Rindu Gunung atau Rindu Kamu?

Waktu tak dapat diputar
Waktu tak dapat diulur
Berjalan tanpa rencana
Menjelma bagai gembala

Wahai Gunung, kau terpampang bagai kidung
Menyapa lembut disetiap sudut
Kicauan burung, deru serangga hutan berdendang
Aroma tanah, desiran angin membelah

Ingin ku kunci waktu saat ini
Biarlah aku menikmatinya hingga membeku
Ingin ku ulang setiap langkah
Biarlah aku merasakan segar air dari hulu

Penat yang memekat hilang bersama kabut
Gelisah yang membuncah menguap
Dan kau pun datang mengulur rasa yang tak terukur
Kau buat hati ini menderu sedan

Wahai Gunung, kau penghilang dahaga hati yang gersang
Kau biarkan dia menyemaikan rindu
Kau ajarkan dia menanam perhatian
Kau buat dia mengukir cerita bersamaku

Pada akhirnya, kini rindu yang menyisa
Hanya rindu yang terus menderu
Tanpa ada muara yang menjadi persinggahan
Apakah aku rindu gunung atau rindu kamu?

 

Madiun, 4 April 2018. Pukul 13.39

Advertisements

11 thoughts on “Rindu Gunung atau Rindu Kamu?

  1. Irpanisme says:

    Halo mbak,
    Kenalkan saya Irpan. Senang rasanya bertemu dengan sesama yang suka berpuisi.

    Puisi mbak diatas menginspirasi saya untuk membuat puisi juga. Namun ini berdasarkan cerita versi saya, tidak ada hubungannya dengan cerita di puisi-nya mbak. ^_^

    Demikian puisinya:


    Air mengalir
    Membentuk saluran kecil
    Lelehan salju terakhir
    Di puncak gunung terpencil

    Bunga musim semi
    Menggeliat mekar
    Cerah warnanya
    Dihangati cahaya mentari

    Seekor tupai tampak sibuk
    Berlari kesana-kemari
    Ke pohon satu dan turun lagi
    Kembali kepada yang dia cintai

    Aliran air ini akan sampai di laut
    Berkumpul dengan air-air dari gunung yang lain
    Dan… juga dari gunung indah itu
    Gunung kenangan kerinduan
    Tempat sebuah cerita bermula

    Kupetik satu bunga
    Lalu segunung rindu ini
    Kutuang pada tiap helai kelopaknya
    Seindah ucapan kasih kubisikan

    Lalu bunga tersebut ku larung
    Pada saluran air kecil
    Yang nanti bertemu laut
    Dan bertemu air dari gunung kenangan kerinduan

    Kuharap segala gundah sedu sedan
    Bisa sampai kepadanya
    Betapa aku disini
    Merindukannya…


    Terima kasih, maaf kalau banyak kekurangan ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.