Eksotisme Tersembunyi Bukit Cumbri Wonogiri

Pesona Bukit Cumbri Wonogiri sudah tak diragukan lagi. Kamu tak perlu berjalan jauh sampai puncak dan viola! pemandangan hamparan bukit hijau bisa seketika kamu nikmati.

Rindu dengan pesona wisata alam yang ada disekitar tempat tinggal, membuat diriku mencari tau tentang keberadaan Bukit Cumbri, Wonogiri. Ternyata lokasinya nggak begitu jauh dari rumahku (Madiun) sekitar 1,5 jam. Gimana pengalaman mendaki Bukit Cumbri dan keseruan apa yang aku temukan di sana?

Sejarah Bukit Cumbri

Kalo bercerita tentang sejarah Bukit Cumbri Wonogiripasti memiliki lebih dari satu versi. Salah satunya adalah konon bukit ini dihuni oleh burung besar yang diberi nama “Cok-Bri” Burung Beri ini sukanya memangsa hewan-hewan ternak dari penduduk desa sekitar. Karena penduduk desa kesal dan mencari cara untuk mengusir burung ini dengan menggunakan tikus-tikus.

Akhirnya Burung Beri ini nggak bisa terbang karena sayapnya digerogoti oleh tikus-tikus dari penduduk desa. Ketika si burung mencoba terbang, ia pun terjatuh dan mati di bukit ini. Sehingga bukit ini dijuluki Bukit Cumbri.

Tiket Masuk Bukit Cumbri

Tiket masuk hanya membayar biaya parkir
Warung persinggahan sebelum mendaki

Sesampainya di Bukit Cumbri, kita akan disambut oleh warung-warung makanan dan camilan. Jadi sebelum menanjak jangan lupa isi asupan gizi dulu ya. Uniknya lagi tiket masuknya hanya membayar parkir motor atau mobil saja. Tiket motor Rp 3.000 dan tiket mobil Rp 5.000.

Fasilitas yang ditawarkan juga cukup lengkap, ada mushola dan toilet. Selain itu ada tempat warung yang menjual makanan berat dan camilan. Tempat parkirnya juga rapi dan teduh.

Jalur Penanjakan Gunung Cumbri

Jalur Penanjakan dari pintu masuk
Pemandangan dari setengah perjalanan ke Bukit Cumbri
Gundukan Bukit menjadi pemandangan pendakian

Ada dua rute penanjakan yang bisa kamu pilih. Pertama rute Purwantoro, Wonogiri, jalurnya nggak menanjak tapi sedikit panjang dan memiliki beberapa camp area buat yang ingin nge-camp sambil menikmati bukit. Kedua rute Sampung, Ponorogo, jalurnya sedikit menanjak, ada pos untuk istirahat, dan pemandangan indah selama perjalanan. Rute kedua ini yang aku pilih.

Selain itu pintu pendakian di sini juga ada 3, yaitu pintu timur di desa Jatisari Wonogiri, pintu tengah di desa Sumber Wonogiri, dan pintu barat di desa Kepyar Ponorogo.

Pesona Gunung Cumbri yang Tak Boleh Terlewatkan

Penampakan Bukit Cumbri yang terkenal di instagram
Chocolate Hills versi di Indonesia
Awan putih dan langit biru menemani perjalananku

Nggak salah nih ketika milih berlibur ke Bukit Cumbri, pesona gunung dengan ketinggian 638 mdpl ini sungguh luar biasa. Pemandangan selama menanjak juga bikin semangat mencapai puncak. Bahkan kita bisa melihat pemandangan “Chocolate Hills” Filipina versi Indonesia di sini.

Karena aku memilih jalur pintu barat desa Kepyar Ponorogo, jalannya menanjak dan cukup menguras tenaga. Kadang kita harus merangkak ke atas melewati bebatuan dan bonus jalan landainya bisa kita hitung, hehehe. Cuman aku suka banget jalur ini karena pemandangannya terpampang jelas nyata apa adanya.

Dua Puncak di Bukit Cumbri, Pilih yang Mana?

Puncak Tertinggi di Bukit Cumbri Wonogiri
Puncak Fenomenal di Instagram

Ketika sudah sampai di atas, kamu akan disuguhkan dua puncak yang sama-sama menantang. Puncak sebelah kiri itu lebih pendek dari puncak yang kanan. Di puncak kiri adalah puncak yang sering diambil sebagai spot foto kece instagram. Pemandangannya “Chocolate Hills”-nya Wonogiri bisa kamu nikmati dari puncak sisi kiri.

