di sini

Sambil memandang Rumah Jomblo dari kejauhan, ditemani sebuah pohon rapuh yang kering dengan tanah yang gersang menambah semarak suasana sendu siang itu. Kamu bisa mencari ide atau merenung tentang kehidupan ini. Selain itu spot ini juga bisa dijadikan buat foto feed instagram kamu juga, lho.

Penampakan Rumah Jomblo yang Sesungguhnya

Penampakan Rumah Jomblo yang Berdiri Kokoh
Di atas sini anginnya lumana kenceng

Rumah yang dibangun dari kayu usang dan lapuk dengan pintu dan jendela yang terbuka. Posisinya berada di atas gundukan tanah merah dengan tangga kayu di kanan kirinya sebagai spot untuk berfoto bagi para wisatawan lokal atau luar yang datang kemarin. Kanan kirinya juga ditumbuhi tanaman liar nemambah semarak keteduhan.

Asal Muasal Nama Rumah Jomblo

Dari mana sih asal usul nama rumah jomblo?
Datanglah hari biasa biar nggak terlalu ramai

Awalnya rumah ini nggak punya nama. Karena banyak remaja-remaja Banjarbaru yang mengetahui spot kece ini untuk sebuah ke-eksis-an, akhirnya mereka menamai dengan sebutan Rumah Jomblo. Apalagi posisinya yang menjulang tinggi dan sendiri menjadi daya tarik orang-orang untuk berkunjung ke Banjarbaru, termasuk aku yang jauh-jauh datang dari Jakarta, hehehe.

Siapa yang Menciptakan Rumah Jomblo ini?

Aku ditemani Tungky keliling Rumah Jomblo

Trus siapa sih yang bikin Rumah Jomblo ini? Kreatif banget deh! Jadi awalnya, kawasan ini adalah perbukitan dan akhirnya dijadikan lahan perumahan. Lalu para pekerja membuat pondok untuk istirahat yang sederhana di perbukitan, dan mengeruk tanahnya lebih rendah untuk dijadikan kawasan perumahan. Sehingga yang tertinggal adalah Rumah Jomblo ini.

Kamu bisa cobain ke sini saat sunset atau siang hari, karena gambarnya bakal bagus banget. Trus bisa juga nyobain bikin foto prewedding di sini, hehehe. Gimana, tertarik buat berkunjung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan?

 

Salam Ceria,

Cara Belanja Furniture di IKEA Alam Sutera, Temukan Jawabannya di Sini!

Belanja Furniture di IKEA Alam Sutera itu seru banget lho! Kamu bisa dapat referensi lalu pilih barang dan cobain self service sebelum bayar ke kasir.

Cari barang-barang buat menghias kamar? Atau lagi bingung cari referensi buat ngedekor ruangan di rumah? Pengin beli furniture buat rumah baru kamu? Nah, pas banget nih! Aku mau review keseruanku mampir ke IKEA Alam Sutera dan gimana sih cara belanja di IKEA yang menerapkan sistem ‘self service’.

IKEA itu adalah sebuah perusahaan ritel perabot rumah tangga yang berasal dari Swedia lalu bikin cabangnya di Indonesia, tepatnya di Alam Sutera. Selain itu kamu juga bisa ngelihat katalog-katalognya secara online di sini. Tapi kalo yang penasaran dan pengin nyobain pegang langsung bahan-bahannya bisa langsung mampir ke IKEA Alam Sutera.

Siapkan Waktumu Keliling IKEA

Udah siap keliling IKEA?

Kalau mau keliling IKEA yang super luas ini, jangan sampai kesiangan. Kalau bisa jam 10 kamu udah ada di showroomnya. Kenapa? Karena luas banget dan nggak bakal puas kalau cuman 1-3 jam keliling. Apalagi mereka menawarkan hampir lebih dari 30 room sample yang bisa jadi inspirasimu utuk membeli furniture rumah tangga. Tapi tenang, kamu nggak bakal kelaparan kok, karena di sini juga disediakan food court buat mengganjal perut yang keroncongan.

Cari Inspirasi di Showroom IKEA

Inspirasi untuk Living Room di rumah
Inspiari Kamar Tidur yang Super Elegan
Interior Living Room ala IKEA
Furniture Unik dan Kece dari IKEA

Buat kamu yang masih bingung mau ngedekor ruangan atau mau beli furniture apa sih buat rumah baru atau kamar di kosan. Tenang! IKEA bakal kasih kamu ide-ide cemerlang di bagian showroom. Di sini kamu bakal dimanjakan oleh inspirasi untuk furniture ruangan di rumah, seperti living room, kitchen, bath room, dining room, dan masih banyak lagi.

