Pendakian Dadakan ke Anak Gunung Krakatau

Rindu gunung akhirnya terobati ketika bisa menginjakkan kaki ke Anak Gunung Krakatau. Lampung menyimpan banyak wisata untuk dijelajahi. Sudah siap kah?

Welcome to Lampung! Nggak kepikiran bisa menginjakkan kaki ke kota ini. Beberapa bulan yang lalu sempat diajakin mendaki ke Anak Gunung Krakatau tapi aku-nya malah mendaki ke Gunung Prau. Ya udah, kalo jodoh nggak bakal kemana, dan akhirnya jodoh-pun datang. Tiba-tiba temanku menawariku buat ikutan open trip ke Lampung, salah satu jadwalnya ada pendakian ke Anak Gunung Krakatau dan jalan malam itu juga. Wow!

Siap Menjelajah Lautan di Lampung

Penjelajahan Dimulai dari Dermaga Canti

Sesampainya dari Pelabuhan, kami menuju Dermaga Canti untuk beristirahat di Pulau Sebesi, sebelum besok subuh menuju ke Pulau Anak Gunung Krakatau. Siap-siap mabuk laut nih, hehehe. Tapi entah kenapa aku selama ini kalo naik kapal apapun nggak pernah jekpot, paling mentok mual dan pusing kalo ombaknya nggak santai. Mungkin karena mensugestikan ke diri sendiri, “Plis Bet, jangan muntah, malu-maluin, nanti kalo udah sampai daratan kita makan enak.” Tips biar nggak muntah, duduklah disebelah nahkoda atau di atas sekalian panas-panasan.

Mampir ke Pulau Sebuku Besar, Lautnya Hijau Banget

Ternyata lautan di sekitar Lampung itu indah banget, dikelilingi perbukitan, air lautnya masih jernih dan banyak terumbu karang. Ya, aku hanya bisa menyaksikan dari atas kapal udah seneng. Nggak suka basah-basahan (red. nggak bisa berenang).

Aku dan Helda, Teman yang Menawari Liburan Dadakan

Istirahat di Pulau Sebesi Sebelum Esoknya Mendaki

Dermaga Pulau Sebesi

Kita bisa melihat sunset di Pulau Sebesi, pantainya juga bagus. Sambil minum es kepala muda kita bisa jalan-jalan di tepi pantai. Seru kan! Nah, kami istirahat di penginapan pinggir pantai, jadi ketika pagi membuka mata, langsung dimanjakan oleh deburan ombak dan pasir pantai yang masih putih.

Anak Gunung Krakatau, Aku Datang Kepadamu!

Pemandangan Laut Menuju Pantai Anak Gunung Krakatau

Penjelajahan yang sebenarnya dimulai dari dermaga Pulau Sebeli menuju Pulau Anak Gunung Krakatau. Karena kita harus bangun pagi-pagi buta dan menempuh perjalanan lebih dari 3 jam. Tadinya mau naik di atas kapal, cuman disaranin sama temen mending di dalam karena masih gelap, takut kalo aku jatuh nggak ada yang tau. Oke, aku duduk di dalam, belum 5 menit, langsung pusing dan mual karena melihat teman-teman di dalam pada ‘jakpot’ semua.

Akhirnya aku pun berdiri dipinggir dengan setengah badan menghadap keluar. Subhanallah banget deh, ombaknya tinggi dan nggak santai banget, ini kapal bisa oleng, Kapten! Hehehe. Muka udah kecipratan air laut dan celana sebagian basah karena air masuk ke dalam kapal. Sejatinya, aku mual dan pusing karena maag kambuh, belum sarapan (dasar tukang makan! :p). Mau minta persediaan makanan tapi aku berpencar dengan temanku, dia ada di atas dan susah terjangkau.

Mengenal Anak Gunung Krakatau Lebih Dekat

Medan Anak Gunung Krakatau, Pasir dan Kerikir

Sesampainya di Pulau Anak Gunung Krakatau, kami serombongan sarapan dulu. Karena pulau ini adalah kawasan Cagar Alam yang dilindungi jadi nggak ada tuh namanya orang jualan atau warteg yang jualan makanan. Jadi kita harus bawa persediaan makanan dan sampahnya dibawa kembali.

Pulau Anak Gunung Krakatau ini luasnya sekitar 320 Ha dan tak berpenghuni. Paling isinya cuman penjaga pulau. Anak Krakatau ini merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif di Selat Sunda (ya, selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera). Waktu ideal buat mendaki adalah pagi hari supaya nggak melepuh kena sinar mentari siang.

Saat Menanjak Lihatlah Kebelakang, Hamparan Laut Menjelma Nyata

Pemandangan di sini juga indah, kita akan masuk ke dalam hutan pinus dan semakin mendekati Anak Gunung Krakatau menjadi pemandangan pasir berwarna hitam dan kerikil. Saat menanjak, kamu akan terpukau ketika membalikkan badan, terlihat jelas, kita ada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan luas.

