Kebenaran di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Kawan Pelangi,

Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Lebaran 1433 H, Minal aidzin wal faidzin, Maaf Lahir Batin. Semoga amal ibadah dan puasa kita selama sebulan diterima Allah dan bisa menikmati lagi Ramadhan tahun depan. Amin. Tolong dimaafkan bila Pelangi ada salah kata dan tindakan ya kawan 🙂

(menghela nafas lama) Ya… lebaran kali ini sangat berkesan sekali. Rasanya ingin menangis, tapi sayang air mata ini terlalu sulit menetes untuk dia yang telah berkhianat. Ya… aku menemukan sebuah kebenaran, entah kenapa kebenaran itu begitu menyakitkan. Tapi di sisi lain aku bersyukur, inilah hikmah bulan Ramadhan, Allah masih sayang padaku, Dia membukakan sebuah kebenaran hingga mata dan hati terbuka dan menyudahi kisah ini. Ternyata beginilah rasanya dibohongi dan dkhianati oleh seseorang yang pernah kita sayangi. Dia selalu mengajarkanku kejujuran, berbuat baik, nggak boleh negative thinking, baik pada siapa saja, tapi dia merusak semua kepercayaanku.

Awalnya aku sangat sakit, belum bisa menerima kenyataan, menangis. Tapi aku rasa ini wajar, karena kakaku, sodaraku, bahkan teman-temanku yang mengalami hal ini, pasti menangis. Wajar, karena kita masih punya hati. Yang membuatku sangat sakit dan menangis, aku nggak menyangka, karena dia mengajarkan aku hal baik, tapi kenapa dia menghancurkan kepercayaan itu. Begitu mudahkah? Ya mungkin, aku bukan seseorang yang baik untuknya ataupun sebaliknya.

Tapi kini aku ikhlas dan sabar menghadapi cobaan ini, walaupun hatiku terbolak balik (menahan air mata, mungkin mataku berkaca-kaca sekarang). Aku bersyukur saat down, banyak sodara, kawan, dan dosenku menghiburku. Jadi aku nggak merasa kesepian. Jadi saat aku mengetahui semua ‘kebenaran’ itu, aku berlibur di Jogja. Yah.. setelah itu ada acara halal bihalal dan berkumpul bersama keluarga besar. Ada sih beberapa sepupuku yang suka godain, “Jangan nangis dong Mba, masih banyak cowok baik diluar sana, yang pantas buat kamu”, “Udah Mba, aku juga pernah kayak Mba, sedih sih, tapi jangan lama-lama Mba”. Bahkan yang bilang itu semua adalah sepupuku cowok masih SD dan SMA. Hahaha… bahkan pemikiran mereka udah seperti itu.

“Banyak alasan untuk meninggalkan seseorang kok, yang jelas semua itu tentang tolak ukur seseorang, entah itu orang dekat, entah itu lingkungan umum. Yang jelas, orang yang mengkhianati sebuah komitment secara sepihak, demi alasan apapun, apalagi laki-laki, adalah pengecut sejati. Orang yang binasa karena dikhianati atau ditelikung bukan berarti kalah Bet, dialah PAHLAWANnya…” Inilah salah satu kalimat penghibur, dari salah satu temenku. Setidaknya kalimat ini membuat hatiku lebih legawa.

“Beta, kebenaran itu memang kadang menyakitkan. Kata orang, walau sakit harus diungkapkan. tapi kalau orang gak siap sakit, apa kebenaran worth it diungkapkan?”

“Tubuh kita punya antibiotik sendiri kok, Bet. Kalau kamu jatuh, luka, sesungguhnya didiamkan saja sembuh. Memang lama, biar cepat diobatin. Sama saja, Kamu diam saja juga sembuh dari kecengengan ini. Tapi biar cepet, ya kamu harus memotivasi diri. dan menganggap bahwa kamu dilindungi Tuhan, bersyukurlah bahwa lelaki itu ketahuan di awal. Lalu bekerjalah”, inilah motivasi idolaku, ya sekarang aku akan fokus dengan masa depanku. Aku belum kalah akulah pemenangnya. 

“Yang bikin sebel dan kesel kita itu adalah yang punya hubungan darah, kayak sebel n kesel ke adek, atau anak bandel, bikin ortu kesel. tapi klo gak ada hubungan apapun kenapa kita sebel? :)”, simple tapi ngena banget kata-kata tanteku. Iya kenapa kita musti dendam atau marah, toh dia udah gak ada hubungan dengan kita, dia bukan siapa-siapa kita.

angel Tenanglah…Alloh tidak menciptakan kita tuk bersedih,, tapi Alloh mengajari kita tuk kembali kepada Nya, menyerahkan segala urusan ).smile Ujian dari Alloh, dirancang bukan untuk menghancurkan, bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan. winkBerbaik sangkalah Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah.. Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat..wink“, ini semangat dari temen juga, ya dia sudah berkeluarga, suaminya yang selalu mengajarkan hal baik padanya, semoga aku juga mendapatkan suami yang terbaik. Amin 🙂

Dan yang terpenting adalah doa mamaku terkabul, akhirnya kebenaran itu datang juga. Memang dan akan selalu benar feeling seorang ibu. Dia bisa merasakan seseorang itu tulus menyayangi anaknya atau tidak. I love u Mom 🙂 

Yup (menghela nafas kembali)… sekarang bukan saatnya kita lengah, jatuh, dan gak bisa bangkit. Sekarang waktunya menunjukkan prestasi dan kemampuan yang kita punya supaya bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir (bangkit kembali! semangat! akhirnya tersenyum \(^_^)/ Aku yakin dibalik hujan lebat akan ada cuaca cerah disertai pelangi, disaat orang gagal pasti suatu hari nanti akan ada kesuksesan menanti. I trust it 🙂

One thought on “Kebenaran di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s