Kisah Sedih Penghuni Kebun Binatang Ragunan

Weekend kemarin nggak ada niatan mau ke kebun binatang Ragunan, tapi aku dan aa punya feeling yang sama cari suasana lain buat menghabiskan akhir pekan. Lama nggak ke sana juga, terakhir 2011 setelah itu lebih banyak berkutat sama tugas akhir, kerja, dan bisnis. Paling hunting foto sekitaran kota tua. Kangen juga wisata alam dan ngelihat tingkah laku binatang yang lucu-lucu.

aa dan dd ragunan

Saat menginjakkan kaki di sana, yang ada panas banget, trus tiap kadang kok ngerasanya kayak nggak terurus, kering kerontang, dan paling menyedihkan binatang-binatangnya kurus dan ada yang keliatan tulang rangkanya. Yang tadinya mau senang-senang, kok ngerasa nggak tega bersenang-senang di atas penderitaan binatang itu ya.

Terlepas dari pemeliharaan tim kebun binatang Ragunan, cuaca yang kurang pas alias kemarau, atau apapun itu, aku cuman pengen bilang, aku sedih melihat binatang-binatang itu, pengen rasanya bawa pulang, tapi kan mereka dilindungi gak boleh sembarang orang bawa pulang, tapi kalo di sini mereka gak dirawat trus siapa yang ngerawat? Gimana caranya kita bisa berkontribusi?

Mungkin dari gambar-gambar mereka yang aku ambil kemarin melalui frame kamera, kita bisa merasa betapa mereka sangat atau agak menderita (bukan bermaksud lebai, tapi mungkin karena perasaanku terlalu lembut kali ya. hehehe…)

DSC_0380

DSC_0383

DSC_0384

DSC_0391

DSC_0381

Rusanya pada neduh di bawah pohon besar, panas banget diluar sana, rumput pun juga jarang, ada pun warnanya udah kering atau kurang seger. Tapi Rusa di sini masih terawat, Populasi mereka masih banyak dan tanduknya juga masih utuh.

DSC_0401

DSC_0403

DSC_0404

DSC_0407

Babi dan Babi Rusa. Bedanya tanduk dihidung dan Babi Rusa lebih hitam Di atas ada burung lucu hinggap diilalang, jadi inget cerita waktu kecil kalo baca dongeng, ada burung yang naik di badan badak atau babi ngambilin kutunya kali ya :p

DSC_0409

Ini dia salah satu hewan langka, kayak rusa tapi badan kayak kuda, tapal kakinya juga unik, belang putih hitam. Tapi sedih ngelihat badan mereka kering kerontang, tulang sampe kelihatan 😦 Mereka termasuk hewan langka, saking langkanya aku lupa nama mereka 😦

DSC_0415

DSC_0416

DSC_0418

Kancil. Tatapan matanya kayak mau bilang gini, “Enak banget sih kamu jadi manusia bisa jalan-jalan, aku cuman di kandang aja, itu pun nggak bisa gerak bebas, makan juga dibatasin, nggak bisa nyari sesuka hati.” Raut muka Kancil itu juga tirus. Trus genangan airnya juga gak fresh kayak air udah lama nggak diganti sampe lumutan.

DSC_0449

DSC_0452

DSC_0434

DSC_0435

DSC_0442

DSC_0421

Binatang cantik ini namanya Kasuari. Tiap satu kandang hanya ada 1 Kasuari. Kenapa ya? Kenapa mereka nggak dijadiin satu aja, kenapa harus dipisah-pisah? Kalo aku jadi mereka, aku pasti sedih, manusia aja nggak bisa hidup tanpa manusia lain, apalagi binatang. Ada beberapa Kasuari yang mahkota di atasnya udah rusak trus kering gitu. Ketika aku mengamati kandangnya, nggak layak banget, banyak sampah daun dan kotor. Trus makanan mereka cuman dikasih jambu biji dipotong-potong sampe dimakanan lalat.

DSC_0537

DSC_0538

DSC_0539

DSC_0541

DSC_0542

Duh, ini nih salah satu kontribusi pengunjung alay yang bikin binatang-binatang ini tambah punah perlahan-lahan. Plisss dong buat temen-temen yang mampir ke kebun binatang jangan kasih makan mereka apalagi sekali-kali ngelempar bungkus makanan kalian ke mereka. Mereka itu nggak pintar seperti kita, ngerti mana makanan mana sampah, bagi mereka semuanya sama aja. Tuh lihat, monyet-monyet itu makanin plastik bekas makanan kalian. Mereka hanya punya insting tapi mereka nggak punya akal seperti kita. Kalo kita tetap ngasih makan ke mereka, apalagi ngelempar bungkus plastik ke mereka, apa itu pantas manusia berakal?

Aku sempat berdiskusi sama beberapa teman, ternyata ada hewan di kebun binatang Bandung yang kritis karena mereka makanin sampah plastik. Ayo tumbuhkan kesadaran, nggak usah ngelihat orang lain, mulai dari diri sendiri aja. Dan jenis primata atau monyet-monyet ini jumlahnya dikit banget lho.