Abadikan Momen Serumu di Anak Gunung Krakatau

Ketemu Anak Gunung dan Foto Bareng Deh

Taukah kamu, ternyata kemiringan pasir vulkanik saat kita mendaki sekitar 45 derajat dan waktu yang ditempuh sekitar 30-45 menit. Tergantung kita mendaki sambil lari atau menikmati pemandangan seperti aku, hehehe. Sesampainya di atas, kita bisa menyaksikan pulau-pulau lain yang mengelilingi Pulau Anak Kratau, seperti Pulau rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. 1000 tahun lalu, ketiga pulau itu bersatu padu menjadi gunung besar bernama Gunung Krakatau Purba. Tahun 400-an Masehi, Gunung Krakatau Purba meleturs dan menyisakan kaldera besar di Selat Sunda.

Akhirnya Foto Komplit Bareng Peserta Open Trip

Nah, kita cuman sampai puncak ini, nggak bisa ke puncak yang lebih atas lagi, karena gunungnya masih aktif. Jadi kalau mau foto-foto bisa di sekitar sini. Tapi tetep keren, dong! Bahkan ada teman dalam open trip kami yang niat banget bawa tenda kuning ini, mungkin buat properti foto mereka 😀 Dan di sini aku juga ketemu banyak teman baru dari berbagai profesi dan latar belakang. Inilah yang paling aku sukai dari travelling, bisa mengenal banyak orang dan bertukar cerita.

Mamah! Akhirnya Aku Sampai Anak Krakatau

Tonton juga keseruanku dan teman-teman open trip mendaki ke Anak Gunung Krakatau di sini 🙂

Pulangnya Mampir ke Lagoon Cabe

Lagoon Cabe, Surga Snorkeling di dekat Pulau Anak Krakatau
Apalah Daya Nggak Bisa Berenang, Foto di Atas Kapal Aja

Sebelum pulang, kami mampir ke Lagoon Cabe, letaknnya nggak jauh dari kawasan Gunung Rakata (Kratau Induk yang meletus tahun 1883). Inilah spot terkece untuk snorkeling. Airnya jernih dan kita bisa melihat terumbu karang hingga dasar laut. Oia kalo lagi snorkeling, jangan sampai merusak terumbu karangnya ya.

 

Salam Ceria,

 

Ini Penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan

Ternyata beginilah penampakan Rumah Jomblo di Kalimantan Selatan. Berdiri di atas tanah merah, kokoh tapi tetap sendiri.

Kalo dengar kata ‘Rumah Jomblo’ apa sih yang kamu pikirkan? Hehehe. Karena sering digaungkan oleh warganet di instagram, akhirnya aku penasaran juga. Liburan kali ini mencoba menjejakkan kaki kembali ke Pulau Kalimantan. Tapi tetep nggak bisa move on, larinya tetap ke Banjarmasin seperti 2 tahun lalu, ketika mendaki ke Bukti Lintang, Plaihari.

Tujuan utama adalah menyinggahi Rumah Jomblo ini, ya siapa tau pas ke sana rumah itu udah menemukan jodohnya. Tapi ternyata takdir berkata lain, masih tetap menjomblo. Oke, ada apa aja di Rumah Jomblo?

Lokasi Rumah Jomblo di Belakang Komplek Perumahan

Posisinya Ada di Balik Perumahan Graha Praja Idaman

Sebenarnya posisi Rumah Jomblo ini ada di kawasan Gunung Kupang. Awalnya aku dan temanku, Tungky, sempat nyasar. Harusnya kami belok ke perumahan tapi lurus-lurus aja dan menemukan penambangan pasir. Jadi, Rumah Jomblo ini letakkan kurang strategis bagi orang awan karena kita harus masuk ke Perumahan Graha Praja Idaman, Banjarbaru.

Spot Kece Untuk Merenung atau Mencari Ide

Kamu bisa merenung atau mencari ide di sini

Sambil memandang Rumah Jomblo dari kejauhan, ditemani sebuah pohon rapuh yang kering dengan tanah yang gersang menambah semarak suasana sendu siang itu. Kamu bisa mencari ide atau merenung tentang kehidupan ini. Selain itu spot ini juga bisa dijadikan buat foto feed instagram kamu juga, lho.

Penampakan Rumah Jomblo yang Sesungguhnya

Penampakan Rumah Jomblo yang Berdiri Kokoh
Di atas sini anginnya lumana kenceng

Rumah yang dibangun dari kayu usang dan lapuk dengan pintu dan jendela yang terbuka. Posisinya berada di atas gundukan tanah merah dengan tangga kayu di kanan kirinya sebagai spot untuk berfoto bagi para wisatawan lokal atau luar yang datang kemarin. Kanan kirinya juga ditumbuhi tanaman liar nemambah semarak keteduhan.

Asal Muasal Nama Rumah Jomblo

Dari mana sih asal usul nama rumah jomblo?
Datanglah hari biasa biar nggak terlalu ramai

Awalnya rumah ini nggak punya nama. Karena banyak remaja-remaja Banjarbaru yang mengetahui spot kece ini untuk sebuah ke-eksis-an, akhirnya mereka menamai dengan sebutan Rumah Jomblo. Apalagi posisinya yang menjulang tinggi dan sendiri menjadi daya tarik orang-orang untuk berkunjung ke Banjarbaru, termasuk aku yang jauh-jauh datang dari Jakarta, hehehe.

Siapa yang Menciptakan Rumah Jomblo ini?

Aku ditemani Tungky keliling Rumah Jomblo

Trus siapa sih yang bikin Rumah Jomblo ini? Kreatif banget deh! Jadi awalnya, kawasan ini adalah perbukitan dan akhirnya dijadikan lahan perumahan. Lalu para pekerja membuat pondok untuk istirahat yang sederhana di perbukitan, dan mengeruk tanahnya lebih rendah untuk dijadikan kawasan perumahan. Sehingga yang tertinggal adalah Rumah Jomblo ini.

