Posted in Jejak Pelangi, My Gallery

OH… DEPOKKU, OH… ANGKOTKU

Di antara pembatas jalan antara Margo City Mall dengan Depok Town Square ada plang yang bertuliskan “Menuju Kota Depok yang Melayani dan Mensejahterakan”. Slogan tersebut perlu dipertanyakan, apakah kini hal tersebut telah terlaksana, melayani dan mensejahterakan masyarakat dalam bidang apa? Lihatlah, lalu lintas di Depok yang masih macet dan padat oleh kendaraan bermotor, kendaraan pribadi, bahkan angkutan kota yang sembarangan menaik dan menurunkan penumpang di ruas jalan.


Di depan Margo City Mall merupakan langganan kemacetan, karena di sini angkutan kota biasanya ngetem untuk mencari penumpang. Apalagi saat-saat jam pulang kantor sekitar jam 17.00 – 20.00 adalah pusat kemacetan di daerah sepanjang Margonda. Kemacetan itu akan diperparah karena angkutan kota yang menurunkan penumpang di tengah jalan seenak hati tanpa melihat kondisi jalan yang padat. Seperti angkutan kota 19 berwarna merah itu menurunkan penumpang di tengah jalan. Padahal angkutan kota lainnya rapi berjejer di kiri jalan.


Berbeda dengan kondisi terminal Depok di sebelah ITC Mall, tampak angkutan kota Depok berwarna-warni mulai dari biru, kuning, sampai merah muda, tetapi angkutan kota biru lebih mendominasi dari semuanya berjejer rapi menuju pintu keluar terminal. Menurut Organisasi Angkutan Darat Kota Depok, hingga saat ini ada beberapa angkutan yang belum melengkapi surat-surat kendaraan, seperti belum melengkapi surat izin trayek atau belum memiliki retribusi pengujian kendaraan bermotor. Dari banyak angkutan kota yang kita lihat di terminal Depok maupun di jalan raya, ada beberapa yang bodong alias tidak melengkapi surat-surat izin kendaraan.


Kemacetan menjadi masalah rumit yang banyak terjadi di daerah, termasuk di Depok. Untuk mengatasi kemacetan, Polres Depok kini memberlakukan jalur khusus angkutan kota (angkot way). Pemberlakuan jalur khusus untuk angkutan umum yang disebutkan alisasi biru atau jalur angkot way. Jalur yang hanya dapat dilalui angkutan kota ini diterapkan mulai dari Terminal Depok. Jalur baru ini berlaku dari pukul 6 pagi hingga pukul 10 malam.


Kemacetan lalu lintas di Depok selain disebabkan angkutan kota yang ngetem sembarang juga disebabkan kurangnya kesadaran warga mematuhi peraturan jalan raya, seperti pelanggaran yang sering terjadi di ITC Depok dan Terminal Depok. Orang-orang sering menyeberang jalan dan membuat macet. Padahal di kawasan itu sudah ada jembatan penyeberangan dan plang bertuliskan “Dilarang menyeberang”.


NB : makasih buat mas X (lupa namanya, maaf ya.. ‘_’) sudah mau mengantarkan saya ke pusat informasi salah satu pusat pembelanjaan yang ribet banget syaratnya, padahal cuma mau motret terminal ya, karena tak diizinkan dan sudah terlanjur jauh-jauh ke tempat ini, mau nggak mau maen sembunyi deh, menegangkan dan menyenangkan. Alhamdulilah, perjuangan yang tidak sia-sia dan hasil fotoku ini mendapat nilai 90… hohohoho \^_^/

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

6 thoughts on “OH… DEPOKKU, OH… ANGKOTKU

  1. membaca postingan + foto ini kayak mbaca tulisannya + fotonya watawan beneran aja..hihihihi. btw, kamu besok mau jadi wartawan tulis cetak kan ? aku kan mau jadi wartawan foto cetak juga…sampai bertemu 5 tahun lagi ya di Jakarta..hakakakakak..:p.

  2. Waaah Depok memang sudah jadi kota angkot Bet! Aku juga eneg banget sama jumlah angkot yang kebanyakan. Malah kalau kita perhatikan, angkot2 D02 yang sampai ke terminal tidak memuat penumpang dalam jumlah maksimalnya. Bayangkan saja! Bahkan bisa isinya cuma 2 orang, rugi bensiiiiiin!

    Menurutku kebijakan untuk mengatur ulang jumlah angkot berdasarkan rutenya sangat penting karena peredaran angkot dibandingkan jumlah jaringan jalan tidak seimbang. Ada jalan yang sepiiii angkotnya, kasian juga sih penumpang harus nunggu lama. Kalau jalan pasti jauh, panas, melelahkan. Naik ojek terus2an bisa tekor ntar..

    1. hahahaha,,, benar sekali kak. bahkan di Madiun ajah angkotnya nggak sebanyak itu -_-
      emang siapa sih yang ngatur angkot2 gitu kak? apakah punya swasta atau punya pemkot depok? kasian juga abang2 angkot yang penumpangnya cuman 1 berasa naik mobil pribadi. wkwkwk.. harusnya angkot dikurangin nanti pasti kita bisa ngurangin polusi dan hemat bbm.
      bener banget! kalo emang angkotnya nggak bisa dikurangin, kita bisa atur ulang jalur angkot, dimana jalanan yg harusnya ada angkot karena angkotnya didepok margonda melulu nggak menjamah daerah lainnya 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s