Posted in Jejak Pelangi, Opini Sang Pelangi

GENERASI BANGSA YANG OPTIMIS ATAU PESIMIS KAH?

DSCN4983

Kita harus berpikir bagaimana kondisi bangsa ini 13 tahun lagi?Apakah polusi masih menyelimuti udara Indonesia?Apakah para koruptor bangsa masih merajalela ditengah-tengah rakyat yang menderita?Apakah pendidikan kita akan lebih maju setara dengan bangsa Barat?Apakah sumber daya alam yang tertanam dibumi pertiwi masih bisa dinikmati? Mungkin kita beranggapan bahwa masalah-masalah seperti ini hanya diperuntukkan bagi pemerintah saja.

Menurut saya, kita sebagai generasi muda harus ‘peka’ terhadap masalah yang dihadapi bangsa. Walaupun kita tidak ikut campur langsung tetapi dengan usaha dan jerih payah kita untuk meminimalisasikan, dapat membantu bangsa ini. Untuk mencapai cita-cita bersama, kita harus melalukan sesuatu dengan langkah-langkah seperti

Pertama, meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia sebab kurun waktu dari tahun ini menuju 2020 adalah kesempatan yang strategis dan efektif untuk menyiapkan segala sesuatunya secara teknologis. Proses pendidikan yang sebenarnya adalah merealisasikan terhadap fakta keseharian apabila seluruh kegiatan murid tak hanya disekolah saja artinya murid mengalami pembelajaran dimanapun dan dengan siapa pun sedangkan yang mereka alami disekolah bersama guru adalah pembelajaran utama sehingga menghasilkan cendekiawan muda yang dapat merealisasikan kepintarannya dan mewujudkan apa yang menjadi konsepnya.

Kedua, memanfaatkan sumber daya alam dinegara kita dengan maksimal. Kita harus berbenah diri melihat kondisi hutan yang makin lama makin berkurang dan bahan-bahan tambang makin menipis. Kita dapat memanfaatkan secara cerdas sumber alam kita didarat, laut, maupun dibawah dan diatas bumi agar dapat mengubah Indonesia menjadi bangsa yang mempunyai kekayaan nyata. Sumber pencemaran dilaut, darat, dan udara adalah emisi industri yang kurang dikontrol, kualitas bahan baker transportasi yang kurang memadai, dan sampah-sampah yang dibaung disembarang tempat. Apalagi banjir tahunan yang sangat tidak nyaman. Kita tak dapat menyalahkan siapa- siapa selain diri kita.

Ketiga, menggali sumber ekonomi yang tampak. Kita dapat memulai membangun dan mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah). Dengan membangun UKM sama saja membangun bangsa. Sebab sekitar 80 juta orang Indonesia yang berkerja disektor ini.

Keempat, pemberantasan korupsi. Maraknya korupsi dikalangan pejabat menyebabkan ekonomi negara kita tidak efisien dan tidak produktif. Upaya pemberantasan korupsi dapat dimulai dari aparat dan penegak hokum bila tidak, tekad kuat presiden untuk memberantas tak akan berjalan efektif.

Mari… kita bangun bangsa Indonesia hingga meraih masa kejayaan sejati. Walaupun kita masih seorang pelajar, kita berhak memelihara bangsa ini dengan cara giat belajar yang dapat menorehkan prestasi, mencintai lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, belajar menghemat energi  dengan mematikan kran air, listrik yang tak perlu, dan menghemat BBM. Tahun 2020 inilah yang harus kita songsong dengan penuh optimisme, kebesaran hati, dan kreativitas. Hilangkan pikiran buruk dan sikap pesimis. Masih ada waktu untuk memperbaiki, dibutuhkan hanyalah kebulatan tekad dan kerja keras sungguh- sungguh. Tidak mustahil jika ditahun 2020 prediksi Indonesia menjadi negara terkaya ke-5 didunia akan terwujud. Sebagai generasi bangsa…mari kita pikirkan bersama!!

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

5 thoughts on “GENERASI BANGSA YANG OPTIMIS ATAU PESIMIS KAH?

  1. sebenarnya kita salah strategi dalam pengembangan perekonomian….kita terlalu fokus pada ekonomi makro, padahal sebagian besar penduduk kita bekerja di sektor mikro…itulah yang harus kita pikirkan sekarang bagaimana caranya membangkitkan kembali sektor mikro….
    bagus beta…saya salut dengan pemudi yang memikirkan nasib bangsa ini, di saat pejabat2 kita sudah tidak memikirkannya…..h

  2. makasihhh temen” udah mampir ke blog saya..^^

    *) aditya : iyah..karena kelemahan negara berkembang seperti Indonesia adalah sumber daya manusia yg banyak tapi terbatasnya skill yang mereka punya..kalo ada kita bisa memanksimalkan potensi yg kita punya pasti SDM kita akan bertambah tenaga ahlinya..^^

    *) si lucky : damang atuh…hehehehe^^

    *) hendra satria : maka dari ikuti kita harus belajar pengantar ilmu ekonomi dan sistem ekonomi indonesia, biar bisa ngebedain ekonomi makro dan mikro kak..jadi kita harus bisa lulus PIE dulu..hehehe^^ siiippp…makasih kak^^

    *) asop : iyah dunkk..pastinya.makanya kita harus bisa mencapai cita” kita..okeh^^ semangat kawan..yakin dan optimis deh!
    *)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s