Kamu bisa cobain ke sini saat sunset atau siang hari, karena gambarnya bakal bagus banget. Trus bisa juga nyobain bikin foto prewedding di sini, hehehe. Gimana, tertarik buat berkunjung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan?

 

Salam Ceria,

Cinematic Video : Banda Neira Sampai Jadi Debu

Selamanya, sampai kita tua, sampai jadi debu. Ku di liang yang satu, ku disebelahmu. Cuplikan lirik dari Banda Neira yang selalu membuat hati bergetar.

Semua lagu-lagu yang dinyanyikan Banda Neira selalu bikin hati bergetar dan bulu roma bergidik. Entah kenapa tiap liriknya itu pas banget untuk menikmati hidup yang penuh dengan lika liku permasalahannya. Setelah mendengarkan liriknya, pikiran jadi lebih tenang. Aku memilih lagu “Sampai Jadi Debu” untuk eksperimen pertama video cinematic yang aku bikin.

Oke, ngomong-ngomong tentang Cinematic Video, udah dari lama pengin banget bikin video kayak gini. Cuman belum menemukan partner yang pas (tentunya yang sabar dan yang bisa diajak ngakak bareng, hahahaha). Akhirnya ketemu temen yang bisa memenuhi ekspektasiku dengan konsep yang bisa dibilang tahu bulet digoreng dadakan.

Liriknya :

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersamamu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

***

Aku membuat konsep yang berbeda, dimana ketika lirik tersebut dilihat dari dua sejoli yang akhirnya bertemu. Di sini aku ingin memperlihatkan perjuangan seseorang yang tetap bertahan dalam kesendirian untuk menemukan pasangan yang tepat. Dia menjelajah waktu dan tempat, menikmati setiap proses hingga menjadikannya dewasa. Lalu disuatu momen akhirnya dia menyadari, hal yang utama adalah bisa mencintai dan menerima diri sendiri, barulah ia bahagia.

Dan lokasi yang pas dengan penggabaran ini adalah Gunung Batu Lembang. Ya… ternyata susah juga mencari gunung yang nggak terlalu tinggi ini. Kita harus masuk ke perumahan, lalu pakai acara nyasar dulu. Dan setelah bertanya dengan warga sekitar, ternyata gunungnya ada di depan kami (padahal kami sudah lewat hampir 3x)

Jalur masuknya kita melewati jalan setapak menuju perkebunan, kalau naik mobil harus diparkir di bawah karena hanya bisa dilewati pejalan kaki, sepeda, dan motor. Lalu kita akan mendaki sekitar 10-15 menit. Ada dua jalur, jalur esktrim bebatuan atau jalur landai tanah basah. Hal yang nggak terlupakan adalah temenku kena ulet bulu pas videoin dari semak-semak (hiks, maaf ya, jadi bentol-bentol dikecup ulet bulu, hehehe).

Akhirnya jadilah video cinematic ini. Selamat menikmati!

 

Salam Ceria,

Perlu Renovasi Rumah? Pakai Kredit Renovasi Rumah Aja!

Genteng rumah bocor? Cat dinding mengelupas? Kayu makin lapuk? Saatnya renovasi rumah biar lebih nyaman. Nggak usah khawatir sama dananya, kamu bisa gunakan kredit renovasi rumah.

Kredit Renovasi Rumah? Emang ada ya? Pertanyaan itu muncul ketika kita ingin merenovasi rumah. Karena selama ini kita harus menguras tabungan untuk membenahi rumah yang butuh perawatan ekstra. Nah, kalau ada uang dalam tabungan masih aman, kalau ini benar-benar nggak ada budget dan rumah harus direnovasi, gimana ceritanya, dong? Trus persiapan apa aja sih yang harus dilakukan sebelum merenovasi rumah?

List dan Survey Harga di Toko Bangunan

(sumber : pixabay)

Sebelum memutuskan merenovasi rumah, alangkah baiknya kita bikin perencanaan matang seperti menentukan biaya dengan cara survey harga dulu. Setelah itu buat anggaran biaya untuk bagian rumah mana yang harus direnovasi. Misalnya kamar tidur anak yang bocor kalau hujan atau ruang keluarga yang cat dindingnya sudah mengelupas dan berjamur.

Siapkan Sumber Dana untuk Renovasi Rumah

(sumber : pixabay)

Setelah mengetahui besaran anggaran untuk merenovasi rumah, sekarang saatnya menentukan dan menyiapkan sumber dananya. Nah, kalau kebutuhan merenovasi ini bersifat mendesak dan dana kita nggak cukup, jangan khawatir. Sekarang ada kredit renovasi rumah yang aman. Syaratnya mudah dan pencairan dananya termasuk cepat. Kamu bisa memilih pengajuan pinjaman mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 20 juta. Menariknya lagi bunga yang ditawarkan flat dan jangka waktu pengembalian bisa mencapai 20 bulan lho.