Siapkan Kamera HP untuk Berfoto

Nge-teh seru bareng keluarga di living room IKEA
Nyamannya Bedroom Inspiration dari IKEA
Bersantai di sofa yang nyaman
Kalau Dapurnya Begini Jadi Hobi Masak
Meja belajar simple tapi menarik

Serunya kamu di sini bisa berfoto di beberapa showroom yang disajikan oleh IKEA. Jadi kamu bisa punya inspirasi mau mendekor seperti apa sesuai keinginanmu. Eits… tapi sebenarnya di sini nggak boleh pakai kamera, bolehnya foto-foto pakai hape. Jadi kemarin sempat dikasih tau sama satpam 3x (hahaha…. ya sama satpam yang berbeda, tapi demi mendapatkan foto dan hasil vlog yang kece, ya begitulah). Tapi alhamdulilah dimudahkan kemarin, karena niatnya mungkin nggak macem-macem, cuman buat bikin konten menarik untuk dibagikan ke teman-teman 😀

Begini Lho Cara Belanja Furniture di IKEA

Foto price tag barang yang kamu inginkan
Pilih Furniture yang Kamu Inginkan

Ternyata belanja di IKEA itu berbeda dengan kalau kita belanja furniture di tempat lain. Di sini unik banget. Pertama, kamu akan disajikan beberapa contoh interior dari ruangan di suatu rumah, seperti kamar mandi, kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan lain-lain. Lalu kamu bisa pilih furniture yang mana nih yang kamu inginkan dengan memotret informasi lokasi produknya nanti. Setelah itu kamu akan mengambil sendiri sesuai informasi tersebut. Nah, biar gak penasaran, tonton videonya di atas ya.

Gimana seru kan belanja di IKEA? Kamu bisa belajar untuk menentukan mana yang harus dibeli mana yang cuman pengen aja, karena kamu sendiri yang harus mengambil barang-barang itu di gudangnya iKEA 🙂 Jadi tunggu apalagi? Mampir yuk ke Alam Sutera!

 

 

Salam Ceria,

Surga Indah Air Terjun Tegenungan Bali

Air Terjun Tegenungan bisa jadi wisata alam yang kamu cobain ketika mampir ke Bali. Medannya nggak terlalu sulit tapi pemandangan indah bisa kamu rasakan di sini.

Jalan-jalan ke Bali belum lengkap kalo kamu nggak mampir ke Air Terjun Tegenungan. Lokasi air terjun ini ada di Desa Kemenuh, Gianyar, Bali. Kali ini aku dan dua temanku naik motor sewaan selama di Bali. Karena nggak ngerti daerah ini, alhasil kami mengandalkan yang namanya “google maps”. Untung, jalannya nggak begitu ribet dan terpampang jelas plang tulisan objek wisata satu ini.

Penampakan Air Terjun Tegenungan dari Pintu Masuk

Sesampainya di sana, kami membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 (menurutku lumayan mahal, tapi worth-it dengan fasilitasnya yang udah bagus, seperti anak tangga yang nyaman dan keamanannya). Buat kamu yang mau berenang di bawah nanti juga ada loker untuk menyimpan tas. Ini sangat membantu banget, soalnya kami abis check out dari hotel dan mampir ke sini dulu sebelum check in ke hotel berikutnya. Aliran Air Terjun Tegenungan termasuk deras banget kemarin karena masuk musim penghujan dan airnya agak kecoklatan. Tapi tetep kece buat menikmati percikan airnya.

Siap Basah-Basahan di Air Terjun Tegenungan

Ternyata air terjun yang memiliki ketinggian 15 meter ini nggak hanya memukau turis lokal kayak kami tapi juga turis asing dari berbagai negara. Bahkan lebih sering berpapasan sama turis asing daripada warga lokal. Sayangnya, kita nggak boleh berenang dan mendekati aliran air terjun karena musim penghujan. Jadi cuman boleh foto-foto lucu aja.

Menikmati Air Terjun Tegenungan dari atas

Kurang seru kalo udah sampai ini cuman foto-foto tanpa explore lebih dalam. Penasaran nih, kira-kira apa yang di atas aliran Air Terjun Tegenungan ini? Karena ada tangga menuju ke atas. Akhirnya memutuskan naik ke atas bareng Mira. Oops… ternyata harus bayar lagi tiket ke atas karena beda management. Baiklah, kami menyeluarkan uang Rp 10.000 untuk tiketnya. Melewati anak tangga yang tinggi sempat gentar tapi kudu semangat dan di atas sini masih ada aliran air dan air terjun mini ditambah dengan “holly water” yang bisa diminum langsung atau mau sekedar cuci muka.

Spot Terbaik buat foto di Air Terjun Tegenungan

Aha! Inilah spot terbaik buat kamu menambah daftar feed instagram-mu di Air Terjun Tegenungan. Untuk mencapai spot terbaik ini, kamu harus naik anak tangga dan melipir sedikit di bibir tebing. Tapi nggak usah takut karena di sini dijaga oleh Bli Nyoman yang siap membantu kamu untuk memotret. Dulunya di sini pernah ada Bungee Jumping, tapi udah tutup karena bangkrut. Duh kalo masih ada beneran deh, pengen nyobain langsung. Hehehe.

Belajar Jadi Model Dulu

Setelah meng-explore bagian atas Air Terjun Tegenungan, di bawah kamu juga bisa mencoba pemandian air suci juga. Lokasi pemandian air suci itu ada di samping penyewaan loker sebelum tangga ke atas.

Penasaran gimana serunya jalan-jalan di Air Terjun Tegenungan? Nonton rame-rame yuk BetaVlog dan jangan lupa SUBSCRIBE ya 🙂

 

 

Salam Ceria,