Sedangkan puncak yang kanan adalah puncak tertinggi dengan tiang bendera merah putih di atasnya. Hanya saja aku hanya berani di puncak kiri (itu pun udah pake drama nangis-nangis takut ketiup angin). Kalau puncak kanan yang bikin ciut adalah melewati batu tinggi yang sampingnya langsung jurang. Mungkin karena pas ke sana siang hari, jadi batuannya ikut panas membara (alesan aja kamu, Bet, hehehe)

Jadilah Pendaki Bijak yang Selalu Menjaga Lingkungan

Jangan lupa buang lagi sampahmu ya, biar nggak jadi mantan
Menikmati angin gunung yang selalu menyejukkan

Nggak ada yang melarang kita untuk mendaki atau menikmati wisata alam. Tapi hal yang sangat dilarang dan merugikan adalah membuang sampah sembarangan dan vandalisme atau istilah kerennya orang yang coret-coret di batu, plang, atau papan. Nah, kegiatan ini tolong dibuang jauh-jauh ya, guys!

Ayo kita jadi pendaki atau pengunjung wisata yang bijak dan peduli lingkungan. Siapa lagi sih yang peduli sama lingkungan kita kalo bukan kita sendiri? Bayangkan, kita cuman bayar parkir yang nggak sampai 10ribu, trus kita sesuka hati buang sampah sembarangan atau nulis nama kamu dan pacarmu (yang belum tentu jadi belahan jiwamu dunia akhirat itu) di batu, batang pohon, tiang, atau papan informasi.

Apakah kamu tega menambah PR para penduduk desa yang hanya meminta tarif parkir tapi harus melakukan pekerjaan di atas harga yang ditawarkan ke kita? Yuk, kita mulai dari diri sendiri dulu 🙂

 

Salam ceria,

Serunya Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan Banjar

Belanja di atas perahu kayu? Kamu bisa mencobanya di Pasar Terapung Lok Baintan, Banjar Kalimantan Selatan. Berbelanja di atas sungai Martapura yang tenang dan lebar. Wah, sensasi mengayun-ayun itu yang bikin kangen.

Akhirnya dikasih kesempatan buat balik lagi ke Kalimantan Selatan karena terakhir ke Banjarmasin sekitar dua tahun lalu. Banyak yang berubah, tapi tata letak dan tempat Pasar Terapung Lok Baintan tetap sama, walaupun acil-acil (panggilan ibu di Banjar) nggak semeriah dulu. Menariknya, kita bisa belanja bahan makanan sambil mendayung dan mengayun-ayun di atas perahu kayu.

Letak Pasar Terapung Lok Baintan

Dermaga Pintu Masuk Pasar Terapung Lok Baintan

Hal yang utama adalah kamu harus tau posisi Pasar Terapung Lok Baintan itu dimana, karena banyak orang mengira lokasinya di Banjarmasin yang berlokasi di Muara Kuin atau Sungai Barito. Padahal posisinya adai di Desa Lok Baintan yang masuk Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Jadi kita agak melipir dari perkotaan dan memasuki desa yang masih asri dimana kanan kirinya rumah panggung di atas Sungai Martapura. Bahkan kamar mandinya masih di pinggir sungai lho. Kegiatan mereka mencuci dan mandi juga langsung di pinggir sungai.

Subuh Adalah Waktu yang Pas Untuk Belanja

Menyewa Perahu untuk Berbelanja

Siapkan diri kalian untuk bangun subuh-subuh. Karena pasar terapung mulai beroperasi sekitar pukul 6 pagi (WITA ya, kalo kalian tinggal di WIB sekitar pukul 5 pagi). Nah, waktu itu untungnya aku dan Tungky dan Nanda bisa bangun pagi dan cuuus langsung ke Banjar. Tapi sayangnya, cuaca lagi nggak bersahabat, karena musim penghujan jadi agak mendung-mendung syahdu. Jam operasional acil berjualan hingga pukul 8 pagi, abis itu udah deh berpencar ada yang pulang ke rumah ada yang berpindah tempat. Jadi jangan sampai kesiangan ya!

Sensasi Belanja di Pasar Terapung Lok Baintan

Akhirnya kesampaian juga belanja di atas perahu kayu mengarungi Sungai Martapura, Banjar. Bertemu para acil yang menjajakan makanan, mulai dari buah-buahan, camilan atau jajanan pasar, kerajinan tangan seperti mainan dari kayu atau topi khas Banjar yang aku pakai ini, hingga ikan asin. Tapi kebanyakan mereka jual hasil kebun dan ikan asin.

Menariknya lagi, aku jadi tau tradisi yang ada di Pasar Terapung Lok Baintan, yaitu kegiatan transaksi jual beli. Ketika aku memberikan uang, acil akan mengatakan “Dijual ya”, dan aku pun menjawab “Dibeli ya”. Seru banget deh, aku sampai menghafal dan mempraktekkan ketika membeli yang lainnya.