Buat Alokasi Pembangian Anggaran

(sumber : pixabay)

Nah, sekarang udah dapet dana kredit renovasi rumah yang aman, kan. Saatnya membuat membuat anggaran yang terealisasikan seperti membeli bahan-bahan ditoko bangunan, menyewa tukang bangunan, dan sebagainya. Eits, jangan mudah tergiur dengan barang-barang atau bahan yang tidak dibutuhkan. Biasanya ketika kita ingin merenovasi dapur, lalu tergiur untuk membeli perabotan dapur. Wah, bisa tekor nih!

Saatnya Merawat Rumah yang Sudah Direnovasi

(sumber : pixabay)

Rumah udah kembali nyaman sedia kala kan? Kamu nggak perlu khawatir karena semua sudah direnovasi dengan rapi. Saatnya kita merawat apa yang sudah dibenahi. Dan artinya kita harus siap untuk membayar cicilan kredit renovasi rumah yang kita pinjam di awal tadi. Rumusnya gimana sih? Kamu perlu menghitung rasio total utang dan cicilan yang lebih dari 40% dari pembahsilan bersihmu.

Sekarang nggak perlu pusing mikirin dana untuk renovasi rumah, ya. Semoga solusi ini bisa membantu kamu untuk merenovasi rumah dalam waktu cepat. Nggak perlu takut mencoba kredit renovasi rumah jika memang dibutuhkan.

 

Salam Ceria,

 

 

Pengalaman Pasang Behel di Dokter Gigi

Siapa bilang pasang behel itu buat gaya-gayaan? Ternyata pasang behel gigi itu bisa membuat gigi dan mulut lebih sehat lho!

Dari kecil memang udah nggak asing sama dokter gigi, kenapa? Karena dari kecil selalu langganan ke dokter gigi buat cabut gigi atau tambal gigi karena gigi berlubang. Dan selalu dapet dokter gigi cowok dan tambah semangat kalau dapet dokter gigi ganteng, hehehe. 8 bulan lalu aku pun memutuskan untuk pasang behel. What!?! Iya behel…. dan nggak pernah sekalipun kepikiran mau pasang.

Diskusikan Dulu Sebelum Pasang Behel

Om Robert, Tante Mince, dan Mba Perawat Gigiku

Sebelum pasang behel, pastikan kamu berdiskusi dulu dengan dokter gigi yang kamu percaya untuk merawat gigimu. Ya, kalau gigi kita ternyata bagus dan nggak kenapa-kenapa mendingan nggak usah dibehel. Jadi kenapa aku memutuskan behel-an? Karena gigiku berantakan, bahkan gigi geraham ada yang miring karena gigi depan-nya udah nggak ada. Selain itu karena gigi yang maju mundur bikin sisa makanan nyelip dan itu kadang yang bikin gigi berlubang.

Setelah diskusi, dokter gigi akan menyarankan kamu untuk rotgen gigi panoramic, beliau akan memberikan surat pengantar ke rumah sakit atau kalau aku ke Parahita Diagnostic Center. Selanjutnya kita kembali deh ke dokter gigi kita. Aku memilih Dr. Robert Halim, yang biasa aku panggil Om Robert, untuk merawat gigiku mulai dari penambalan gigi berlubang yang nggak sama sekali dan beliau sangat sabar dan suka becanda, hehehe. Serunya lagi, kalau setiap kontrol, selalu ditemani Tante Mince (istrinya Om Robert). Mereka bedua so-sweet banget deh, baru aku menemukan dokter gigi yang seromantis mereka.

Pilih Behel atau Bracket yang Kamu Mau

Pilihan Jatuh Pada Damon System Bracket

Oke, karena sempat takut mau pasang behel. Akhirnya tanya temen-temen yang udah pengalaman dan rata-rata emang bilang bakal ngilu dan bikin kurus! hahaha. Dan setelah merasakan selama 8 bulan berjalan, emang bikin kurus, tadinya beratku 55 kg jadi 45 kg dong! Balik lagi ke pilihan behel yang kamu mau, ini bisa didiskusikan sebelum pemasangan sehingga kamu tau berapa besar biaya yang bakal kamu siapkan.

Ternyata banyak banget tipe bracket atau behel ini. Ada metal bracket, ini behel paling banyak dipakai orang dan biasanya tiap bulan harus kontrol buat ganti karet. Jadi kamu bisa pilih karet warna warni kesukaan kamu. Cuman kalo yang ini, beuuh…. ngilunya atas bawah, cyin. Trus sodaraku yang paket metal braket ini, suka ketelen karet-karet warna warninya. Ada juga transparant bracket, behel transparan yang nggak bakal kelihatan dan terbuat dari ceramic atau saphhire. Kalo behel ini cocok buat gigi-gigi yang udah rapi karena kekuatannya dibawah metal bracket.

Lalu yang paling canggih teknologinya, namanya damon bracket (self-ligating). Damon bracket ini nggak sakit sama sekali, nggak ngilu. Ya cuman penyesuaian aja di mulut karena ada sesuatu yang bikin bibir jadi monyong dan benda yang menggesek sehingga membuat sariawan (kayaknya ini semua jenis behel ya). Serunya lagi behel ini lebih kuat karena ada penguncinya, jadi nggak perlu pakai karet yang suka copot-copot. Dan perubahannya lebih cepat dibandingkan behel yang lain. Karena gigiku emang butuh perawatan ekstra, akhirnya aku memilih behel damon. Untuk kisaran harganya sekitar Rp 10.000.000 +++ (pemasangan gigi atas dan bawah). Foto di atas, baru 2 minggu yang lalu, gigi atas ditambahin karet buat merekatkan gigi, jadi ditambahkan karet memanjang seperti itu berwarna biru.

