Posted in Celoteh Pelangi, Opini Sang Pelangi

Apa Untungnya Bertanya “Kapan Nikah?”

Siapa sih yang ingin men-jomblo lama-lama? Siapa sih yang nggak ingin menikah dan hidup bahagia? Siapa sih yang nggak ingin membahagiakan keluarga terutama ayah dan ibu? Siapa sih yang nggak ingin punya pasangan yang tulus mencintainya dan menemani sepanjang umurnya?

Jawabannya pasti semua orang ingin! Tapi ingat di dunia ini nggak ada yang semulus jawaban ini. Kalo mulus, pasti orang-orang pengennya hidup 1.000 tahun lamanya, pasti nggak ada namanya rasa iri, dengki, atau membanding-bandingkan, hidup enak banget nggak ada manusia yang suka ngurusin hidup orang lain, bahagia sentosa.

Allah aja menciptakan manusia dan iblis, nggak iblis semua atau manusia semua. Bahkan ada kutub positif maupun negatif. Nah, balik lagi semua orang ingin mencintai dan dicintai lalu menikah. Tapi apakah semulus itu?

No! Ada yang pacaran lama akhirnya putus. Ada yang kenal bentar langsung nikah. Ada yang menjomblo sampe tua, baru ketemu jodohnya, Ada yang nikah muda tapi cerai. Ada yang udah nyiapin pesta pernikahan H-1 dibatalin. Bahkan ada yang akhirnya menyukai sesama jenis. Inilah hidup, kalo nggak sesuai prinsip kita, diem dan nggak usah diikutin, yang penting kita punya pegangan hidup.

Tadinya aku orang yang saklek melihat sesuatu harus sesuai kodratnya, misalnya wanita harus menikah dengan pria. Tapi dunia nggak melulu menyenangkan dan sesuai prinsip, dan ada kalanya ada yang menghebohkan tapi nyata, kita harus terima dan hargai.

Sama halnya dengan menanyakan “Kapan Nikah?” dalam konteks yang luas. Misalnya teman ke sesama teman “Kapan Nikah? Kan udah umur blablabla”, sesama saudara “Kapan Nikah? Semua udah pada nikah lho? Sekarang giliran kamu”, ibu ke sesama ibu “Kapan anaknya nikah Mba? Kan udah waktunya? Nanti keburu tua, keburu pensiun, blablabla”.

Jodoh itu layaknya hidup dan mati yang nggak boleh kita pertanyakan, apalagi juga nggak ada jawabannya. Kalo memang sudah waktunya juga pasti ketahuan juga. Apa untungnya sih nanya “Kapan Nikah?” hanya untuk formalitas semata? ajang pamer? atau nyindir?

Seandainya kalian yang suka bertanya seperti itu dalam konteks apapun, kalian tidak menyadari bahwa dibalik itu semua ada mental yang depresi, ada pertengkaran anak dan orang tua, ada perselisihan antara rekan, bahkan demi memberikan jawaban itu ada yang mengabaikan sebuah perasaan sendiri demi menyenangkan orang-orang yang harus akan jawaban itu.

Berbahagialah kalian yang menjalani hidup dengan mulus dan berhentilah bertanya atau mengeluh. Karena di luar sana masih banyak yang orang-orang yang kurang berbahagia dengan kekurangannya tetapi tetap selalu bersyukur dan bersabar.

Kalau masih susah untuk mencerna, mungkin perumpamaan ini bisa dijadikan pembelajaran bersama. Seperti seorang mahasiswa yang ditanya kapan lulus? Lalu dia memaksakan lulus 3,5 tahun supaya orang-orang senang. Tapi dia tidak menikmati proses dibangku perkuliahan, organisasi, atau kepanitiaan yang bisa menambah skil-nya. Dia lulus 3,5 tahun, mendapat gelar sarjana tetapi akhirnya menganggur, nggak kerja. Tetapi seorang mahasiswa yang kebal bahkan sampe lulusnya molor 4,5 tahun tapi dia menikmati proses dan begitu lulus diterima di perusahaan elit bahkan bisa membuat bisnis yang mempekerjakan ribuan orang.

Jawaban ada ditangan kalian, silakan pilih yang mana untuk menikmati hidup kalian sendiri. Semua ada ditangan kalian, karena setelah ini yang akan menjalani hidup selanjutnya bukan mereka. tapi kalian. Bahkan saat ajal menjemput, kalian sendiri yang harus bertanggung jawab atas diri kalian. Semangat selalu! 🙂

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

2 thoughts on “Apa Untungnya Bertanya “Kapan Nikah?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s