Cinematic Video : Banda Neira Sampai Jadi Debu

Selamanya, sampai kita tua, sampai jadi debu. Ku di liang yang satu, ku disebelahmu. Cuplikan lirik dari Banda Neira yang selalu membuat hati bergetar.

Semua lagu-lagu yang dinyanyikan Banda Neira selalu bikin hati bergetar dan bulu roma bergidik. Entah kenapa tiap liriknya itu pas banget untuk menikmati hidup yang penuh dengan lika liku permasalahannya. Setelah mendengarkan liriknya, pikiran jadi lebih tenang. Aku memilih lagu “Sampai Jadi Debu” untuk eksperimen pertama video cinematic yang aku bikin.

Oke, ngomong-ngomong tentang Cinematic Video, udah dari lama pengin banget bikin video kayak gini. Cuman belum menemukan partner yang pas (tentunya yang sabar dan yang bisa diajak ngakak bareng, hahahaha). Akhirnya ketemu temen yang bisa memenuhi ekspektasiku dengan konsep yang bisa dibilang tahu bulet digoreng dadakan.

Liriknya :

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersamamu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

***

Aku membuat konsep yang berbeda, dimana ketika lirik tersebut dilihat dari dua sejoli yang akhirnya bertemu. Di sini aku ingin memperlihatkan perjuangan seseorang yang tetap bertahan dalam kesendirian untuk menemukan pasangan yang tepat. Dia menjelajah waktu dan tempat, menikmati setiap proses hingga menjadikannya dewasa. Lalu disuatu momen akhirnya dia menyadari, hal yang utama adalah bisa mencintai dan menerima diri sendiri, barulah ia bahagia.

Dan lokasi yang pas dengan penggabaran ini adalah Gunung Batu Lembang. Ya… ternyata susah juga mencari gunung yang nggak terlalu tinggi ini. Kita harus masuk ke perumahan, lalu pakai acara nyasar dulu. Dan setelah bertanya dengan warga sekitar, ternyata gunungnya ada di depan kami (padahal kami sudah lewat hampir 3x)

Jalur masuknya kita melewati jalan setapak menuju perkebunan, kalau naik mobil harus diparkir di bawah karena hanya bisa dilewati pejalan kaki, sepeda, dan motor. Lalu kita akan mendaki sekitar 10-15 menit. Ada dua jalur, jalur esktrim bebatuan atau jalur landai tanah basah. Hal yang nggak terlupakan adalah temenku kena ulet bulu pas videoin dari semak-semak (hiks, maaf ya, jadi bentol-bentol dikecup ulet bulu, hehehe).

Akhirnya jadilah video cinematic ini. Selamat menikmati!

 

Salam Ceria,

Advertisements

6 thoughts on “Cinematic Video : Banda Neira Sampai Jadi Debu

    • Betania Gian says:

      Betul sekali. Kalo lagi bosen sama rutinitas biasanya aku mendaki atau main ke alam, alam tak pernah berbohong dan dia selalu menerima apa adanya hehehe.
      Makasih udah mampir blog aku 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.