KAWAH PUTIH TERNYATA TAK SEPUTIH NAMANYA

Sebenernya sudah lama pengen posting dan berbagi pengalaman pelangi tentang “Kawah Putih” tapi baru kesampaian sekarang nih, kawan-kawan. Hehehehe… 😀 Semoga masih bisa dinikmati ya, hmm.. mengingat pelajaran di bangku kuliah, tulisan yang sifatnya “feature” itu bisa dinikmati kapan saja alias timeless, jadi nggak kayak “hardnews” yang garing kalo diberitakan lewat setelah waktunya. Kali ini aku ingin cerita tentang travelling ke Bandung (hehehe… seumur-umur baru deh ke Bandung, karena pengen banget ke Kawah Putih yang katanya keren banget! Terinspirasi dari film Heart. Hahahaha, galau abis deh!). Yuk, langsung aja pelangi berceloteh panjang lebar. Cekidot!

Pagi buta berangkat dari Depok naik MGI seharga 45.000 rupiah, busnya juga nyaman, selalu dapet didepan atau dibelakang sopir, jadi bisa melihat pemandangan indah disepanjang tol menuju Bandung dan gratis dapet teh gelas. Perjalanan ditempuh sekitar 3-4 jam, kalau macet bisa lebih parah dari ini. Hahahaha -______- soalnya sudah pernah dan rasanya sama kayak pulang kampung ke Madiun 😀

Sesampainya di terminal Lw. Panjang (ssttt… karena aku bukan orang asli Bandung. Aku bawa “Lw. Panjang” jadi “eL We Panjang” padahal itu singkatan Leuwi Panjang. Hihihihi, sampai sekarang tetep bersikukuh ngomong eL We Panjang \^_^/) aku dijemput sama si aa. Oiaa…. pelangi belum memperkenalkan ya, ini aa pelangi J nama gaulnya “Agan’s” à ya karena kalo nyanyi suaranya merdu kayak Afgan. Hahahaha -______- labil deh pelangi. Karena UTS udah kelar semester 6 ini, aku berencana pengen main ke Kawah Putih bareng aa tersayang. Hahahaha…. \^_^/

Untungnya, nggak terlalu macet menuju puncak Kawah Putih. Hmm.. udara Bandung sangat sejuk dan membuatku betah di sana, soalnya di Depok panas banget euy, suka keringetan, beda banget di Bandung, airnya dingin dan nggak panas, jadi bisa tuh bikin terapi memutihkan kulit. Wkwkwkw. Tapi semakin mendekati Kawah Putih, dinginnya minta ampun! Parah banget, aku langsung batuk-batuk nggak tahan dingin dan langsung meler (hahaha.. ringkih banget deh 😥 )Tapi ini cuman adaptasi setelah itu balik normal lagi.  Sebelumnya kita makan dulu di saung strawberry, karena sudah masuk jam makan siang. Pemandangannya indah deh, jadi pengen berlarian di pematang sawah (kayak sinetron FTV yang ada di SCTV). 

Ketika kita menuju puncak Kawah Putih. Kita berdua menemukan pemandangan yang bagus, bunga-bunga dimana-mana dan pemandangan kota Bandung dari atas. Wow! Awasome! Keren! LIKE THIS! Hahaha, benar-benar peandangan yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ya, hampir mirip kayak di Sarangan, kelihatan banget, area berwarna hijau, hitam, dan biru.

TARAAAA!!!

Akhirnya sampai juga setelah perjalanan panjang dan melelahkan (ya..sedikit lebai sih). Subhanallah, langsung sujud syukur! Sumpah! Wonderful banget! Aku langsung jatuh cinta sama tempat ini, gimana nggak, aku kan suka banget sama warna biru, dan kawahnya warna biru, aku juga udah mempersiapkan jaket tebal berwarna seperti air di Kawah Putih, hehehehe… biar seragam dan soulmate-tan gitu deh 😀

Jadi, buat temen-temen pecinta warna biru, wajib mengunjungi “Kawah Putih” yang sebenernya nggak seputih judulnya. Hahahaha… Kawah Putih ini bertempat di lereng Gunung Patuha, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, sekitar 45 kilometer dari selatan kota Bandung, berada di antara jalur Ciwideu dan Situ Patenggang. Trus Kawah Putih itu berapa sih dalemnya? Jadi yang pengen berenang bisa memperkirakan tuh, nyampe sampe dasar kawah nggak? Hehehe.. Kawah Putih berada diketinggan 2.194 meter di atas permukaan laut.

Di sini kalian juga harus memakai masker, walaupun mempesona pemandangannya, tapi cuaca kurang bersahabat karena labil alias nggak stabil, sebentar turun hujan dan berkabut tak lama kemudian cuaca cerah merona. Nah lho? Nggak bisa diprediksi kan? Sampai-sampai saat hujan dan berkabut di cekungan Kawah Putih beraih keputih-putihan, tapi kalo udah cerah, keren abis deh pemandangannya, biru-biru menenangkan gimana-gimana gitu deh 😀

Selain itu, kalian juga bisa merendam kaki atau tangan untuk merasakan air belerang yang dikandung oleh Kawah Putih. Kita juga bisa melihat dipinggir-pinggirnya ada serpihan serbuk belerang dan yang biasa dijual oleh penjual belerang di sini.

Trus yang menarik dari sini selain pemandangan yang super duper indah dan menawan hati. Kita juga perlu menggunakan masker dan jaket tebal, ya karena cuaca di sana labil banget, jadi kita antisipasi. Masker ini ngebantu kita buat bernafas secara normal, soalnya bau belerangnya menyengat dna bikin hidung tergelitik. Hehehehe 😀 Jika kita keluar dari area Kawah Putih, ada tanah lapang dan dibelakangnya hutan-hutan. Ini menarik juga, soalnya bentuk dan warna hutannya seperti hutan-hutan dinegeri dongeng, yang kalau malam nanti keluar liliput atau peri-peri bercahaya dibalik pohon-pohon itu. Yuk kita berimajinasi \^_^/

Pelangi kasih oleh-oleh juga ya, hasil liputan dari kawah putih. Betania Gian melaporkan dari Kawah Putih, Ciwidey 😀 Cekidot! Hahahaha…

13 thoughts on “KAWAH PUTIH TERNYATA TAK SEPUTIH NAMANYA

  1. gambarnya bagus2 sayang…biar jadi bahan inspirasi buat temen2 dd yang pengen main atau rekreasi ke BANDUNG….tapi ada yang kurang fotonya…??? aanya cuma dikit…hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s