Bagian Paling Seru adalah Cetak Gigi Palsu

Gigi Tampak Depan. Gigi Kelinci Kurang Rapi dan Geser

Nih yang bikin gigi kayak mau runtuh rahangnya ini pas lagi ngelepas cetakan gigi palsu. Hahaha, rasanya semriwing deh. Sebelum lanjut proses pemangan behel, Om Robert bakal nyetak gigi palsuku dan biar ketauan ini lho bentuk asli gigiku.

Pertama, gigi depanku, terutama gigi kelinci itu nggak rata, jadi ada yang maju dan menimpa gigi sampingnya. Karena nggak rata jadi suka bikin gigi berlubang. Selain itu, gigi yang sehat dan rapi itu diambil garis lurus dari hidung, antara gigi kelinci harus pas, kalau gigiku nggak lurus jadi agak bergeser. Ini yang harus diperbaiki lewat pemakaian behel.

Gigi Samping Atas Berantakan Kekanan Kiri
Gigi Samping Ini Lumayan Rapi

Kenapa Pilih Dental Clinic by Drg. Robert Halim?

Ruangannya Bersih dan Alatnya Canggih

Awalnya tanya temen kantor lama, dokter gigi dekat kantor dimana? Karena sebelumnya aku ngantor di daerah Kemang dan cari yang deket di daerah Pasar Minggu. Lalu direkomendasikan Dental Clinic Drg. Robert Halim. Pas sekali dateng ternyata cocok dan memilih Om Robert untuk membantu proses pemasangan dan perawatan behel-ku.

Ruangan dokter gigi-nya homie banget, bahkan nggak ngerasa ngeri. Bahkan pas dipasang behelnya aku sempat tidur, huehehehe. Apalagi asisten Om Robert juga sigap, aku suka sekali perawatan mereka. Nggak cuman itu, Tante Mince juga membantu buat ngatur jadwal kontrol behelku secara fleksibel. Jadi kalau kamu mau pasang behel atau sekedar merawat gigimu bisa mampir ke sini atau bisa WA untuk tanya jadwal di 0816-798-727. Patokannya adalah belakang Masjid Al- Ikhlas Jatipadang yang arah mau ke TB Simatupang.

Pasang Behel Berarti Harus Komitmen dan Konsisten

Konsisten Buat Kontrol Behel

Ketika kamu memutuskan untuk pasang bracket atau behel, pastikan kamu harus siap untuk berkomitmen dan konsisten menjaga kelangsungan behel digigimu. Kenapa? Karena kita harus kontrol setiap bulan untuk memastikan gigi kita berubah secara benar, atau tiba-tiba kawat putus, karet lepas, dan lain-lain. Selain itu harus konsisten menjaga kebersihan gigi 2x lebih ekstra peduli setelah pakai behel. Kenapa? karena akan lebih sering sisa makanan nyangkut dan butuh kesabaran saat sikat giginya.

Gimana siap kan mau pasang behel? Tapi pastikan kamu ke dokter gigi yang berpengalaman dan yang rajin kontrolnya ya. Semoga bisa membantu buat kamu yang galau mau pasang behel, hehehe.

 

 

Salam Ceria,

Cara Belanja Furniture di IKEA Alam Sutera, Temukan Jawabannya di Sini!

Belanja Furniture di IKEA Alam Sutera itu seru banget lho! Kamu bisa dapat referensi lalu pilih barang dan cobain self service sebelum bayar ke kasir.

Cari barang-barang buat menghias kamar? Atau lagi bingung cari referensi buat ngedekor ruangan di rumah? Pengin beli furniture buat rumah baru kamu? Nah, pas banget nih! Aku mau review keseruanku mampir ke IKEA Alam Sutera dan gimana sih cara belanja di IKEA yang menerapkan sistem ‘self service’.

IKEA itu adalah sebuah perusahaan ritel perabot rumah tangga yang berasal dari Swedia lalu bikin cabangnya di Indonesia, tepatnya di Alam Sutera. Selain itu kamu juga bisa ngelihat katalog-katalognya secara online di sini. Tapi kalo yang penasaran dan pengin nyobain pegang langsung bahan-bahannya bisa langsung mampir ke IKEA Alam Sutera.

Siapkan Waktumu Keliling IKEA

Udah siap keliling IKEA?

Kalau mau keliling IKEA yang super luas ini, jangan sampai kesiangan. Kalau bisa jam 10 kamu udah ada di showroomnya. Kenapa? Karena luas banget dan nggak bakal puas kalau cuman 1-3 jam keliling. Apalagi mereka menawarkan hampir lebih dari 30 room sample yang bisa jadi inspirasimu utuk membeli furniture rumah tangga. Tapi tenang, kamu nggak bakal kelaparan kok, karena di sini juga disediakan food court buat mengganjal perut yang keroncongan.

Cari Inspirasi di Showroom IKEA

Inspirasi untuk Living Room di rumah
Inspiari Kamar Tidur yang Super Elegan
Interior Living Room ala IKEA
Furniture Unik dan Kece dari IKEA

Buat kamu yang masih bingung mau ngedekor ruangan atau mau beli furniture apa sih buat rumah baru atau kamar di kosan. Tenang! IKEA bakal kasih kamu ide-ide cemerlang di bagian showroom. Di sini kamu bakal dimanjakan oleh inspirasi untuk furniture ruangan di rumah, seperti living room, kitchen, bath room, dining room, dan masih banyak lagi.