Mengarungi Sungai Martapura Naik Klotok

Ekspresi Girang Ketika Bisa Naik Klotok
Tungky dan Nanda yang setia menemani keliling Banjar

Biar makin menikmati budaya masyarakat Banjar, kamu harus cobain naik klotok atau perahu kayu. Nah, kemarin aku dan teman-teman sewa klotok sekitar Rp 100.000 dan bisa sepuasnya buat jalan-jalan keliling sungai Martapura. Tapi saat itu kami hanya menggunakan jasa paman-nya untuk berbelanja di atas perahu dan berkeliling sebentar karena harus mengejar destinasi wisata lainnya. Serunya adalah sungai Martapura ini kan luas ya, tapi ombaknya nggak terlalu tinggi, malah lebih tenang arusnya. Sesekali berombak jika ada perahu lewat saja.

Penampakan Jembatan Gantung Lok Baintan

Eksis dulu di Bibir Jembatan Lok Baintan Banjar
Berdiri di tengah jembatan gantung lumayan ngeri

Wow! Jembatan gantung ini nggak berubah sama sekali ketika dua tahun lalu menginjakkan kaki di sini. Makin kokoh dan banyak menyimpan kenangan tentunya. Selain itu kayu yang terkenal di Banjar adalah kayu ulin yang sangat kuat manfaatnya. Kayu ini juga sebagai pondasi untuk membuat rumah panggung di atas sungai Martapura. Kekuatan kayu ini nggak rapuh walau diterjang ombak sungai. Bahkan dibikin jembatan juga tetap kokoh.

Bedanya Pasar Terapung Lok Baintan dengan Siring Tendean Banjarmasin

Penampakan Pasar Terapung di Siring Tendean Banjarmasin
Para Acil Menjajakan Makanan dan Sayur Mayur

Nah, inilah alasan kenapa Pasar Terapung Lok Baintan itu nggak seramai dua tahun lalu, karena adanya peraturan baru dari pemerintah daerah yaitu pengalihan lokasi jualan yang diarahkan ke kota, yaitu Pasar Terapung di Siring Tendean, Banjarmasin. Menurutku esensi belanja di atas klotok jadi bergeser, karena di sini acil-acil jualannya dipinggir sungai nggak di atas klotok masing-masing.

Tapi memang harus realistis, ketika acil-acil memilih berjualan di Siring Tendean, penghasilan mereka lebih tinggi dibandingkan di Lok Baintan. Jadi kita sebagai wisatawan bisa memilih, apakah kamu ingin melihat budaya dari masyarakat Banjar? Maka datanglah ke Pasar Terapung Lok Baintan. Tetapi jika kamu ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari bisa mampir ke Pasar Terapung Siring Tendean.

Pengalaman tak terlupakan nih bisa belanja di atas klotok dan bercengkrama dengan penduduk asli Banjar, apalagi diajarin budaya bertransaksi yang merupakan hal baru bagiku. Ayooo teman-teman mampir ke Banjarmasin dan explore alam maupun budaya di sini. Dijamin bikin kangen!

 

Salam Ceria,

 

 

Pendakian Dadakan ke Anak Gunung Krakatau

Rindu gunung akhirnya terobati ketika bisa menginjakkan kaki ke Anak Gunung Krakatau. Lampung menyimpan banyak wisata untuk dijelajahi. Sudah siap kah?

Welcome to Lampung! Nggak kepikiran bisa menginjakkan kaki ke kota ini. Beberapa bulan yang lalu sempat diajakin mendaki ke Anak Gunung Krakatau tapi aku-nya malah mendaki ke Gunung Prau. Ya udah, kalo jodoh nggak bakal kemana, dan akhirnya jodoh-pun datang. Tiba-tiba temanku menawariku buat ikutan open trip ke Lampung, salah satu jadwalnya ada pendakian ke Anak Gunung Krakatau dan jalan malam itu juga. Wow!

Siap Menjelajah Lautan di Lampung

Penjelajahan Dimulai dari Dermaga Canti

Sesampainya dari Pelabuhan, kami menuju Dermaga Canti untuk beristirahat di Pulau Sebesi, sebelum besok subuh menuju ke Pulau Anak Gunung Krakatau. Siap-siap mabuk laut nih, hehehe. Tapi entah kenapa aku selama ini kalo naik kapal apapun nggak pernah jekpot, paling mentok mual dan pusing kalo ombaknya nggak santai. Mungkin karena mensugestikan ke diri sendiri, “Plis Bet, jangan muntah, malu-maluin, nanti kalo udah sampai daratan kita makan enak.” Tips biar nggak muntah, duduklah disebelah nahkoda atau di atas sekalian panas-panasan.

Mampir ke Pulau Sebuku Besar, Lautnya Hijau Banget

Ternyata lautan di sekitar Lampung itu indah banget, dikelilingi perbukitan, air lautnya masih jernih dan banyak terumbu karang. Ya, aku hanya bisa menyaksikan dari atas kapal udah seneng. Nggak suka basah-basahan (red. nggak bisa berenang).

