IBU PERTIWI, JANGANLAH KAU MENANGIS KEMBALI

26 thoughts on “IBU PERTIWI, JANGANLAH KAU MENANGIS KEMBALI”

  1. Kami..,
    Putra putri bangsa akan melangkah
    Dalam langkah satu dan satu
    Bukan melompat
    Setelah itu kami terjerat!

    Setuju banget, bahwa bangsa ini harus membangun dengan tertata, terencana, tidak grusa-grusu dan sak karepe dewe, setelah itu terjerembab dalam pembangunan tanpa makna.
    MERDEKA!!!

    Like

  2. Sambil membaca ini, aku sambil mendengar Gending Ketawang yang berjudul “Ibu Pertiwi” dalam pelog nem. Berikut syairnya:

    “Ibu pertiwi
    paring boga lan sandhang kang murakabi
    paring rejeki manungsa kang bekti
    Ibu pertiwi, ibu pertiwi
    sih sutresna mring sesami
    ibu pertiwi kang adil luhuring budi
    ayo sungkem mring ibu pertiwi”

    Iramanya syahdu dan elegan.

    Like

  3. Wezz….smangat nasionalisme yang besar!!!

    Bet, aku ikut lomba blog juga
    tp daftarnya gak via email, lewat form yg ada di dijaminmurah.com. Bisa kan?

    Like

  4. B, Tu Puisi lo ttg Pertiwi, boleh gw translate ke Bahasa Bali?

    Ga terasa ya, negara kita sudah 64 tahun tapi teroris belum juga musnah. Kasihan Bangsa kita ini. Kapan generasi muda – mudi mampu menggantikan Petinggi – petinggi Negara dalam mengemban tugas beratnya, yang hampir sering diolok – olok oleh kalangan masyarakat sendiri?

    Like

  5. Mentari masih terbuai mimpi di peraduan
    Hanya embun pagi yang sudah merebak pekat
    Menabur hawa dingin ke segenap raga

    Aku tertatih mengeja sebuah kata di depan balai desaku
    Dengan surau dan seolah tiap huruf menyangkut ditenggorokanku
    Begitu berat selaksa sakratul maut menjemput

    Mmmm…Eeee…Rrrrr….
    mmm…Eee..Rrrr..De….
    Mmmer…Dee…Kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    yaa, hanya sebuah kata yang mudah kurasa

    Srengseng, 7 Agustus 2009 @ 01:25
    http://ayerachman.blogdetik.com

    Like

  6. Assalamu’alikum wr. wb.
    Untukmu Ibu Pertiwi dan Ibu Pelangi :mrgreen: , maaf baru bisa berkunjung, atas nama pribadi dan keluarga sy mohon maaf lahir bathin atas semua komentar maupun tulisan yang mungkin secara tidak sengaja membuat Anda kurang berkenan… selamat menjalankan ibadah puasa, semoga ramadhan tahun ini menjadi sebuah momentum yg tepat untuk kita memperbaiki segala kekurangan selama ini… semoga ramadhan ini membawa berkah untuk kita semua… amin…

    salam,
    Saka dan Keluarga

    Like

    1. haiii… maaf yach.. telah mendukungnya neh… kqkqkkq…
      mantep banget tuh puisi, betul sekali.. cukup satu langkah lalu di sambung langkah berikutnya… bukan melompat lantas terjerat… mantapp… mari kita isi kemerdekaan ini dengan perbuatan2 yg membangun…

      gudlak yach…

      cu…

      Like

  7. alhamdulillah masih ada yang peduli dengan Indonesia..
    Gimana dengan memajukan Indonesia dengan memamerkan wanitanya
    pake bikini di ajang internasional??
    masuk kategori mana mba??

    hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.