Siapkan Kamera HP untuk Berfoto

Nge-teh seru bareng keluarga di living room IKEA
Nyamannya Bedroom Inspiration dari IKEA
Bersantai di sofa yang nyaman
Kalau Dapurnya Begini Jadi Hobi Masak
Meja belajar simple tapi menarik

Serunya kamu di sini bisa berfoto di beberapa showroom yang disajikan oleh IKEA. Jadi kamu bisa punya inspirasi mau mendekor seperti apa sesuai keinginanmu. Eits… tapi sebenarnya di sini nggak boleh pakai kamera, bolehnya foto-foto pakai hape. Jadi kemarin sempat dikasih tau sama satpam 3x (hahaha…. ya sama satpam yang berbeda, tapi demi mendapatkan foto dan hasil vlog yang kece, ya begitulah). Tapi alhamdulilah dimudahkan kemarin, karena niatnya mungkin nggak macem-macem, cuman buat bikin konten menarik untuk dibagikan ke teman-teman 😀

Begini Lho Cara Belanja Furniture di IKEA

Foto price tag barang yang kamu inginkan
Pilih Furniture yang Kamu Inginkan

Ternyata belanja di IKEA itu berbeda dengan kalau kita belanja furniture di tempat lain. Di sini unik banget. Pertama, kamu akan disajikan beberapa contoh interior dari ruangan di suatu rumah, seperti kamar mandi, kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan lain-lain. Lalu kamu bisa pilih furniture yang mana nih yang kamu inginkan dengan memotret informasi lokasi produknya nanti. Setelah itu kamu akan mengambil sendiri sesuai informasi tersebut. Nah, biar gak penasaran, tonton videonya di atas ya.

Gimana seru kan belanja di IKEA? Kamu bisa belajar untuk menentukan mana yang harus dibeli mana yang cuman pengen aja, karena kamu sendiri yang harus mengambil barang-barang itu di gudangnya iKEA 🙂 Jadi tunggu apalagi? Mampir yuk ke Alam Sutera!

 

 

Salam Ceria,

Surga Indah Air Terjun Tegenungan Bali

Air Terjun Tegenungan bisa jadi wisata alam yang kamu cobain ketika mampir ke Bali. Medannya nggak terlalu sulit tapi pemandangan indah bisa kamu rasakan di sini.

Jalan-jalan ke Bali belum lengkap kalo kamu nggak mampir ke Air Terjun Tegenungan. Lokasi air terjun ini ada di Desa Kemenuh, Gianyar, Bali. Kali ini aku dan dua temanku naik motor sewaan selama di Bali. Karena nggak ngerti daerah ini, alhasil kami mengandalkan yang namanya “google maps”. Untung, jalannya nggak begitu ribet dan terpampang jelas plang tulisan objek wisata satu ini.

Penampakan Air Terjun Tegenungan dari Pintu Masuk

Sesampainya di sana, kami membeli tiket masuk seharga Rp 15.000 (menurutku lumayan mahal, tapi worth-it dengan fasilitasnya yang udah bagus, seperti anak tangga yang nyaman dan keamanannya). Buat kamu yang mau berenang di bawah nanti juga ada loker untuk menyimpan tas. Ini sangat membantu banget, soalnya kami abis check out dari hotel dan mampir ke sini dulu sebelum check in ke hotel berikutnya. Aliran Air Terjun Tegenungan termasuk deras banget kemarin karena masuk musim penghujan dan airnya agak kecoklatan. Tapi tetep kece buat menikmati percikan airnya.

Siap Basah-Basahan di Air Terjun Tegenungan

Ternyata air terjun yang memiliki ketinggian 15 meter ini nggak hanya memukau turis lokal kayak kami tapi juga turis asing dari berbagai negara. Bahkan lebih sering berpapasan sama turis asing daripada warga lokal. Sayangnya, kita nggak boleh berenang dan mendekati aliran air terjun karena musim penghujan. Jadi cuman boleh foto-foto lucu aja.

Menikmati Air Terjun Tegenungan dari atas

Kurang seru kalo udah sampai ini cuman foto-foto tanpa explore lebih dalam. Penasaran nih, kira-kira apa yang di atas aliran Air Terjun Tegenungan ini? Karena ada tangga menuju ke atas. Akhirnya memutuskan naik ke atas bareng Mira. Oops… ternyata harus bayar lagi tiket ke atas karena beda management. Baiklah, kami menyeluarkan uang Rp 10.000 untuk tiketnya. Melewati anak tangga yang tinggi sempat gentar tapi kudu semangat dan di atas sini masih ada aliran air dan air terjun mini ditambah dengan “holly water” yang bisa diminum langsung atau mau sekedar cuci muka.

Spot Terbaik buat foto di Air Terjun Tegenungan

Aha! Inilah spot terbaik buat kamu menambah daftar feed instagram-mu di Air Terjun Tegenungan. Untuk mencapai spot terbaik ini, kamu harus naik anak tangga dan melipir sedikit di bibir tebing. Tapi nggak usah takut karena di sini dijaga oleh Bli Nyoman yang siap membantu kamu untuk memotret. Dulunya di sini pernah ada Bungee Jumping, tapi udah tutup karena bangkrut. Duh kalo masih ada beneran deh, pengen nyobain langsung. Hehehe.

