Posted in Lomba Blog djaminmurah.com 2009

IBU PERTIWI, JANGANLAH KAU MENANGIS KEMBALI

Merdeka!!!

Apakah seruan ini membuat hati kita bergetar, kawan?? Hmm.. mungkin untuk sebagian orang seruan itu hanyalah seruan saja. Tapi taukah engkau dibalik makna kata ’merdeka’? Betapa besar perjuangan untuk memperoleh kata itu di zaman penjajahan hingga harus mempertaruhkan nyawa mereka. Sekarang apa yang kita lakukan, wahai pemuda?? Hanya mengenang seruan itu dan melupakan kewajiban kita kah?? Di bawah ini, aku goreskan sebuah sajak untuk memperingati 17 Agustus 2009 di mana Indonesia genap berusia 64 tahun. Lebih dari setengah abad Indonesia berdiri dengan kokoh walaupun banyak guncangan dasyat silih berganti tetapi kibaran bendera tetap membara di udara.

IBU PERTIWI

Ibu Pertiwi…

Jika angin tak lagi berhembus

Jika api tak lagi membara

Jika ar tak lagi mengalir

Jika tanah tak lagi membongkah

Apa kita masih dapat berkata?

Tentang hasrat dan milik

Tentang jiwa dan rasa

Tentang dunia yang dipijak nestapa

Tentang duka menyelimuti langkah

Ibu Petiwi…

Masih adakah celah?

Untuk menyimpan gelisah

Untuk menyembunyikan langkah

Tidak, Bu!

Meskipun celah berongga

Dada kita tetap menganga

Meskipun jari tersembunyi

Mata dan telinga tetap terjaga

Ingatlah…

Wahai Ibu Pertiwi

Kami..,

Putra putri bangsa akan melangkah

Dalam langkah satu dan satu

Bukan melompat

Setelah itu kami terjerat!

***

Kita tak ingin kan akhirnya harus terjerat, terjerat dalam langkah sesat dan membabi buta. Terperangkap dalam hedonisme atau dalam kepura-puraan dengan meninggalkan jati diri kita sebenarnya. Indonesia melalui 64 tahun melangkah hingga menjadi suatu bangsa yang diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Akankah Indonesia harus berputus asa karena tak sanggup melangkah?? Jawabannya TIDAK! Kenapa?? Karena masih banyak generasi bangsa yang hidup untuk Indonesia selanjutnya, masih banyak pemuda yang peka dan melihat kondisi Indonesia selanjutnya, dan intinya masih banyak yang optimis akan kemajuan Indonesia selanjutnya. Dan jawabannya ada ditangan PEMUDA INDONESIA.

Walaupun kita bukan pemimpin bangsa, bukan bergelut di pemerintahan, tapi kita punya andil, wahai pemuda, kita punya hak dan kewajiban untuk memajukan Indonesia. Kita harus berpikir bagaimana kondisi bangsa ini 10 tahun ke depan? Apakah polusi masih menutupi udara-udara di Indonesia, seperti dalam pemerintahan kita, koruptor terus merajalela ditengah-tengah kaum miskin dan melarat di daratan Indonesia. Apakah pendidikan untuk generasi penerus terus terabaikan dan kita dimanjakan oleh hedonisme yang tak berotak. Jika semua ini masih terus berlanjut hingga saat ini, betapa sakit luka hati ibu pertiwi.

Masih mau kah kalian menjunjung nama kemerdekaan?? Agar maknanya tetap terjaga dan tak hanya diucapkan lalu dibuang sia-sia. Masih ada waktu kawan, masih ada cela buat kita menutup lubang-lubang kemusnahan bangsa hingga tak lagi bercelah.

Kawan, mulai saat ini tunjukkan kepekaan kita semua terhadap masalah bangsa ini. Mungkin kita tak dapat ikut campur secara langsung, tetapi usaha kita di bidang lain dapat membantu bangsa ini keluar dari krisis yang mencekam.

Pertama, kita dapat memulai dari diri kita sendiri. Usahakan untuk peduli dengan sekitar kita dan cepat tanggap. Misalnya, gunakan lampu saat dibutuhkan, minimalisasi penggunaan AC dan listrik, minimalisasi penggunaan kertas (kita bisa menggunakan kertas bolak balik agar lebih efisien), minimalisasi penggunaan air (air penting bagi kehidupan! Jangan sepelekan hal ini, karena jika air menipis akan membahayakan kehidupan kita). Jika hal ini kita jalankan secara efetif, niscaya kita secara tidak langsung menyelematkan bumi kita. Apapun jika berdasarkan dari kesadaran sendiri akan lebih terlihat nyata peran kita.