DSC_0572

Nggak ngerti lagi nih sama pawang atau petugas yang ngerawat Singa ini. Kenapa tampilan mereka jadi lusuh, lecek, jelek begini ya? Aku sama sekali nggak ngelihat keganasan “Raja Rimba”. Di sini mereka kayak tertekan, mukanya nggak garang, tapi menyedihkan, seperti pasrah. Trus, jambul kejayaan Singa ini mana? mana? mana? πŸ˜₯ rambutnya kayak dipotong gundul begini, Miris ngelihatnya, motret itu antara tega nggak tega.

DSC_0597

DSC_0593

DSC_0588

DSC_0582

DSC_0577

Kalo ini bukan Harimau putih tapi Harimau Benggala, namanya. Dia juga dikurung terpisah dari temennya, jadi satu kandang satu Harimau. Jadi ini kandangnya samping-sampingan gitu ceritanya, yang satu cowok dan yang satu cewek. Mereka berkomunikasi lewat pager besi. So sweet banget, mondar mandi cuma lihat-lihatan dari pagar besi. “Beb, lo disitu nggak papa kan? Sehat kan? Kangmas kangen nih.” Mungkin kayak gini ilustrasinya :p

DSC_0616

DSC_0619

DSC_0625

DSC_0627

DSC_0629

DSC_0630

DSC_0637

DSC_0638

DSC_0641

Dua Harimau ini lagi kepanasan makanya melet-melet terus. Hihihi. Yang satu Harimau Sumatra dan yang ini Harimau Putih. Kandanganya deketan. Satu kandang yang besar hanya diisi satu hewan aja. Penasaran nih, kenapa ya nggak digabungin aja spesies yang sama, atau emang hanya ada satu binatang dalam satu spesies?

Paling terhibur sekaligus miris ngelihat tingkah Harimau Putih, dia kepanasan, trus mandi ngadem di genangan air. Tapi sedihnya air-nya kotor kayak nggak diganti beberapa tahun gitu, trus sampah daun juga bikin pemandangan jadi nggak indah, Kasihan banget 😦 Trus abis berendam bentar, badannya gatel-gatel, gegoleran di dinding, karena nggak bisa garuk-garuk sendiri. Abis itu pipis dong di dinding batu dan diendus pipisnya sendiri. Dia mulai naik dan mainan di batang kayu besar, nyakar-nyakarin kukunya ke batang kayu itu dam gigit-gigitin pake taringnya. Yang penting masih ada yang dipeluk ya walopun cuman batang kayu. Hihihihi….

Waktu istirahat di pendopo bareng pengunjung lainnya, tiba-tiba di tengah siang yang tenang, suara auman Harimau, kenceng banget tapi aumannya kayak erangan marah dan kesakitan. Ternyata petugasnya lagi ngasih makan siang, tapi Harimau-nya nggak mau makan. Bisa jadi mungkin daging ayam-nya kurang fresh atau dia stress sama kandang yang kecil, bisa jadi dia baru dateng ke kebun binatang, bisa jadi juga dia lagi sakit trus nggak mau makan. Banyak kemungkinan yang nongol di kelapaku, tapi semoga dia baik-baik saja. Aku sempat motret dan ngelat ekspresi Harimau Sumatra itu dibalik jeruji besi kandangnya.

DSC_0603

DSC_0604

DSC_0607

Lihat tatapan mata Harimau itu, buas banget. Sepertinya dia stress dapet kandang yang nggak nyaman, kecil begitu daripada kandang-kandang lainnya. Salam kenal Harimau ganteng, semoga lain waktu aku bisa melihatmu lagi ya πŸ™‚

DSC_0457

DSC_0461

DSC_0469

DSC_0487

DSC_0490

DSC_0493

DSC_0505

DSC_0508

DSC_0509

DSC_0514

DSC_0518

DSC_0528

DSC_0533

Nah ini unggas-unggas yang ada di Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Nggak semua di foto sih, tapi pas dulu ke sini masih agak lengkap kenapa sekarang kayak tinggal satu-satu ya, dikit banget. Yang paling miris adalah makanan mereka!!!! kenapa nggak ada? trus kalo ada-pun udah di-laler-in banyak banget kayak nggak layak makan lagi. Trus makanan Elang, ikannya juga nggak fresh gitu. Trus aku menemukan FLAMINGGO! Lucu banget warnanya pinky trus suaranya ngebass gitu. Tapi ngenes banget ngeliat makanan Flaminggo isinya lalat semua. Kasihan banget, mungkin mereka harus puasa makan trus isinya tidur deh, kaki dibawah satu, leher dimasukin ke sayap.

Semoga aja pengelola Kebun Binatang Ragunan dibukakan pintu hati dan welas asih untuk memikirkan para binatang di sini dan menjaga mereka untuk terus berkembang biak. Uangnya jangan dikorupsi dong, binatang ini kan juga punya andil buat kesejahteraan pengelola dan karyawan. Kita sebagai pengunjung mau kok bayar mahal, asal binatang-binatangnya gemuk dan segar trus kandangnya bersih, kecuali kita udah bayar tapi nggak ada binatang yang bisa dilihat satu pun, isinya kandang yang gersang dan yang menyebalkan adalah tikar-tikar untuk orang berbuat mesum di siang bolong 😦

 

2 thoughts on “Kisah Sedih Penghuni Kebun Binatang Ragunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s