Aku dan Helda, Teman yang Menawari Liburan Dadakan

Istirahat di Pulau Sebesi Sebelum Esoknya Mendaki

Dermaga Pulau Sebesi

Kita bisa melihat sunset di Pulau Sebesi, pantainya juga bagus. Sambil minum es kepala muda kita bisa jalan-jalan di tepi pantai. Seru kan! Nah, kami istirahat di penginapan pinggir pantai, jadi ketika pagi membuka mata, langsung dimanjakan oleh deburan ombak dan pasir pantai yang masih putih.

Anak Gunung Krakatau, Aku Datang Kepadamu!

Pemandangan Laut Menuju Pantai Anak Gunung Krakatau

Penjelajahan yang sebenarnya dimulai dari dermaga Pulau Sebeli menuju Pulau Anak Gunung Krakatau. Karena kita harus bangun pagi-pagi buta dan menempuh perjalanan lebih dari 3 jam. Tadinya mau naik di atas kapal, cuman disaranin sama temen mending di dalam karena masih gelap, takut kalo aku jatuh nggak ada yang tau. Oke, aku duduk di dalam, belum 5 menit, langsung pusing dan mual karena melihat teman-teman di dalam pada ‘jakpot’ semua.

Akhirnya aku pun berdiri dipinggir dengan setengah badan menghadap keluar. Subhanallah banget deh, ombaknya tinggi dan nggak santai banget, ini kapal bisa oleng, Kapten! Hehehe. Muka udah kecipratan air laut dan celana sebagian basah karena air masuk ke dalam kapal. Sejatinya, aku mual dan pusing karena maag kambuh, belum sarapan (dasar tukang makan! :p). Mau minta persediaan makanan tapi aku berpencar dengan temanku, dia ada di atas dan susah terjangkau.

Mengenal Anak Gunung Krakatau Lebih Dekat

Medan Anak Gunung Krakatau, Pasir dan Kerikir

Sesampainya di Pulau Anak Gunung Krakatau, kami serombongan sarapan dulu. Karena pulau ini adalah kawasan Cagar Alam yang dilindungi jadi nggak ada tuh namanya orang jualan atau warteg yang jualan makanan. Jadi kita harus bawa persediaan makanan dan sampahnya dibawa kembali.

Pulau Anak Gunung Krakatau ini luasnya sekitar 320 Ha dan tak berpenghuni. Paling isinya cuman penjaga pulau. Anak Krakatau ini merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif di Selat Sunda (ya, selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera). Waktu ideal buat mendaki adalah pagi hari supaya nggak melepuh kena sinar mentari siang.

Saat Menanjak Lihatlah Kebelakang, Hamparan Laut Menjelma Nyata

Pemandangan di sini juga indah, kita akan masuk ke dalam hutan pinus dan semakin mendekati Anak Gunung Krakatau menjadi pemandangan pasir berwarna hitam dan kerikil. Saat menanjak, kamu akan terpukau ketika membalikkan badan, terlihat jelas, kita ada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan luas.

Abadikan Momen Serumu di Anak Gunung Krakatau

Ketemu Anak Gunung dan Foto Bareng Deh

Taukah kamu, ternyata kemiringan pasir vulkanik saat kita mendaki sekitar 45 derajat dan waktu yang ditempuh sekitar 30-45 menit. Tergantung kita mendaki sambil lari atau menikmati pemandangan seperti aku, hehehe. Sesampainya di atas, kita bisa menyaksikan pulau-pulau lain yang mengelilingi Pulau Anak Kratau, seperti Pulau rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. 1000 tahun lalu, ketiga pulau itu bersatu padu menjadi gunung besar bernama Gunung Krakatau Purba. Tahun 400-an Masehi, Gunung Krakatau Purba meleturs dan menyisakan kaldera besar di Selat Sunda.

Akhirnya Foto Komplit Bareng Peserta Open Trip

Nah, kita cuman sampai puncak ini, nggak bisa ke puncak yang lebih atas lagi, karena gunungnya masih aktif. Jadi kalau mau foto-foto bisa di sekitar sini. Tapi tetep keren, dong! Bahkan ada teman dalam open trip kami yang niat banget bawa tenda kuning ini, mungkin buat properti foto mereka 😀 Dan di sini aku juga ketemu banyak teman baru dari berbagai profesi dan latar belakang. Inilah yang paling aku sukai dari travelling, bisa mengenal banyak orang dan bertukar cerita.

