Sang Penyuka Pagi

Tatkala mentari setengah bersinar

Tak utuh, masih terasa hamparan cahaya

Kesejukan terlalu mendominasi

Kicauan burung gereja bertengger di dahan samar terdengar

Deru laju kendaraan tak tertahan

Polusi pun dihirup sang hijau 

Hingga diri ini dapat menikmati pagi

Hai… penyuka pagi

Kurasa aku pun mulai sadar

Pagi pemberi banyak inspirasi

Ku dapat memandang dengan jelas

Ku dapat merasakan dengan hati

Ku dapat mengecap dengan pasti

Tetap sasaran, karena aku sang penyuka pagi

 

***

Puisi ini tercipta saat duduk di Kopaja 63 menuju Melawai. Pertama kali menikmati pagi tanpa mengeluh kepanasan dan macet. Hingga sempat menulis dan menggoreskan tinta dalam perjalanan. Ternyata bangun lebih awal, datang lebih awal, dan menikmati pejalanan di pagi hari itu menyenangkan. Selanjutnya akan dibuat sebuah habit, siapa tau raga dan jiwa membaik dan toxin dalam tubuh menguap pelan-pelan. Selamat beraktifititas!

One thought on “Sang Penyuka Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s