Belajar Jadi Model Dulu

Setelah meng-explore bagian atas Air Terjun Tegenungan, di bawah kamu juga bisa mencoba pemandian air suci juga. Lokasi pemandian air suci itu ada di samping penyewaan loker sebelum tangga ke atas.

Penasaran gimana serunya jalan-jalan di Air Terjun Tegenungan? Nonton rame-rame yuk BetaVlog dan jangan lupa SUBSCRIBE ya 🙂

 

 

Salam Ceria,

Liburan ke Pulau Pramuka Bikin Gak Mau Pulang

Pulau Pramuka bisa jadi destinasi liburan akhir pekanmu atau hanya one day trip juga bisa. Kamu bisa menikmati moment seru dan birunya laut di sana.

Siapa bilang ke Pulau Pramuka nggak bisa sehari PP? Nah, kamu bisa cobain akhir pekan nanti buat jalan-jalan keliling Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta. Apalagi kalo udah lelah sama yang namanya kerjaan nggak ada habisnya atau revisi skripsi dari dosen. Tapi bakal lebih puas kalo kamu nginep sih, sebenernya karena laut birunya Pulau Pramuka bikin nggak mau pulang.

Berangkat Pagi dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angka

Naik Kapal dari Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke

Saking semangatnya, aku dan 2 temanku berangkat jam 4 pagi dan tentunya kepagian sampai pelabuhan, hehehe. Sesampainya di sana, masih gelap dan sepi. Lalu kita sarapan dulu sambil nunggu konter penjualan tiket dibuka (oiya, bukanya jam 6 ya konter tiketnya). Untuk harga tiket Rp 50.000 ke Pulau Pramuka dan kami naik kapal K.M Albahiro. Kapalnya bersih dan nyaman. Saranku, kamu naiknya di atas aja, biar nggak mual dan bisa foto-foto lucu di atas kapal.

Kalau kamu memutuskan kayak aku, PP Pulau Pramuka – Jakarta, sebaiknya pas sampai lokasi langsung beli tiket pulang. Memang harganya lebih mahal sekitar Rp 100.000 karena naik speed boat menuju Pelabuhan Marina, Ancol. Tapi sebanding-lah dengan waktu tempuh dan fasilitasnya, nggak berasa ombaknya walaupun kenceng ya dan pakai AC lho. Waktu kepulangan pukul 14.30 WIB (jadi kita udah siap pukul 14.00 WIB). Jangan kaget, kalau pas nyampe langsung dikecengin sama mas-mas di sana nawarin tiket pulang atau penginepan.

Susur Bibir Pantai dan Manjakan Birunya Laut

Kapal Kayu Cocok Buat Feed Instagram

Saatnya jalan-jalan keliling Pantai di Pulau Pramuka. Hal yang terucap ketika sampai adalah ngucapin “Subhanallah”, gimana nggak, semua serba biru, cerah, dan memukau. Alhamdulilah pas ke sana dikasih cerah sama Allah, jadi benar-benar seperti lukisan Illahi. Lautnya kehijauan dengan terumbu karang dan ganggang laut yang terlihat kasat mata. Angin sepoi-sepoi menerpa jilbab dan wajah ini.

Birunya Nggak Nyantai Nih. Pengen Nyebur!

Karena niat awalnya memang cuman ‘One Day Trip at Pulau Pramuka’, jadi kami nggak bawa baju ganti. Lalu menyesal karena melihat birunya laut a.k.a pengen langsung nyebur. Hehehe. Ya udah kita keliling aja udah seneng banget kok, apalagi dapet foto-foto kece. Oia, jangan lupa bawa payung atau topi ya, biar muka nggak gosong dan sebelumnya pakai sunblock dulu. Trus yang lagi galau bisa juga nih, duduk di pinggir pantai sambil berendam kaki (tapi nunggu agak sorean aja).

Cobain Telur Gulung Ibu Iin. Enak Deh!

Telur Gulung Bu IIn Wajib Coba

Sesampainya di Pulau Pramuka, waktunya makan siang, tapi berhubung warungnya rame banget dan ada warung sepi tapi nasinya belum mateng, akhirnya kami bertiga jajan telur gulung Bu Iin. Kenapa aku merekomendasikan beliau? Karena telur gulungnya enak banget! Mungkin kalau yang lain bikin beginian lebih banyak airnya, kalau dia nggak takut rugi alias nggak pakai air murni telur. Makanya enak banget. Kalo mampir ke Pulau Pramuka jangan lupa beli di Bu Iin ya, guys!

Menjelajah Pulau Pakai Cano, Boleh Juga Tuh!

Kamu Bisa Sewa Cano Ini Lho

Buat kalian yang bisa main Cano, bisa juga sewa lho. Di sana juga menyewakan olahraga air yang satu ini. Tapi karena aku nggak bisa renang dan nggak bisa naik Cano, jadinya cuman difoto-foto aja. Kalau nggak salah sewa Canonya sekitar Rp 20.000.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan susur pulau kembali (ya, kami benar-benar mengelilingi pulau lho) bahkan melewati sisi lain Pulau Pramuka yang nggak pernah terbayangkan, yaitu tempat pembuangan sampah dan ketemu Kadal raksasa yang kalo lari suara hentakannya kenceng banget (bikin kami panik semua dan lari terbirit-birit). Kamu juga bisa mampir ke Penangkaran Penyu dan Satwa. Kabar gembiranya lagi, nanti Pulau Pramuka bakal ada jembatan keliling hutan bakau, tapi saat ini masih dibangun.