Mamah! Akhirnya Aku Sampai Anak Krakatau

Tonton juga keseruanku dan teman-teman open trip mendaki ke Anak Gunung Krakatau di sini 🙂

Pulangnya Mampir ke Lagoon Cabe

Lagoon Cabe, Surga Snorkeling di dekat Pulau Anak Krakatau
Apalah Daya Nggak Bisa Berenang, Foto di Atas Kapal Aja

Sebelum pulang, kami mampir ke Lagoon Cabe, letaknnya nggak jauh dari kawasan Gunung Rakata (Kratau Induk yang meletus tahun 1883). Inilah spot terkece untuk snorkeling. Airnya jernih dan kita bisa melihat terumbu karang hingga dasar laut. Oia kalo lagi snorkeling, jangan sampai merusak terumbu karangnya ya.

 

Salam Ceria,

 

Ini Penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan

Ternyata beginilah penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan. Berdiri di atas tanah merah, kokoh tapi tetap sendiri.

Kalo dengar kata ‘Rumah Jomblo’ apa sih yang kamu pikirkan? Hehehe. Karena sering digaungkan oleh warganet di instagram, akhirnya aku penasaran juga. Liburan kali ini mencoba menjejakkan kaki kembali ke Pulau Kalimantan. Tapi tetep nggak bisa move on, larinya tetap ke Banjarmasin seperti 2 tahun lalu, ketika mendaki ke Bukti Lintang, Plaihari.

Tujuan utama adalah menyinggahi Rumah Jomblo ini, ya siapa tau pas ke sana rumah itu udah menemukan jodohnya. Tapi ternyata takdir berkata lain, masih tetap menjomblo. Oke, ada apa aja di Rumah Jomblo?

Lokasi Rumah Jomblo di Belakang Komplek Perumahan

Posisinya Ada di Balik Perumahan Graha Praja Idaman

Sebenarnya posisi Rumah Jomblo ini ada di kawasan Gunung Kupang. Awalnya aku dan temanku, Tungky, sempat nyasar. Harusnya kami belok ke perumahan tapi lurus-lurus aja dan menemukan penambangan pasir. Jadi, Rumah Jomblo ini letakkan kurang strategis bagi orang awan karena kita harus masuk ke Perumahan Graha Praja Idaman, Banjarbaru.

Spot Kece Untuk Merenung atau Mencari Ide

Kamu bisa merenung atau mencari ide di sini

Sambil memandang Rumah Jomblo dari kejauhan, ditemani sebuah pohon rapuh yang kering dengan tanah yang gersang menambah semarak suasana sendu siang itu. Kamu bisa mencari ide atau merenung tentang kehidupan ini. Selain itu spot ini juga bisa dijadikan buat foto feed instagram kamu juga, lho.

Penampakan Rumah Jomblo yang Sesungguhnya

Penampakan Rumah Jomblo yang Berdiri Kokoh
Di atas sini anginnya lumana kenceng

Rumah yang dibangun dari kayu usang dan lapuk dengan pintu dan jendela yang terbuka. Posisinya berada di atas gundukan tanah merah dengan tangga kayu di kanan kirinya sebagai spot untuk berfoto bagi para wisatawan lokal atau luar yang datang kemarin. Kanan kirinya juga ditumbuhi tanaman liar nemambah semarak keteduhan.

Asal Muasal Nama Rumah Jomblo

Dari mana sih asal usul nama rumah jomblo?
Datanglah hari biasa biar nggak terlalu ramai

Awalnya rumah ini nggak punya nama. Karena banyak remaja-remaja Banjarbaru yang mengetahui spot kece ini untuk sebuah ke-eksis-an, akhirnya mereka menamai dengan sebutan Rumah Jomblo. Apalagi posisinya yang menjulang tinggi dan sendiri menjadi daya tarik orang-orang untuk berkunjung ke Banjarbaru, termasuk aku yang jauh-jauh datang dari Jakarta, hehehe.

Siapa yang Menciptakan Rumah Jomblo ini?

Aku ditemani Tungky keliling Rumah Jomblo

Trus siapa sih yang bikin Rumah Jomblo ini? Kreatif banget deh! Jadi awalnya, kawasan ini adalah perbukitan dan akhirnya dijadikan lahan perumahan. Lalu para pekerja membuat pondok untuk istirahat yang sederhana di perbukitan, dan mengeruk tanahnya lebih rendah untuk dijadikan kawasan perumahan. Sehingga yang tertinggal adalah Rumah Jomblo ini.

Kamu bisa cobain ke sini saat sunset atau siang hari, karena gambarnya bakal bagus banget. Trus bisa juga nyobain bikin foto prewedding di sini, hehehe. Gimana, tertarik buat berkunjung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan?

 

Salam Ceria,

Surga Indah Air Terjun Tegenungan Bali

Air Terjun Tegenungan bisa jadi wisata alam yang kamu cobain ketika mampir ke Bali. Medannya nggak terlalu sulit tapi pemandangan indah bisa kamu rasakan di sini.

