Pendakian Dadakan ke Anak Gunung Krakatau

Rindu gunung akhirnya terobati ketika bisa menginjakkan kaki ke Anak Gunung Krakatau. Lampung menyimpan banyak wisata untuk dijelajahi. Sudah siap kah?

Welcome to Lampung! Nggak kepikiran bisa menginjakkan kaki ke kota ini. Beberapa bulan yang lalu sempat diajakin mendaki ke Anak Gunung Krakatau tapi aku-nya malah mendaki ke Gunung Prau. Ya udah, kalo jodoh nggak bakal kemana, dan akhirnya jodoh-pun datang. Tiba-tiba temanku menawariku buat ikutan open trip ke Lampung, salah satu jadwalnya ada pendakian ke Anak Gunung Krakatau dan jalan malam itu juga. Wow!

Siap Menjelajah Lautan di Lampung

Penjelajahan Dimulai dari Dermaga Canti

Sesampainya dari Pelabuhan, kami menuju Dermaga Canti untuk beristirahat di Pulau Sebesi, sebelum besok subuh menuju ke Pulau Anak Gunung Krakatau. Siap-siap mabuk laut nih, hehehe. Tapi entah kenapa aku selama ini kalo naik kapal apapun nggak pernah jekpot, paling mentok mual dan pusing kalo ombaknya nggak santai. Mungkin karena mensugestikan ke diri sendiri, “Plis Bet, jangan muntah, malu-maluin, nanti kalo udah sampai daratan kita makan enak.” Tips biar nggak muntah, duduklah disebelah nahkoda atau di atas sekalian panas-panasan.

Mampir ke Pulau Sebuku Besar, Lautnya Hijau Banget

Ternyata lautan di sekitar Lampung itu indah banget, dikelilingi perbukitan, air lautnya masih jernih dan banyak terumbu karang. Ya, aku hanya bisa menyaksikan dari atas kapal udah seneng. Nggak suka basah-basahan (red. nggak bisa berenang).

Aku dan Helda, Teman yang Menawari Liburan Dadakan

Istirahat di Pulau Sebesi Sebelum Esoknya Mendaki

Dermaga Pulau Sebesi

Kita bisa melihat sunset di Pulau Sebesi, pantainya juga bagus. Sambil minum es kepala muda kita bisa jalan-jalan di tepi pantai. Seru kan! Nah, kami istirahat di penginapan pinggir pantai, jadi ketika pagi membuka mata, langsung dimanjakan oleh deburan ombak dan pasir pantai yang masih putih.

Anak Gunung Krakatau, Aku Datang Kepadamu!

Pemandangan Laut Menuju Pantai Anak Gunung Krakatau

Penjelajahan yang sebenarnya dimulai dari dermaga Pulau Sebeli menuju Pulau Anak Gunung Krakatau. Karena kita harus bangun pagi-pagi buta dan menempuh perjalanan lebih dari 3 jam. Tadinya mau naik di atas kapal, cuman disaranin sama temen mending di dalam karena masih gelap, takut kalo aku jatuh nggak ada yang tau. Oke, aku duduk di dalam, belum 5 menit, langsung pusing dan mual karena melihat teman-teman di dalam pada ‘jakpot’ semua.

Akhirnya aku pun berdiri dipinggir dengan setengah badan menghadap keluar. Subhanallah banget deh, ombaknya tinggi dan nggak santai banget, ini kapal bisa oleng, Kapten! Hehehe. Muka udah kecipratan air laut dan celana sebagian basah karena air masuk ke dalam kapal. Sejatinya, aku mual dan pusing karena maag kambuh, belum sarapan (dasar tukang makan! :p). Mau minta persediaan makanan tapi aku berpencar dengan temanku, dia ada di atas dan susah terjangkau.

Mengenal Anak Gunung Krakatau Lebih Dekat

Medan Anak Gunung Krakatau, Pasir dan Kerikir

Sesampainya di Pulau Anak Gunung Krakatau, kami serombongan sarapan dulu. Karena pulau ini adalah kawasan Cagar Alam yang dilindungi jadi nggak ada tuh namanya orang jualan atau warteg yang jualan makanan. Jadi kita harus bawa persediaan makanan dan sampahnya dibawa kembali.

Pulau Anak Gunung Krakatau ini luasnya sekitar 320 Ha dan tak berpenghuni. Paling isinya cuman penjaga pulau. Anak Krakatau ini merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif di Selat Sunda (ya, selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera). Waktu ideal buat mendaki adalah pagi hari supaya nggak melepuh kena sinar mentari siang.

Saat Menanjak Lihatlah Kebelakang, Hamparan Laut Menjelma Nyata

Pemandangan di sini juga indah, kita akan masuk ke dalam hutan pinus dan semakin mendekati Anak Gunung Krakatau menjadi pemandangan pasir berwarna hitam dan kerikil. Saat menanjak, kamu akan terpukau ketika membalikkan badan, terlihat jelas, kita ada di sebuah pulau yang dikelilingi lautan luas.

Abadikan Momen Serumu di Anak Gunung Krakatau

Ketemu Anak Gunung dan Foto Bareng Deh

Taukah kamu, ternyata kemiringan pasir vulkanik saat kita mendaki sekitar 45 derajat dan waktu yang ditempuh sekitar 30-45 menit. Tergantung kita mendaki sambil lari atau menikmati pemandangan seperti aku, hehehe. Sesampainya di atas, kita bisa menyaksikan pulau-pulau lain yang mengelilingi Pulau Anak Kratau, seperti Pulau rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung. 1000 tahun lalu, ketiga pulau itu bersatu padu menjadi gunung besar bernama Gunung Krakatau Purba. Tahun 400-an Masehi, Gunung Krakatau Purba meleturs dan menyisakan kaldera besar di Selat Sunda.

Akhirnya Foto Komplit Bareng Peserta Open Trip

Nah, kita cuman sampai puncak ini, nggak bisa ke puncak yang lebih atas lagi, karena gunungnya masih aktif. Jadi kalau mau foto-foto bisa di sekitar sini. Tapi tetep keren, dong! Bahkan ada teman dalam open trip kami yang niat banget bawa tenda kuning ini, mungkin buat properti foto mereka ๐Ÿ˜€ Dan di sini aku juga ketemu banyak teman baru dari berbagai profesi dan latar belakang. Inilah yang paling aku sukai dari travelling, bisa mengenal banyak orang dan bertukar cerita.

Mamah! Akhirnya Aku Sampai Anak Krakatau

Tonton juga keseruanku dan teman-teman open trip mendaki ke Anak Gunung Krakatau di sini ๐Ÿ™‚

Pulangnya Mampir ke Lagoon Cabe

Lagoon Cabe, Surga Snorkeling di dekat Pulau Anak Krakatau
Apalah Daya Nggak Bisa Berenang, Foto di Atas Kapal Aja

Sebelum pulang, kami mampir ke Lagoon Cabe, letaknnya nggak jauh dari kawasan Gunung Rakata (Kratau Induk yang meletus tahun 1883). Inilah spot terkece untuk snorkeling. Airnya jernih dan kita bisa melihat terumbu karang hingga dasar laut. Oia kalo lagi snorkeling, jangan sampai merusak terumbu karangnya ya.

 

Salam Ceria,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.