6 Foto Wajib Saat Berkunjung ke Tepi Pantai

Assalamualaikum 🙂

Salah satu slogan tahun 2016 favoritku adalah “Work Smart, Play Every Weekend”. Ya, kerja boleh menggebu-gebu, idealis, tapi hidup cuman sekali, jadi nggak ada salahnya buat memanjakan pengalaman hidupmu. Awal tahun ini, mencoba traveling naik vespa (lebih tepatnya dibonceng, soalnya belum berani naik vespa sendirian di jalan pegunungan yang berkelok-kelok) menuju Sukabumi, Jawa Barat!

Perjalanan ditempuh sekitar 5 jam dari Depok ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Hal yang menyenangkan adalah ketika melewati tempat-tempat baru yang sejuk dan syarat keindahan di kanan kiri jalan. Kita mencoba jalan alternatif yang melewati kebun kelapa sawit dan hutan jati, nggak cuman itu jalan berkelok, naik turun, seru banget!

L1000206

L1000219

L1000221

Tetapi kalau udah malem, jangan coba-coba lewat jalan ini apalagi saat hujan turun, licin dan rawan longsor. Kalau matahari masih terlihat monggo silakan lewat jalur alternatif ini, karena kamu akan tertakjub-takjub, rasanya ingin turun dari motor atau mobil dan jogging melewati track ini. Jalan alternatif ini melewati beberapa wisata air seperti Arus Liar. Sebelum ke pantai mau nyobain arung jeram, bisa mampir ke situ. Sebenernya banyak pilihan wisata air ini, tapi yang aku inget cuman itu :p Hehehe.

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi! Tepos, tepos deh pantat, duduk 5 jam di jok motor. Tapi rasa lelah terbayar karena bisa melihat laut, yang aku impikan semenjak pertengahan 2015 yang lalu dan kesampaian sekarang. Ternyata banyak banget tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan laut, kita tinggal pilih, dan bayar tiket masuk dan parkirnya.

Tujuan akhir jatuh pada “Rekreasi Wisata Karang Kobeng – Tanah Milik”. Karena sebelum menentukan pilihan, aku melihat lokasi-lokasi yang nggak biasa, artinya nggak banyak terjamah orang dan biasa aja. Karang Kobeng ini letaknya nggak banyak orang tau, karena gerbang-nya seperti rumah, jalan kecil. Dan kita cuman ditarik tarif parkir Rp 5.000 saja untuk kendaraan roda dua.

Nah, sesampai di tepi pantai, ada 5 hal wajib yang harus kamu lakukan untuk memenuhi hasrat kenarsisan-mu :p
1. Foto batok kelapa yang keseret ombak. Ya, karena pantai identik dengan pohon kelapa, biar terkesan dramatis, kamu bisa foto batok-nya dengan background desiran ombak yang mengayun (nah lho, gimana tuh cara capture-nya?)

L1000229

2. Jalan di tepi pantai ala FTV gitu. Kalau bisa jalan-nya jangan sendirian ya, aja temen atau pasanganmu. Kalo nggak ada, ya udah nggak papa, jalan sama bayanganmu aja :p

L1000249

3. Tulis nama-mu di pasir tepi pantai. Rasakan serunya ketika udah cape-cape nulis, baru mau motret hasilnya udah kesapu sama ombak. Kalau kamu bakal tulis nama siapa? Nama sendiri? Nama Pacar? Nama Gebetan? Nama Mantan? atau Nama Pacar Orang? :p

L1000270

4. Masih inget nggak, kalau kalo kita lagi nggambar di bangku SD, apalagi nggambar tentang pantai, pasti ada pohon kelapa tepi pantai. Kalau gitu jangan lupa difoto juga ya. Itung-itung nostalgia zaman kecil 🙂

L1000334

5. Loncat kegirangan di atas pasir pantai. Sebenernya ini bukan kegirangan tapi kepanasan, karena aku sampai di sana pas siang hari di mana matahari ada diubun-ubun, dan seketika pasir menjadi mendidih >.<

L1000371

6. Berjalan di tengah batu karang memandang ke belakang dan biarkan siluet bayangan yang menjadi center utama fotomu dan pemandangan yang menjadi cerita,

L1000389

Trend foto 2016 bakal diprediksi tidak akan terlalu mengekspose muka, tetapi lebih ke story yang ada di dalam foto tersebut. Jadi, bikin cerita liburanmu lewat foto yang mengesankan.

Hal yang paling mengesankan melakukan perjalanan PP Depok-Sukabumi 10 jam adalah vespa sempat mogok, karena CDI listriknya ilang, jadi enggak bisa diengkol, dinyalain nggak bisa. Udah diutak atik spuyer-nya, mesin-nya, ternyata kabel-nya yang putus. Wasalam deh. Di daerah sana, banyak banget vespa anak muda seliweran, cuman ngeliatin, nggak mau bantuin. Tapi nggak papa, kita yakin pasti ada penolong. Ada beberapa sih yang singgah, nanya kenapa, ikut coba bantu, ikut ngeliatin tapi nggak bisa bantu. Menjelang magrib, ada mas-mas (sekitar 30-an) melipir dan nanya mogok kenapa. Trus dia coba bantu nyetep ke atas dan beli kabel di bengkel vespa. Ternyata nggak cuman kita, banyak vespa mogok yang dari mau ke Sawarna, karena jalanan nanjak banget.

Setelah beli kabel, vespa diutak atik lagi, butuh sekitar 1 jam lebih dan akhirnya nyala! Alhamdulilaaahh pulaaaanggg :’) Oia namanya mas Riki, dia juga seneng akhirnya bisa bantu. Pas, mau dikasih uang, karena udah bantuin banyak banget, mulai nganterin ke ATM, nyetep vespa yang super berat body-nya (PS150), nganterin ke bengkel, bantuin sampe kabel bener, padahal dia lagi disuruh istrinya ke ATM ambil duit dan diteleponin melulu. Sedihnya, Mas Riki nolak pemberian terima kasih kita, katanya dia ikhlas bantunya. Duh Mas, kamu baik hati banget, semoga Allah memberi rejeki lebih untukmu dan keluargamu. Amin!

Ya, perjalanan bukan sekedar foto-foto, buang sampah sembarangan, tapi resapi setiap pengalaman yang kamu alami ketika menjelajah hal yang baru. Hidup itu cuman dua jenis, senang atau sedih. Dan, untungnya kita di dunia nggak cuman disuguhkan kesenangan, tapi juga kesedihan (dalam artian, ada ujian, cobaaan, rintangan menghadang tak jadi beban pikiran, uhuii). Habis rintangan menghadang, terbitlah keriangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s