Jalan-jalan ke Bali belum lengkap kalo kamu nggak mampir ke Air Terjun Tegenungan. Lokasi air terjun ini ada di Desa Kemenuh, Gianyar, Bali. Kali ini aku dan dua temanku naik motor sewaan selama di Bali. Karena nggak ngerti daerah ini, alhasil kami mengandalkan yang namanya “google maps”. Untung, jalannya nggak begitu ribet dan terpampang jelas plang tulisan objek wisata satu ini.

Penampakan Air Terjun Tegenungan dari Pintu Masuk

Sesampainya di sana, kami membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 (menurutku lumayan mahal, tapi worth-it dengan fasilitasnya yang udah bagus, seperti anak tangga yang nyaman dan keamanannya). Buat kamu yang mau berenang di bawah nanti juga ada loker untuk menyimpan tas. Ini sangat membantu banget, soalnya kami abis check out dari hotel dan mampir ke sini dulu sebelum check in ke hotel berikutnya. Aliran Air Terjun Tegenungan termasuk deras banget kemarin karena masuk musim penghujan dan airnya agak kecoklatan. Tapi tetep kece buat menikmati percikan airnya.

Siap Basah-Basahan di Air Terjun Tegenungan

Ternyata air terjun yang memiliki ketinggian 15 meter ini nggak hanya memukau turis lokal kayak kami tapi juga turis asing dari berbagai negara. Bahkan lebih sering berpapasan sama turis asing daripada warga lokal. Sayangnya, kita nggak boleh berenang dan mendekati aliran air terjun karena musim penghujan. Jadi cuman boleh foto-foto lucu aja.

Menikmati Air Terjun Tegenungan dari atas

Kurang seru kalo udah sampai ini cuman foto-foto tanpa explore lebih dalam. Penasaran nih, kira-kira apa yang di atas aliran Air Terjun Tegenungan ini? Karena ada tangga menuju ke atas. Akhirnya memutuskan naik ke atas bareng Mira. Oops… ternyata harus bayar lagi tiket ke atas karena beda management. Baiklah, kami menyeluarkan uang Rp 10.000 untuk tiketnya. Melewati anak tangga yang tinggi sempat gentar tapi kudu semangat dan di atas sini masih ada aliran air dan air terjun mini ditambah dengan “holly water” yang bisa diminum langsung atau mau sekedar cuci muka.

Spot Terbaik buat foto di Air Terjun Tegenungan

Aha! Inilah spot terbaik buat kamu menambah daftar feed instagram-mu di Air Terjun Tegenungan. Untuk mencapai spot terbaik ini, kamu harus naik anak tangga dan melipir sedikit di bibir tebing. Tapi nggak usah takut karena di sini dijaga oleh Bli Nyoman yang siap membantu kamu untuk memotret. Dulunya di sini pernah ada Bungee Jumping, tapi udah tutup karena bangkrut. Duh kalo masih ada beneran deh, pengen nyobain langsung. Hehehe.

Belajar Jadi Model Dulu

Setelah meng-explore bagian atas Air Terjun Tegenungan, di bawah kamu juga bisa mencoba pemandian air suci juga. Lokasi pemandian air suci itu ada di samping penyewaan loker sebelum tangga ke atas.

Penasaran gimana serunya jalan-jalan di Air Terjun Tegenungan? Nonton rame-rame yuk BetaVlog dan jangan lupa SUBSCRIBE ya 🙂

 

 

Salam Ceria,

Liburan ke Pulau Pramuka Bikin Gak Mau Pulang

Pulau Pramuka bisa jadi destinasi liburan akhir pekanmu atau hanya one day trip juga bisa. Kamu bisa menikmati moment seru dan birunya laut di sana.

Siapa bilang ke Pulau Pramuka nggak bisa sehari PP? Nah, kamu bisa cobain akhir pekan nanti buat jalan-jalan keliling Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta. Apalagi kalo udah lelah sama yang namanya kerjaan nggak ada habisnya atau revisi skripsi dari dosen. Tapi bakal lebih puas kalo kamu nginep sih, sebenernya karena laut birunya Pulau Pramuka bikin nggak mau pulang.

Berangkat Pagi dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angka

Naik Kapal dari Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke

Saking semangatnya, aku dan 2 temanku berangkat jam 4 pagi dan tentunya kepagian sampai pelabuhan, hehehe. Sesampainya di sana, masih gelap dan sepi. Lalu kita sarapan dulu sambil nunggu konter penjualan tiket dibuka (oiya, bukanya jam 6 ya konter tiketnya). Untuk harga tiket Rp 50.000 ke Pulau Pramuka dan kami naik kapal K.M Albahiro. Kapalnya bersih dan nyaman. Saranku, kamu naiknya di atas aja, biar nggak mual dan bisa foto-foto lucu di atas kapal.