Pemandangan Dermaga di Pulau Pramuka

Spot Kece Buat Merenung di Pulau Pramuka

Spot Kece Buat Merenung

Sebelum pulang, kami menuju dermaga kayu yang bikin kamu tambah takjub sama Pulau Pramuka. Karena dermaga ini perbatana laut dangkal dan dalam. Coba lihat warna lautnya antara biru tua dengan biru muda kehijauan. Di sini angin dan ombaknya kencang sekali, jadi hati-hati ya. Trus di sini juga tempat orang nyobain snorkeling.

Sehari di sini seru banget apalagi kalau kamu punya waktu menginap pasti bakal lebih puas deh. Tapi kalau impulsif pengen refreshing kayak kami bisa cobain one day trip ala Beta. Hehe.

Salam Seru dari Kami Bertiga (Mira, Beta, Fadli)

Buat kamu yang masih penasaran kayak gimana Pulau Pramuka dan kegiatan kami ngapain aja di sana? Tonton juga yuk BetaVlog di sini. Jangan lupa SUBSCRIBE ya 🙂

 

Salam Ceria,

Ini Lho Biaya Persalinan RS Hermina yang Harus Kamu Tau

Ketika memutuskan untuk memiliki anak, kamu juga harus menyiapkan biaya persalinan dengan cerdas. Lalu berapa besar biayanya? Simak di sini.

Buat ibu-ibu muda pasti excited kalo ngomongin tentang hamil dan persiapan untuk persalinan, seperti biaya persalinan di RS Hermina. Bahkan untuk calon ibu muda wajib mengetahui juga lho, berapa sih kira-kira biaya persalinana nantinya. Nah, kali ini aku mau ngebahas tentang biaya persalinan khususnya di RS Hermina.

(source : pixabay)

Ketika ngomongin tentang biaya persalinan, tentunya kita membutuhkan biaya melahirkan yang prosesnya nggak bisa kita lakukan sendiri dan harus dibantu oleh dokter kandungan atau bidan. Kamu juga harus mulai mencari informasi tentang biaya persalinana sebelum atau saat sedang hamil. Biaya persalinana itu biasanya ditulis di beberapa website RS, tapi ada yang mengharuskan kita datang ke sana. Tapi tenang 😀 Sekarang kan jaman digital, kita bisa tau informasi dari blog.

Sebelumnya, kamu bisa menentukan dulu jenis persalinannya, apakah normal atau caesar. Pastinya sebelum memilih diskusikan dengan dokter kandungan atau bidan yang sudah dipilih selama proses hamil. Sudah menjadi rahasia umum, biaya persalinana caesar akan jauh lebih mahal dibandingan persalinana normal. Kenapa lebih tinggi? Karena persalinana caesar membutuhkan penangana medis spesialis dan peralatan yang lebih kompleks.

Trus, jumlah biaya persalinan itu dilihat dari apa aja sih?

1. Tarif Melahirkan Normal

Perkiraan biaya persalinana normal saat ini sekitar 1-5 juta (bidan) atau sekitar 3 juta ke atas (RS). Ini tergantung rumah sakit atau klinik bidan yang dipilih.

2. Tarif Melahirkan Caesar

Perkiraan biayanya akan lebih besar dari persalinana normal, kisaran harganya bisa mencapai belasan juta hingga puluhan juta, hal ini tergantung rumah sakit atau klinik bidan yang dipilih.

3. Pilih RS atau Klinik

Tiap RS atau Klinik memiliki estimasi biaya yang berbeda-beda, hal ini tergantung dengan fasilitas yang ditawarkan. Selain itu juga dari reputasi rumah sakit.

4. Penanganan Saat Persalinana

Penangana khusus ketika ibu melahirkan atau misalnya sang ibu memiliki riwayat penyakit tertentu sehingga butuh dokter spesialis itu juga akan menambah biaya persalinana.

5. Tipe Kamar Pasca Melahirkan

Setelah proses melahirkan, kita harus memilih jenis kamar, apakah kamar tipe standar atau VIP. Semakin lengkap fasilitas yang ditawarkan, semakin tinggi biaya yang harus kita bayar.

6. Perawatan Pasca Melahirkan

Setelah proses persalinan normal, seorang ibu membutuhkan waktu perawatan 2-3 hari sedangkan persalinan caesar membutuhkan 4-5 hari. Tapi perawatan akan lebih lama ketika, bayi atau ibu membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini juga mempengaruhi biaya yang harus dibayarkan.

Lalu, berapa sih biaya persalinana di RS Hermina? Kamu bisa melihat ditabel berikut ini.

Biaya Persalinan RS Hermina

Kamu bisa memperkirakana biaya persalinana sejak dini dan mempersiapkan semaksimal mungkin. Karena setiap pasangan pasti ingin proses melahirkan yang lancar. Kamu hanya perlu mengumpulkan informasi yang dan memperkirakan biaya apa saja yang harus disiapkan selain biaya persalinana. Persiapan yang matang akan jauh lebih baik kan?