Kedua, tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Bagaimana caranya?? Padahal kita cuman seorang siswa, mahasiswa, atau pekerja. Kita tidak perlu ber-demonstrasi di depan gedung DPR lalu beradu argumen dengan para polisi hingga akhirnya kita harus beradu otot demi mendapatkan hak kita. Banyak cara lain yang lebih terhormat dan cerdas yang dapat kita lakukan. Bila kita sebagai mahasiswa, kita bisa mendirikan ’rumbel’ atau rumah belajar bagi anak-anak tidak mampu atau anak-anak jalanan. Kita bisa mengajari mereka ilmu pengetahuan, supaya mereka tidak gampang tertipu dan termakan omongan orang. Secara tidak langsung kita bisa mengubah pola pikir mereka betapa penting pendidikan itu dan bagaimana mengoptimalkan agar berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, industri kreatif! Negara manapun pasti pernah mengalami krisis ekonomi. Dan salah penopang perekonomian bangsa salah satunya adalah usaha kecil menengah yang istilah kerennya industri kreatif. Kita sebagai anak muda bisa memulai menjadi seorang entrepreuner sehingga kita tidak hanya mengandalkan pemerintah hanya sebagai pegawai negeri tetapi kita bisa mendapat penghasilan sendiri dan mencetak lapangan pekerjaan.

Ini hanya secuil pemikiran untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Mari kawan-kawan, kita bangun Indonesia hingga meraih masa kejayaan sejati. Belajar untuk menjadi lebih baik, dapat kita mulai dari diri sendiri mulai dari membuang sampah pada tempatnya. Hmm.. hal ini kedengaran klise, tetapi dengan kita membuang sampah pada tempatnya kita bisa mengurangi polusi udara. Kita juga bisa menorehkan prestasi sesuai dengan bakat dan minat kita. Mari kita songsong Indonesia dengan penuh optimisme, kreativitas, dan action! Hidup Indonesia! Merdeka!!! Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis lagi, kawan!

*) Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba nge-blog Djaminmurah 2009 dengan tema ” Kemerdekaan Indonesia “.

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

26 thoughts on “IBU PERTIWI, JANGANLAH KAU MENANGIS KEMBALI

  1. Kami..,
    Putra putri bangsa akan melangkah
    Dalam langkah satu dan satu
    Bukan melompat
    Setelah itu kami terjerat!

    Setuju banget, bahwa bangsa ini harus membangun dengan tertata, terencana, tidak grusa-grusu dan sak karepe dewe, setelah itu terjerembab dalam pembangunan tanpa makna.
    MERDEKA!!!

  2. Sambil membaca ini, aku sambil mendengar Gending Ketawang yang berjudul “Ibu Pertiwi” dalam pelog nem. Berikut syairnya:

    “Ibu pertiwi
    paring boga lan sandhang kang murakabi
    paring rejeki manungsa kang bekti
    Ibu pertiwi, ibu pertiwi
    sih sutresna mring sesami
    ibu pertiwi kang adil luhuring budi
    ayo sungkem mring ibu pertiwi”

    Iramanya syahdu dan elegan.

  3. Wezz….smangat nasionalisme yang besar!!!

    Bet, aku ikut lomba blog juga
    tp daftarnya gak via email, lewat form yg ada di dijaminmurah.com. Bisa kan?

  4. B, Tu Puisi lo ttg Pertiwi, boleh gw translate ke Bahasa Bali?

    Ga terasa ya, negara kita sudah 64 tahun tapi teroris belum juga musnah. Kasihan Bangsa kita ini. Kapan generasi muda – mudi mampu menggantikan Petinggi – petinggi Negara dalam mengemban tugas beratnya, yang hampir sering diolok – olok oleh kalangan masyarakat sendiri?

  5. Mentari masih terbuai mimpi di peraduan
    Hanya embun pagi yang sudah merebak pekat
    Menabur hawa dingin ke segenap raga

    Aku tertatih mengeja sebuah kata di depan balai desaku
    Dengan surau dan seolah tiap huruf menyangkut ditenggorokanku
    Begitu berat selaksa sakratul maut menjemput

    Mmmm…Eeee…Rrrrr….
    mmm…Eee..Rrrr..De….
    Mmmer…Dee…Kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    yaa, hanya sebuah kata yang mudah kurasa

    Srengseng, 7 Agustus 2009 @ 01:25
    http://ayerachman.blogdetik.com

  6. Assalamu’alikum wr. wb.
    Untukmu Ibu Pertiwi dan Ibu Pelangi :mrgreen: , maaf baru bisa berkunjung, atas nama pribadi dan keluarga sy mohon maaf lahir bathin atas semua komentar maupun tulisan yang mungkin secara tidak sengaja membuat Anda kurang berkenan… selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ramadhan tahun ini menjadi sebuah momentum yg tepat untuk kita memperbaiki segala kekurangan selama ini… semoga ramadhan ini membawa berkah untuk kita semua… amin…

    salam,
    Saka dan Keluarga

    1. haiii… maaf yach.. telah mendukungnya neh… kqkqkkq…
      mantep banget tuh puisi, betul sekali.. cukup satu langkah lalu di sambung langkah berikutnya… bukan melompat lantas terjerat… mantapp… mari kita isi kemerdekaan ini dengan perbuatan2 yg membangun…

      gudlak yach…

      cu…

  7. alhamdulillah masih ada yang peduli dengan Indonesia..
    Gimana dengan memajukan Indonesia dengan memamerkan wanitanya
    pake bikini di ajang internasional??
    masuk kategori mana mba??

    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s