Kalau kamu memutuskan kayak aku, PP Pulau Pramuka – Jakarta, sebaiknya pas sampai lokasi langsung beli tiket pulang. Memang harganya lebih mahal sekitar Rp 100.000 karena naik speed boat menuju Pelabuhan Marina, Ancol. Tapi sebanding-lah dengan waktu tempuh dan fasilitasnya, nggak berasa ombaknya walaupun kenceng ya dan pakai AC lho. Waktu kepulangan pukul 14.30 WIB (jadi kita udah siap pukul 14.00 WIB). Jangan kaget, kalau pas nyampe langsung dikecengin sama mas-mas di sana nawarin tiket pulang atau penginepan.

Susur Bibir Pantai dan Manjakan Birunya Laut

Kapal Kayu Cocok Buat Feed Instagram

Saatnya jalan-jalan keliling Pantai di Pulau Pramuka. Hal yang terucap ketika sampai adalah ngucapin “Subhanallah”, gimana nggak, semua serba biru, cerah, dan memukau. Alhamdulilah pas ke sana dikasih cerah sama Allah, jadi benar-benar seperti lukisan Illahi. Lautnya kehijauan dengan terumbu karang dan ganggang laut yang terlihat kasat mata. Angin sepoi-sepoi menerpa jilbab dan wajah ini.

Birunya Nggak Nyantai Nih. Pengen Nyebur!

Karena niat awalnya memang cuman ‘One Day Trip at Pulau Pramuka’, jadi kami nggak bawa baju ganti. Lalu menyesal karena melihat birunya laut a.k.a pengen langsung nyebur. Hehehe. Ya udah kita keliling aja udah seneng banget kok, apalagi dapet foto-foto kece. Oia, jangan lupa bawa payung atau topi ya, biar muka nggak gosong dan sebelumnya pakai sunblock dulu. Trus yang lagi galau bisa juga nih, duduk di pinggir pantai sambil berendam kaki (tapi nunggu agak sorean aja).

Cobain Telur Gulung Ibu Iin. Enak Deh!

Telur Gulung Bu IIn Wajib Coba

Sesampainya di Pulau Pramuka, waktunya makan siang, tapi berhubung warungnya rame banget dan ada warung sepi tapi nasinya belum mateng, akhirnya kami bertiga jajan telur gulung Bu Iin. Kenapa aku merekomendasikan beliau? Karena telur gulungnya enak banget! Mungkin kalau yang lain bikin beginian lebih banyak airnya, kalau dia nggak takut rugi alias nggak pakai air murni telur. Makanya enak banget. Kalo mampir ke Pulau Pramuka jangan lupa beli di Bu Iin ya, guys!

Menjelajah Pulau Pakai Cano, Boleh Juga Tuh!

Kamu Bisa Sewa Cano Ini Lho

Buat kalian yang bisa main Cano, bisa juga sewa lho. Di sana juga menyewakan olahraga air yang satu ini. Tapi karena aku nggak bisa renang dan nggak bisa naik Cano, jadinya cuman difoto-foto aja. Kalau nggak salah sewa Canonya sekitar Rp 20.000.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan susur pulau kembali (ya, kami benar-benar mengelilingi pulau lho) bahkan melewati sisi lain Pulau Pramuka yang nggak pernah terbayangkan, yaitu tempat pembuangan sampah dan ketemu Kadal raksasa yang kalo lari suara hentakannya kenceng banget (bikin kami panik semua dan lari terbirit-birit). Kamu juga bisa mampir ke Penangkaran Penyu dan Satwa. Kabar gembiranya lagi, nanti Pulau Pramuka bakal ada jembatan keliling hutan bakau, tapi saat ini masih dibangun.

Pemandangan Dermaga di Pulau Pramuka

Spot Kece Buat Merenung di Pulau Pramuka

Spot Kece Buat Merenung

Sebelum pulang, kami menuju dermaga kayu yang bikin kamu tambah takjub sama Pulau Pramuka. Karena dermaga ini perbatana laut dangkal dan dalam. Coba lihat warna lautnya antara biru tua dengan biru muda kehijauan. Di sini angin dan ombaknya kencang sekali, jadi hati-hati ya. Trus di sini juga tempat orang nyobain snorkeling.

Sehari di sini seru banget apalagi kalau kamu punya waktu menginap pasti bakal lebih puas deh. Tapi kalau impulsif pengen refreshing kayak kami bisa cobain one day trip ala Beta. Hehe.

Salam Seru dari Kami Bertiga (Mira, Beta, Fadli)

Buat kamu yang masih penasaran kayak gimana Pulau Pramuka dan kegiatan kami ngapain aja di sana? Tonton juga yuk BetaVlog di sini. Jangan lupa SUBSCRIBE ya 🙂

 

Salam Ceria,

Art Stage Jakarta Pameran Seni Internasional Terkece di Ibu Kota

Hal yang paling senang aku lakukan adalah mengunjungi pameran seni. Ya, dulu sekali saat kecil, aku punya cita-cita ingin jadi pelukis dan biasanya saat kelas menggambar, teman-teman suka minta dibikinin gambar biar nilainya bagus. Hehehe. Cuman sekarang jarang diasah, jadi nggak begitu bagus lagi gambarnya dan hanya jadi penikmat senin saja.

