Puisi Inspirasiku

AKHIR PENCARIAN

Teman/

Aku mencari/ cinta sejati//

Hampir/ dalam seluruh hidupku//

Tak kutemukan/ tenang//

Karena/ dia/ yang kucinta/

Menggores/ pilu hati//

Sahabat/

Lelahku/ dalam perjalanan ini//

Sayapku/ terluka parah//

Kekasih/

Lalu aku terkulai/ dalam gelap malam pekat//

Sandaranku/ selembar/ sajadah usang/

Dan sehelai/ kain bertambal//

Tersadarku/ dalam doa//

Raga/ tak semestinya/ luka/

Telah berdua//

Jiwa/ tak seharusnya/ bernoda/

Telah ternodai//

Hati/ yang tak pernah/ mendusta/

Telah dikhianati//

Cinta/ yang tak layak/ mendua/

Telah terbagi//

Wahai teman/ sahabat/ kekasih//

Raga/ jiwa/ hati/ cinta//

Serahkan utuh/ pada Sang Khaliq//

Dan engkau/ tak tersakiti//

Dialah/ Al-Muhaimin/

Penjaga/ yang taka akan pernah/ berdusta//

Dalam dekapan/ Ar Rahman dan Ar Rahim//

Damai/ yang teraba//

Dalam cinta/ Ar Ra’uuf//

Bahagia/ yang terucap//

Dalam rengkuhan/ Al Qayyum/

Engkau/ tak akan butuh/ apa pun lagi//

Dan//

Dalam hening malam/ yang masih kelam//

Kutemukan/ cinta itu//

Karya Rizka Amilia

***

Mengingat waktu aku masih duduk di bangku SMA. Aku suka sekali membaca puisi, entah itu puisi perjuangan maupun religius. Saat itu guru Fisika, Bu Endah S, menawarkan aku untuk mengisi acara temu alumni ESQ se- Jawa Timur di Surabaya. Aku harus membawakan sebuah puisi untuk acara itu. Dan acara itu disaksikan oleh beribu alumni ESQ mulai dari kids sampai regular, bahkan ayahanda Ary Ginanjar Agustian datang ke acara tersebut. Selain itu ada Opick maupun Ustadz Jefri.

979647644l

Subhanallah, aku diberikan kesempatan untuk membacakan sebuah puisi karya Rizka Amilia (salah satu anggota ESQ reguler).

Aku ingin puisiku juga dibaca dan menjadi inspirasi buat orang lain maka aku membuat puisi dan dapat dimuat di Majalah Nebula (dan alhamdulilah, akhirnya puisiku dimuat juga, judulnya Mencari Jejak Illahi). Ketika kulantunkan bait demi bait, semua orang terdiam, tetapi keadaan mulai riuh karena mic yang aku gunakan tidak terdengar. Hiks..padahal isi puisinya mencapai klimaks (Raga tak semestinya luka, telah berdua. Jiwa tak seharusnya bernoda, telah ternodai. Hati yang tak pernah mendusta, telah dikhianati. Cinta yang tak layak mendua, telah terbagi). Tapi maklumlah, karena aku belum sempat gladi bersih, soalnya dari Madiun dini hari dan sampai sorenya. Jadi waktunya sangat-sangat sempit untuk memulai gladi bersih. Huff…untungnya pembacaan puisi sudah kuselesaikan dengan lancar sesuai dengan kehendak-Nya. Tepuk tangan penonton menggema di stadion Surabaya (maaf, aku lupa nama stadionnya).

353652624l

Di sana aku berjumpa banyak kawan baru dari berbagai daerah. Senang karena hatiku menjadi tentram di antara kerumunan orang-orang terpilih dan menjadi KSATRIA ESQ 165. Lalu kami semua menikmati alunan musik dari Opick dan kawan-kawan. Ternyata Opick itu seorang yang rendah hati dan ramah. Aku dan kakak kelasku, mbak Lupita, menyempatkan foto bersama Opick. Hohoho…mumpung ketemu nih,,narsis boleh dunk (^_^) Acara ini selesai sekitar jam 12 malam, dan kami serombongan pulang ke Madiun. Keesokan harinya pelajaran di sekolah telah memantiku.

2 thoughts on “Puisi Inspirasiku

  1. hehehehe…iyah ma opick nih..dia itu ramah banget..hehehe..sebenernya pengin foto juga ma ustadz jefry tapi dia keburu pergi..hohoho..sibuk kalii ya..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s