Kebetulan pertengahan tahun ini, Agustus 2016, ada event kece yang nggak boleh dilewatkan, namanya Art Stage Jakarta.  Pameran seni internasional ini dicetuskan oleh Direktur Art Stage Singapore, Lorenzo Rudolf dan memilih Indonesia tepatnya di Sheraton Grand Gandaria City. Karya seniman di sini nggak cuman dari mancanegara tapi para seniman lokal sebagai tuan rumah juga ikut andil.

Ikuti vlog-ku yuk keseruan berkunjung ke Art Stage Jakarta, dan kamu bisa melihat betapa kerennya karya seni itu. Hehehe 🙂

Serunya lagi di sini kamu bisa ngobrol lebih dekat sama seniman dan para professional seni dari Indonesia maupun Internasional. Bahkan banyak kolektor yang datang untuk melihat karya seni atau membelinya langsung lho. Ada sekitar 49 galeri dunia dan Indonesia yang menjadi partisipan di Art Stage Jakarta lho. Trus di sini acara berlangsung selama 3 hari, kamu bisa ikutan talkshow, cuman pas ke sana udah acara terakhir dan sore, so… hanya bisa menikmati tiap goresan seni di tiap dindingnya.

l1070638

l1070717

 

Continue reading

Mendaki Medan Ekstrim di Gunung Batu Jonggol

Bulan Oktober adalah bulannya musim penghujan.
Sehari pasti kita merasakan guyuran hujan dan buat yang ingin mendaki harus selalu waspada. Gunung Batu, Sukamakmur Jonggol, Bogor adalah tujuan utamaku, karena udah lama pengen banget kesana. Terakhir naik bukit itu tahun lalu saat singgah ke Plaihari, Kalsel. Tadinya berpikir Gunung Batu nggak se-ekstrim ini, ya medan landai dan cuman menanjak aja. Tapi? Tapi? Hahaha… unpredictable, walopun udah nonton video-vide referensi.

Tonton bareng bagian mana sih yang paling ekstrim di Gunung Batu Jonggol. Check this out!

Nah ditanjakan dimana bebatuan tinggi sebagai pijakan dan seutas tali tambang. Karena kemiringannya hampir 90 derajat, itu sempat menurunkan nyali buat melanjutkan 2 tanjakan di atas. Saking terjalnya, kanan kiri cuman dibatasi oleh ilalang saja, itu tuh yang bikin deg-degan. Untuk mencapai puncak dibutuhkan waktu setengah sampai satu jam. Kalau aku kemarin hampir 2 jam karena menyakinkan diri terlebih dahulu, huehehehe 😀

l1090285

Yeay! akhirnya sampai puncak! Haha, untungnya kemarin ditolongin sama power ranger, mas-mas pecinta alam yang ngelihat anak bawang ini ketakutan tapi pengen tetep sampai puncak \^_^/ Oia, buat yang parkir dipintu masuk, untuk motor dikenakan biaya Rp 15,000 lalu saat melewati track ke gunung bayar biaya kebersihan Rp 5,000. Continue reading

Wahana Menantang di Suroboyo Carnival

Surabaya oh Surabaya….
Terakhir ke sana saat acara sekolah, karena diundang baca puisi acara ESQ. Kesan pertama adalah gerah a.k.a abis mandi bukannya seger malah keringetan. Hehehe. Dan diberi kesempatan mampir ke kota ini tahun ini karena kerjaan dan menyempatkan silaturahmi ke rumah sahabat sekolah.

Penasaran sama Suroboyo Carnival Night Market atau sering disebut Suroboyo Carnival itu mirip kayak Dufan kalo di Jakarta, tapi ini tergolong murah tiket masuknya. Untuk hari biasa Rp 60,000 dan untuk akhir pekan Rp 80,000 dan lansia biayanya hanya Rp 20,000. Di dalamnya banyak banget wahananya dan lumayan lengkap.

Mau tau keseruanku nyobain wahana di Suroboyo Carnival? Cek yuk vlog-ku di bawah ini :

Gimana, seru kan? Kalau berkunjung ke Surabaya, jangan lupa menjelajah Suroboyo Carnival ya. Kalau pengen sepi, kamu bisa cobain dihari kerja, hehehe, kayak aku kemarin. Trus bisa nyobain semua wahana sepuasnya. Tapi didalam ada wahana yang harus bayar lagi seperti Gokart, Tembakan Laser, dll.  Kamu paling suka wahana yang mana nih? Share yuk dikolom komentar di bawah ini 🙂